Representasi Slut Shaming Pada Karakter Hannah Baker Dalam Serial Drama “13 Reasons Why Season 1â€

Larasati Kintania, Lucy Pujasari Supratman

Abstract

Abstrak Serial Drama “13 Reasons Why Season 1†merupakan serial drama barat yang mengutarakan beberapa isu sosial yang umum terjadi namun tabu untuk diperbincangkan, salah satunya adalah permasalahan slut shaming yang kerap berlangsung di kehidupan remaja perempuan di lingkungan sekolah di Amerika Serikat. Serial ini menceritakan seorang siswi SMA bernama Hannah Baker yang meninggalkan 13 alasan mengapa ia bunuh diri dan hampir semuanya melibatkan slut shaming pada dirinya yang berupa pelecehan seksual dari para siswa di sekolah Liberty High. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan paradigma konstruktivis dan teknik analisis yang digunakan adalah analisis semiotika Roland Barthes. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa permasalahan slut shaming pada perempuan sangatlah memprihatinkan hingga berpengaruh fatal bagi korbannya. Masyarakat Amerika Serikat masih menganggap perempuan yang melakukan banyak aktivitas seksual dianggap perempuan hina dan perempuan nakal sehingga perempuan mendapat perlakuan slut shaming dan dengan waktu bersamaan juga masyarakat hidup di dalam budaya perkosaan (rape culture) yang menganggap pelecehan seksual, pemerkosaan serta penghinaan terhadap perempuan termasuk normal.

Kata kunci : Drama seri, slut shaming, pelecehan seksual, cyberbullying, analisis semiotika Roland Barthes

Abstract The drama series “13 Reasons Why Season 1†is a western drama series in attempt to express some common social issues but still taboo to be discussed, which one of them is slut shaming that often takes place in the daily lives of adolescent girls in school environments in the United States. This series tells a story of a high school student named Hannah Baker who left 13 reasons why she committed suicide and most of them involved slut shaming of her being labelled and harassed sexually by students of Liberty High. This study uses qualitative method with constructivist paradigm, and the analysis technique used the analysis of Roland Barthes’ semiotics. The results of this study reveal that the problem of slut shaming in women’s life is very alarming it could cause fatal action to its victim. The society in the US still considers women with a lot amount of sexual activities are despicable and being labelled as ‘bad woman’, so women being slut-shamed and also at the same time living in the society of rape culture where sexual harassment, rape and shaming against women is considered normal.

Keywords : drama series, slut shaming, sexual harassment, cyberbullying, semiotic analysis of Roland Barthes

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :0