Studi Deskriptif Kualitatif Pada Program Kemitraan Pemuda GKPS Di Jerman

Roma Retta Novita Saragih, Rita Destiwati

Abstract

Abstrak Orang-orang yang mengikuti program pertukaran budaya dan tinggal jauh dari negara asalnya biasanya mengalami kendala di awal-awal kedatangan nya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola komunikasi yang dilakukan oleh pemuda GKPS dalam program kemitraan pemuda GKPS di distrik Hagen, Jerman dan hambatan-hambatan apa saja yang terjadi saat komunikasi berlangsung selama pemuda GKPS tinggal di Jerman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian studi kasus tentang program kemitraan pemuda GKPS di distrik Hagen, Jerman. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola komunikasi yang terjadi dalam program kemitraaan pemuda GKPS di distrik Hagen adalah pola komunikasi multi arah, dimana semua pemuda yang mengikuti program ini daparberkomunikasi dengan setiap jemaat di Hagen. Untuk hambatan komunikasi yang terjadi, berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada tiga hambatan terbesar dalam proses komunikasi yaitu perbedaan bahasa, streotip dan culture shock.

Kata Kunci: Pola Komunikasi, Komunikasi Lintas Budaya, Hambatan Komunikasi



Abstract

People who take part in cultural exchange programs and live far away from their home country usually had experience problems at the beginning of their arrival. This study aims to find out how the communication patterns carried out by GKPS youth in the GKPS youth partnership program in Hagen district, Germany and what obstacles occur when communication takes place while GKPS youth live in Germany. This study used a qualitative approach with a case study research method on the GKPS youth partnership program in the district of Hagen, Germany. Data collection techniques used are interviews, observation and literature. The results of this study indicate that the communication pattern that occurs in the GKPS youth partnership program in Hagen district is a multi-directional communication pattern, where all the youth who take part in the program can communicate with each congregation in Hagen. For communication barriers that occur, based on the results of this study it can be concluded that there are three biggest obstacles in the communication process, namely differences in language, stereotyping and culture shock.

Keywords: Communication Patterns, Cross-Cultural Communication, Communication Barriers

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :0