Analisis Penerapan Program Kang Pisman Berdasarkan Konsep Ecoprenurship Di Kota Bandung (studi Pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung)

Dyah Ayu Laksmi Astuti, Sisca Eka Fitria

Abstract

ABSTRAK Sampah merupakan salah satu dampak kerusakan lingkungan yang tidak terlepas dari gaya hidup masyarakat. Hal ini disebabkan jumlah kebutuhan manusia yang semakin meningkat dan konsumtif, sehingga potensi timbunan sampah akan terus bertambah seiring dengan kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat. Persoalan sampah di Kota Bandung seakan tidak pernah berhenti upaya pemerintah dari tingkat Provinsi hingga Kota terus dilakukan. Pada tanggal 17 Oktober 2018 Bapak Wali Kota Bandung resmi mencanangkan gerakan Kang Pisman yaitu Kurangi, Pisahkan dan Manfaatkan. Jadi program Kang Pisman ini adalah suatu gerakan untuk mengubah kebiasaan masyarakat yang awalnya mencampurkan sampah menjadi memisahkan sampah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan program Kang Pisman di Kota Bandung apakah penerapan Kurangi sampah, Pemisahan sampah dan Pemanfaatan sampah sudah berjalan dengan baik di Kota Bandung serta wilayah mana yang sudah menerapkan Kang Pisman. Dengan adanya tujuan ini dapat diketahui presentase pengurangan sampah di Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara dengan 3 Narasumber, yaitu 2 pegawai Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bandung dan 1 dari Tenaga Harian Lepas yang dianggap mampu untuk menjawab pertanyaan peneliti. Sumber data pada penelitian ini berasal dari data primer dan data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari hasil evaluasi pencapaian kinerja program Kang Pisman Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bandung menetapkan 8 model kelurahan Kawasan Bebas Sampah (KBS) sebagai kawasan percontohan yang sudah menjalankan program Kang Pisman dengan baik, yaitu Kecamatan Bandung Kulon (Kelurahan Gempolsari), Kecamatan Cibeunying Kaler (Kelurahan Sukaluyu, Kelurahan Neglasari, Kelurahan Cihaurgeulis), Kecamatan Kiara Condong (Kelurahan Babakansari), Kecamatan Sumur Bandung (Kelurahan Kebon Pisang), Kecamatan Arcamanik (Kelurahan Sukamiskin) dan Kecamatan Bandung Kidul (Kelurahan Kujang Sari). Hal ini dibuktikan dari jumlah sampah yang dihasilkan oleh 8 kelurahan tersebut setiap tahunnya sudah berkurang. Kata Kunci: Sampah, Kang Pisman, Kawasan Bebas Sampah (KBS) ABSTRACT Rubbish is one of the effects of environmental damage that can not be separated from people’s lifestyles. This is due to the increasing number of human needs and consumption, so that the potential for landfill will continue to grow along with the activities carried out by the community. The rubbish problem in Bandung seems to never stop government efforts from the provincial to the city level. On 17 October 2018, the mayor of Bandung officially launched the Kang Pisman movement, namely reuse, reduce, and recyle. So the Kang Pisman program is a movement to change the habits of the people who initially mixed the garbage into separating the trash. The purpose of this study is to analyze the application of the Kang Pisman program in Bandung city whether the application of reduce waste, separation of waste and utilization of waste have been going well in Bandung and which regions have implemented Kang Pisman. With this goal can be known percentage of waste reduction in Bandung city. The research method used in this research is descriptive qualitative method. Data collection was carried out by conducting interviews with 3 speakers, namely 2 employees of the Department of Environment and Cleanliness of the City of Bandung and 1 of the Freelance Workers who ware considered capable of answering the researcher’s questions. Sources of data in this study came from primary data and secondary data. The results of this study indicate that from the evaluation results of the performance of the Kang Pisman program the Department of Environment and Cleanliness of the City of Bandung established 8 models of the Urban Waste Free Area (KBS) as a pilot area that has run the Kang Pisman, namely the Bandung Kulon District (Gempolsari Village), Cibeunying Kaler Sub-District (Sukaluyu Sub-District, Neglasari Sub-District,Cihaurgeulis Sub-District), Kiara Condong Sub-District (Babakansari Sub-District), Sumur Sub-District of Bandung (Kebon Pisang Sub-District), Arcamanik Sub-District (Sukamiskin Sub-District) and Bandung Kidul Sub-District (Kujang Sri Sub-District). This is evidenced from the amount of waste generated by the 8 villages each year has decreased. Keywords: Trash, Kang Pisman, Waste Free Zone.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :0