Analisis Pengembangan Strategi Brand Equity Dengan Menggunakan Pcdl Model Pada Umkm (studi Kasus: Selatan Jakarta Coffee Di Bandung)

M. Faishal Rivaldi, Dodie Tricahyono, Tri Djatmiko

Abstract

Abstrak Trend kopi susu saat ini sedang marak digemari oleh masyarakat sambil mendatangi coffee shop untuk dijadikan tempat berkumpul bersama orang-orang terdekatnya. Maka dari itu, banyak usaha baru di Bandung saat yang membuka usahanya di bidang coffee shop yang menimbulkant persaingan coffee shop semakin ketat. Salah satu perusahaan coffee shop tersebut yang berada di Bandung saat ini yaitu Selatan Jakarta Coffee. Brand Equity menjadi permasalahan yang dimiliki oleh Selatan Jakarta saat ini. Untuk dapat bersaing perusahaan perlu menjadi yang terkuat dibanding dengan para pesaingnya untuk mendapatkan perhatian dari pelanggan yang perusahaan tuju. Merek perusahaan perlu memiliki identitas merek sendiri yang dapat membedakan dengan para pesaingnya dengan mengunggulkan keunikan merek tersebut. Maka dari itu diperlukan langkah-langkah strategi baru oleh Selatan Jakarta untuk meningkatkan brand equity tersebut dengan mengetahui status bisnis mereka saat ini melalui metode PCDL Model. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persaingan coffee shop di Bandung, untuk mengetahui kinerja brand dengan melihat PCDL Model dari Selatan Jakarta, Serta untuk mengetahui branding strategy yang dibuat untuk meningkatkan brand equity pada perusahaan Selatan Jakarta Coffee untuk mengembangkan bisnis perusahaan. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif, untuk mendapatkan jawaban diperlukan observasi dan wawancara dengan narasumber dari pihak coffee shop, expert coffee shop, dan konsumen coffee shop. Kata Kunci: Coffee Shop, Persaingan, Ekuitas Merek, Strategi, PCDL Model, Pengembangan Business Abstact The trend of milk coffee is currently popular with the community while visiting coffee shops to be a gathering place with the people closest to them. Therefore, there are many new businesses in Bandung at the time that they are opening their business in the coffee shop sector which has made coffee shop competition tighter. One of the coffee shop companies located in Bandung at the moment is South Jakarta Coffee. Brand Equity is currently a problem that South Jakarta has. To be able to compete, the company needs to be the strongest compared to its competitors to get the attention of the target customers. The company brand needs to have its own brand identity that can differentiate from its competitors by giving priority to the uniqueness of the brand. Therefore, South Jakarta needs new strategic steps to increase the brand equity by knowing their current business status through the PCDL Model method. The purpose of this study was to determine the coffee shop competition in Bandung, to determine brand performance by looking at the PCDL Model from South Jakarta, as well as to determine the branding strategy designed to increase brand equity in the company Selatan Jakarta Coffee to develop the company's business. The method used in this study uses qualitative methods, to obtain answers required observation and interviews with sources from the coffee shop, coffee shop experts, and coffee shop consumers.Keywords: Coffee Shop, Competition, Brand Equity, Strategy, PCDL Model, Business
Development

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :0