Pengaruh Belanja Modal, Dana Alokasi Khusus (dak), Dan Pendapatan Asli Daerah (pad) Terhadap Tingkat Kemandirian Keuangan Daerah Kabupaten Dan Kota Pada Provinsi Jawa Barat Tahun 2015-2018

Riska Afiatul Affifah, Sri Rahayu

Abstract

Abstrak
Kemandirian keuangan daerah adalah pemerintah daerah mampu membiayai sendiri dalam
melaksanakan pembiayaan kegiatan, pembangunan serta pelayanan daerah terhadap masyarakat
dengan keuangan daerahnya sendiri tanpa ikut campur pemerintah pusat. Penelitian ini dilakukan
dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh belanja modal, dana alokasi khusus dan pendapatan asli
daerah terhadap tingkat kemandirian keuangan daerah baik secara simultan maupun parsial. Data yang
digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari Laporan Realisasi APBD Kabupaten/Kota pada
Provinsi Jawa Barat Tahun 2015-2018.
Populasi dalam penelitian ini adalah Kabupaten/Kota pada Provinsi Jawa Barat Tahun 2015-
2018. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian
ini menggunakan metode sensus dari 27 sampel kabupaten/kota dengan tahun pengamatan selama 4
tahun dari tahun 2015-2018 dengan total data observasi sebanyak 108 data. Analisis statistik data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi data panel dengan Eviews 10.
Hasil Penelitian yang diperoleh menunjukkan belanja modal, dana alokasi khusus dan
pendapatan asli daerah mampu menjelaskan tingkat kemandirian keuangan daerah sebesar 96,79%,
sedangkan sisanya sebesar 3,21% dijelaskan oleh variabel lain diluar penelitian. Hasil pengujian
secara parsial, menunjukkan bahwa pendapatan asli daerah berpengaruh positif terhadap tingkat
kemandirian keuangan daerah Sedangkan belanja modal dan dana alokasi khusus tidak berpengaruh
terhadap tingkat kemandirian keuangan daerah. Hasil pengujian secara simultan, menunjukkan bahwa
belanja modal, dana alokasi khusus dan pendapatan asli daerah berpengaruh terhadap tingkat
kemandirian keuangan daerah.
Kata Kunci: Belanja Modal, Dana Alokasi Khusus, Pendapatan Asli Daerah, Tingkat Kemandirian
Keuangan Daerah.
Abstract
Regional financial independence means that local governments are able to finance themselves
in carrying out activity financing, development and regional services to the community with their own
regional finances without interfering with the central government. This research was conducted with
the aim of knowing the effect of capital expenditure, special allocation funds and local revenue on the
level of regional financial independence either simultaneously or partially. The data used in this study
were obtained from the District / City APBD Realization Report in West Java Province 2015-2018.
The population in this research is the Regency / City in West Java Province 2015-2018. This
research uses quantitative methods. The sampling technique in this study used the census method from
samples of districts / cities with a 4-year observation year from 2015-2018 with a total of 108
observation data. The statistical analysis of the data used in this study is panel data regression
analysis with Eviews 10.
The results obtained show that capital expenditure, special allocation funds and local revenue
are able to explain the level of regional financial independence of 96.79%, while the remaining 3.21%
is explained by other variables outside the study. The partial test results show that local revenue has
a positive effect on the level of regional financial independence. Meanwhile, capital expenditure and
special allocation funds have no effect on the level of regional financial independence. Simultaneous
test results show that capital expenditures, special allocation funds and local revenue have an effect
on the level of regional financial independence.
Keywords: Capital Expenditures, Special Allocation Funds, Regional Original Income, Level of
Regional Financial Independence

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :0