Komunikasi Interpersonal Pasangan Menikah Dengan Tradisi "manjalaki Boru" Desa Sidapdap Di Tapanuli Selatn

Authors

  • Noviana Purnamasari Telkom University
  • Nofha Rina Telkom University

Abstract

ABSTRAK Komunikasi Interpersonal adalah komunikasi yang sangat penting untuk saling mengetahui satu sama lain, komunikasi yang dibangun oleh dua orang seperti pasangan, orang tua kepada anak, sahabat dengan sahabat lainnya. Komunikasi ini juga berguna untuk pasangan yang menikah dengan tradisi “Manjalaki Boru†tradisi ini sangat lumrah di daerah Sidapdap, Tapanuli Selatan, Sumatra Utara. Tidak hanya di Sidapdap namun di kota-kota lain juga banyak terjadi tradisi “Manjalaki Boruâ€. Menikah dengan tradisi ini mempunyai proses yang sangat cepat dan tidak mempunyai waktu untuk berkenalan lebih dalam atau mengetahui latar belakang diri dari masing-masing pasangan. Maka dari itu komunikasi interpersonal sangatlah penting untuk hubungan pasangan menikah dengan tradisi tersebut, untuk mengetahui satu sama lain dan mengenal lebih dalam latar belakang masing-masing pasangan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan naratif serta didukung oleh paradigma konstruktif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan informan kunci dan informan ahli melalui virtual conference. Penelitian mendapat informasi data melalui dua pasang informan kunci yang melakukan pernikahan dengan tradisi “Manjalaki Boru†dan dua informan ahli yaitu Ahli adat dan Konselor Psikologi. Kata kunci: Komunikasi interpersonal, perjodohan, menikah, hambatan, proses komunikasi. ABSTRACT Interpersonal communication is communication that is very important to know each other, communication that is built by two people such as spouses, parents to children, friends with other friends. This communication is also useful for couples who are married to the “Manjalaki Boru†tradition. This tradition is very common in the Sidapdap area, South Tapanuli, North Sumatra. Not only in Sidapdap but in other cities there are also many traditions of "Manjalaki Boru". Marriage with this tradition has a very fast process and does not have time to get acquainted with or know the background of each partner. Therefore, interpersonal communication is very important for a married couple's relationship with this tradition, to know each other and to know more about the background of each partner. This study uses a qualitative method with a narrative approach and is supported by a constructive paradigm, with data collection techniques through in-depth interviews with key informants and expert informants via virtual conference. The study obtained data information through two pairs of key informants who married with the tradition of "Manjalaki Boru" and two expert informants, namely a customary expert and a psychological counselor. Keywords: interpersonal communication, marriage, matchmaking, obstacles, communication processes

Downloads

Published

2021-04-01

Issue

Section

Program Studi S1 Ilmu Komunikasi