Analisis Perbandingan Rasio Profitabilitas Dan Economic Value Added Sebagai Pengukur Kinerja Keuangan (studi Kasus Perusahaan Sub Sektor Farmasi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2015-2019)

Tita Septivianin Mardiyanto, Leny Suzan

Abstract

Abstrak Perusahaan sub sektor farmasi merupakan industri andalan yang merupakan industri prioritas yang berperan besar sebagai penggerak utama perekonomian. Hal ini tercantum dalam Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) Tahun 2015-2035 Kementrian Perindustrian. Tahun 2019 industri farmasi merupakan salah satu industri yang mengalami kenaikan pertumbuhan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 8,48%. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbandingan rasio profitabilitas dan EVA sebagai pengukur kinerja keuangan. Dalam penelitian ini variabel dependen tidak digunakan karena tidak ada variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas yang ada. Sampel yang digunakan adalah seluruh perusahaan sub sektor farmasi yang mempublikasikan laporan keuangan yang telah diaudit secara berturut-turut selama 2015-2019. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang bersifat komparatif. Penelitian ini tidak mengintervensi data karena tidak merubah atau memanipulasi data yang digunakan. Data berasal dari laporan keuangan perusahaan sub sektor farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2015-2019. Berdasarkan hasil pengujian, menunjukkan bahwa EVA memiliki nilai lebih unggul dari rasio profitabilitas meskipun pada tahun 2018 rata-rata EVA mengalami penurunan hingga negatif sedangkan rata-rata rasio profitabilitas menunjukkan peningkatan pada tahun tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara rasio profitabilitas dan EVA. Hal tersebut dikarenakan EVA memperhatikan risiko perusahaan dengan memperhitungkan biaya modal perusahaan sedangkan rasio profitabilitas hanya memperhitungkan laba tanpa memperhitungkan biaya modal. Oleh karena itu, EVA merupakan metode yang lebih unggul dalam mengukur kinerja keuangan. Kata kunci : Rasio Profitabilitas, EVA, Kinerja Keuangan Abstract The pharmaceutical sub-sector company is a mainstay industry which is a priority industry that plays a major role as the main engine of the economy. This is stated in the Ministry of Industry's 2015-2035 National Industrial Development Master Plan (RIPIN). In 2019 the pharmaceutical industry was one of the industries that experienced an increase in growth against Gross Domestic Product (PDB) of 8.48%. The purpose of this study is to knowing the difference of profitability and economic value added (EVA) as a measure of financial performance. In this study the dependent variable was not used because there were no variables that were influenced by the existing independent variables. The sample used is all pharmaceutical subsector companies that publish audited financial reports consecutively during 2015-2019. This study uses a comparative quantitative descriptive method. This study did not intervene in the data because it did not change or manipulate the data that used. The data comes from the financial statements of pharmaceutical sub-sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange 2015-2019. Based on the test results, it shows that EVA has a higher value than profitability ratio even though in 2018 the average of EVA has decreased to negative, while the average of profitability ratio shows an increase in that year. ISSN : 2355-9357 e-Proceeding of Management : Vol.8, No.5 Oktober 2021 | Page 4813 The results of this study indicate that there is a significant difference between the profitability ratio and the EVA. This is because EVA pays attention to company risk by taking into capital charge while the profitability ratio only takes into company’s profit without taking into capital charge. Therefore, EVA is better method of measuring financial performance. Keywords: Profitability Ratios, EVA, Financial Performance

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :0