Faktor Informasi Keuangan Dan Non Keuangan Yang Mempengaruhi Underpricing Pada Saat Ipo (studi Kasus Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di Bei Tahun 2019)

Deannes Isyuwardhana, Devy Mutia Al Hakim

Abstract

Abstrak Go public adalah kegiatan ketika suatu perusahaan menawarkan sahamnya untuk dijual kepada masyarakat umum atau publik untuk pertama kalinya. Perusahaan dapat melaksanakan mekanisme go public dengan menjual sahamnya pertama kali pada penawaran umum perdana atau dikenal dengan IPO di pasar perdana. Ketika harga saham pada saat IPO lebih rendah dibandingkan dengan harga saham pada pasar sekunder pada hari pertama, akan terjadinya fenomena harga rendah di penawaran perdana, yaitu underpricing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah dan apakah Debt Equity Ratio (DER), Return On Asset (ROA), Umur Perusahaan, dan Reputasi Auditor terdapat pengaruh terhadap Underpricing secara parsial dan simultan perusahaan yang melakukan IPO di BEI pada tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling. Populasi pada penelitian ini adalah perusahaan yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2019 dengan sampel sebanyak 47 perusahaan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data panel dengan menggunakan software SPSS 25. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, Return On Asset (ROA), Debt to Equity Ratio (DER), Umur Perusahaan, dan Reputasi Auditor secara simultan berpengaruh terhadap Underpricing. Secara parsial Umur Perusahaan dan Reputasi Auditor berpengaruh negatif terhadap Underpricing. Sedangkan ROA dan DER tidak berpengaruh terhadap underpricing pada perusahaan yang melakukan IPO di BEI pada tahun 2019. Kata kunci : Debt to Equity Ratio (DER), Return On Asset (ROA), Reputasi Auditor, Umur Perusahaan, Underpricing. Abstract Go public is an activity when a company offers its shares for sale to the general public or the public for the first time. Companies can implement the mechanism of going public by selling their shares for the first time in an initial public offering or known as an Initial Public Offering (IPO) in the primary market. When the stock price at the time of the Initial Public Offering (IPO) is lower than the stock price on the secondary market on the first day, a low price phenomenon will occur in the initial offering, namely underpricing. This study aims to determine how and whether the Debt Equity Ratio (DER), Return On Assets (ROA), Company Age, and Auditor Reputation have an effect on underpricing partially and simultaneously companies conducting Initial Public Offering (IPO) on the Indonesia Stock Exchange ( IDX) in 2019. This study uses quantitative methods. The sampling technique in this study used purposive sampling. The population in this study are companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in 2019 with a sample of 47 companies. The data analysis technique used in this study is panel data using SPSS 25 software. Based on the results of research that has been done, Return On Assets (ROA), Debt to Equity Ratio (DER),Company Age, and Auditor Reputation simultaneously affect underpricing. Partially, Company Age and Auditor Reputation have a negative effect on Underpricing. Meanwhile, Return On Assets (ROA) and Debt to Equity Ratio (DER) have no effect on underpricing of companies conducting Initial Public Offerings (IPOs) on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in 2019. Keywords : Debt to Equity Ratio (DER), Return On Assets (ROA), Auditor Reputation, Company Age, Underpricing

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :0