Pengaruh Pendapatan Asli Daerah Dan Dana Perimbangan Terhadap Belanja Modal (studi Pada Seluruh Provinsi Di Indonesia Tahun 2019 Dan 2020)

Nur Fadzrin Salsabila, Sri Rahayu

Abstract

ABSTRAK Indonesia merupakan negara yang luas, sehingga sulit untuk dikendalikan dan diawasi oleh satu pemerintahan. Oleh karena itu maka dibentuk Pemerintah Daerah dan pemberlakuan otonomi daerah yang mengarah pada kesejahteraan rakyat, dan pengelolaan sumber daya daerah. Untuk mewujudkannya dapat melalui pengelolaan keuangan daerah dengan mengaloaksikan dana pada belanja modal. Hal ini karena belanja modal merupakan pengeluaran daerah yang difokuskan pada pembangunan layanan publik dengan memperoleh aset tetap dan aset lainnya dengan masa manfaat lebih dari satu periode akuntansi. Pembangunan terhadap layanan publik diharapkan dapat membantu meningkatkan produktivitas masyarakat. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Pendapatan Asli Daerah, dan Dana Perimbangan terhadap Belanja Modal pada seluruh Provinsi di Indonesia untuk semester I tahun 2019 dan semester I tahun 2020. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari Laporan Realisasi Anggaran yang terdapat pada website resmi Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Teknik pemilihan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling, dengan populasi seluruh Provinsi di Indonesia untuk semester I tahun 2019 dan semester I tahun 2020. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 64 sampel. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu analisis regresi linear berganda. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, Pendapatan Asli Daerah dan Dana Perimbangan secara simultan berpengaruh terhadap Belanja Modal. Berdasarkan hasil pengujian secara parsial, Pendapatan Asli Daerah berpengaruh positif signifikan terhadap belanja modal. Namun, Dana Perimbangan tidak berpengaruh terhadap belanja modal. Kata Kunci : Belanja Modal, Dana Perimbangan, Pendapatan Asli Daerah ABSTRACT Indonesia is a vast country, so it is difficult to be controlled and supervised by one government. Therefore, the Regional Government is formed and the implementation of regional autonomy that leads to the welfare of the people, and the management of regional resources. To make it happen, it can be through regional financial management by allocating funds to capital expenditures. This is because capital expenditure is a regional expenditure focused on the development of public services by acquiring fixed assets and other assets with a useful life of more than one accounting period. The development of public services is expected to help increase community productivity. The purpose of this study was to determine the effect of Regional Original Income, and Balancing Funds on Capital Expenditures in all Provinces in Indonesia for the first semester of 2019 and the first semester of 2020. The data used in this study were obtained from the Budget Realization Report contained on thewebsite official of the Ministry of Finance of the Republic of Indonesia. The sample selection technique used in this study was purposive sampling, with a population of all provinces in Indonesia for the first semester of 2019 and the first semester of 2020. The number of samples in this study was 64 samples. The analytical method used in this research is multiple linear regression analysis. Based on the research conducted, Regional Original Income and the Balanced Fund simultaneously have an effect on Capital Expenditure. Based on the partial test results, Regional Original Income has a significant positive effect on capital expenditures. However, the Balancing Fund has no effect on capital expenditures. Keywords: Balancing Fund, Capital Expenditure, Local Government Revenue

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :0