Komunikasi Interpersonal Pada Remaja Dengan Pengalaman Cyberbullying

Muhammad Dadan Hendana, Lucy Pujasari Supratman

Abstract

Indonesia salah satu negara jumlah korban cyberbullying terbanyak di dunia. Masyarakat beranggapan korban cyberbullying sebelah mata. Rendahnya tingkat pengetahuan dan kepekaan masyarakat berdampak pada proses kecenderungan pada diri remaja dalam merubah cyberbullying. Korban cyberbullying memerlukan potensi dan rasa untuk lebih menghargai pada dirinya, sehingga bisa memilki proses kecenderungan pada diri remaja dalam merubah cyberbullying menjadi hal yang positif. Pada kenyataannya, korban cyberbullying memerlukan teman untuk bercerita tentang masalah yang sedang terjadi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses komunikasi interpersonal yang dilakukan oleh korban cyberbullying dan temannya dalam membangun kecenderungan dalam merubah cyberbullying didalam diri, sehingga korban mampu memperlihatkan potensi dan bebas dari cyberbullying. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan menggunakan triangulasi metode pengumpulan data. Hasil penelitian ditemukan proses komunikasi interpersonal harus dengan orang yang tepat untuk merubah cyberbullying didalam diri. Korban memerlukan teman yang sesuai kriteria ketika proses komunikasi berlangsung. Hal ini disebabkan lingkungan pertemanan, sikap positif dan umpan balik yang dihasilkan berdasarkan pengalaman bercerita dari korban. Kemudian membantu korban merubah kecenderungan cyberbullying menjadi hal positif atau negatif. Kata Kunci: Komunikasi Interpersonal, Korban Cyberbullying

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :0