Pola Komunikasi Keluarga Dengan Anak Usia Pendidikan Sekolah Dasar Yang Aktif Bermain Game Online Free Fire Di Kabupaten Bandung

Nabila Martina Sofyan, Lucy Pujasari Supratman

Abstract

Abstrak Game online Free Fire merupakan game online yang sedang populer di Indonesia. Game yang diperuntukan untuk anak 12 tahun ke atas ini sudah di download lebih dari lima ratus juta pengguna dengan usia asli pengguna banyak ditemukan di bawah 12 tahun yang berarti tidak sesuai dengan ketentuan penggunaan. Saat ini intensitas anak-anak dengan gadget semakin sering karena adanya larangan keluar rumah dan juga pengadaan sekolah daring. Pola komunikasi keluarga dibutuhkan untuk menghadapi situasi seperti ini. Penulis memfokuskan pada keluarga di Kabupaten Bandung karena penulis melihat adanya fenomena anak-anak sekolah dasar yang aktif bermain game online Free Fire. Penelitian ini menggunakan paradigma interpretif karena melihat fakta sebagai sesuatu yang unik dan cair dalam komunikasi keluarga. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan informan kunci dan juga informan ahli untuk membantu menjelaskan fenomena secara mendetail berdasarkan fakta-fakta di lapangan. Teknik pemilihan Informan Kunci dilakukan dengan metode snowball sampling sementara teori yang digunakan adalah pola komunikasi keluarga dan pola asuh. Penulis mendapatkan hasil penelitian bahwa pola komunikasi keluarga dan pola asuh yang orangtua pilih untuk diterapkan kepada anaknya memberikan efek kebiasaan berkomunikasi dan bertingkah laku yang berbeda untuk anak itu sendiri. Orangtua yang bisa dengan mudah melarang keinginan anaknya dan tidak memberikan solusi atau alternatif membuat anak mencari solusi dan alternatif sendiri yang justru tidak baik karena dilakukan tanpa sepengetahuan dan izin orangtuanya. Bagaimanapun anak adalah hasil didikan orangtuanya baik secara langsung ataupun tidak langsung. Kata Kunci : Pola Komunikasi Keluarga, game online, pola asuh, anak sekolah dasar Abstract Free Fire online game is an online game that is currently popular in Indonesia. This game, which is intended for children 12 years and over, has been downloaded by more than five hundred million users with the some of the actual age of users being found to be under 12 years old which means it does not comply with the terms of use. Currentl, the intensity of children using gadgets is increasing because of the prohibition on going out of the house and the requirement of online schools. Family communication patterns are needed to deal with situations like this. The author focuses on families in Kabupaten Bandung because the author sees the phenomenon of elementary school children who are actively playing Free Fire online game. This study uses an interpretive paradigm to see facts as something unique and fluid on family communication. This research is qualitative research with key informants and expert informants to help explain the phenomenon in detail based on the facts in the field. The key informant selection technique was carried out using the snowball sampling method while the theory used was family communication patterns and parenting patterns. The author get the results of the research that family communication patterns and parenting patterns which the parents choose to apply to their children have the effect of different habits of communicating and behaving for the children themselves. Parents who can easily forbid their children's desires and do not provide solutions or alternatives make children look for their own solutions and alternatives which are actually not good because without the knowledge and permission of their parents. However, children are the result of what their parents nurture either directly or indirectly. Keywords: Family Communication Patterns, online games, parenting, elementary school children

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :0