Kritik Sosial Terhadap Pemerintah Melalui Bentuk Video Pada Akun TikTok @Stevansyoung (Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce)

Penulis

  • Fulky Irham Prasetyo Eska Universitas Telkom
  • Reni Nuraeni Universitas Telkom

Abstrak

Dalam video yang berjudul <Mic Mati= yang diunggah oleh StevansYoung pada akun TikToknya, terdapat penggambaran kritik sosial terhatap pemerintah yang membawakan 3 karakter dengan berbagai peran serta kritiknya. Tujuan Untuk mengetahui makna pesan representasi, objek, serta interpretan kritik sosial terhadap pemerintah pada akun TikTok @stevansyoung semiotika Charles Sanders Peirce tentang Kritik Sosial tentang pemerintah pada akun TikTok @Stevansyoung). Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan melalui semiotika Charles Sanders Peirce. Peneliti menggunakan trikotomi tanda Charles Sanders Peirce, yang seperti representamen (qualisign, sinsign, legisign), objek (ikon, indeks, simbol), dan interpretan (rheme, decisign, argument). Dalam video TikTok <Mic Mati= yang diunggah StevansYoung memunculkan beberapa scene yang menggambarkan kritik sosial kepada pemerintah khususnya DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) yang dimana ketua DPR RI mematikan mic anggota dpr lain saat berpendapat. Kesimpulan dari peneltian ini adalah terdapatnya tanda dan makna mengenai kritik sosial yang digambarkan melalui dialog, ekspresi dan warna.

Kata Kunci-Kritik Sosial, Pemerintah , Semiotika Charles Sanders Peirce.

Referensi

Craswell, J. (2014). Penelitian Kualitatif & Desain Riset : Memilih Di Antara Lima Pendekatan. Edisi 3.

Yogyakarta: Pustaka pelajar.

Frost, J. (2009). Cinematography for Directors. Michael wiese Productions.

Marizal, M. (2021). KEBEBASAN BERPENDAPAT TERHADAP PEMERINTAH MELALUI. pranata hukum.

Nawiroh, V. (2014). Semiotika Dalam Riset Komunikasi. Penerbit Ghalia Indonesia. Ramdani, Z. P. (2015). Gesture mengungkap makna dibalik bahasa tubuh orang lain dari mikroekspersi hingga

makroekspresi. PT. Hafamira.

Santoyo, S. E. (2009). Nirmana dasar- dasar seni dan desain. jalasutra.

Soemantri, S. (1992). Bunga Rampai Hukum Tata Negara Indonesia. Bandung: Alumni.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kualitatif. Alfabeta.

Sumaadmaja, N. (1980). Perspektif Studi Sosial. Penerbit Angkasa.

Tinarbuko, S. (2009). Semiotika Komunikasi Visual, Cetakan 3. Jalasutra.

Jurnal

Abar, A. Z. (2016). Kritik Sosial, Pers dan Politik Indonesia. UNISIA, 44-51.

Anwar, F. (2019). Kritik Sosial Dalam Naskah Drama Alangkah Lucunya Negeri Ini Karya Deddy Mizwar. Jurnal

Bahasa dan Sastra, 4 NO 1, 105-121.

Epesus, C. (2022). Kritik Akun TikTok @xeronav terhadap isu sosial politik. Kiwari.

Fahmi, M. (2020). Komunikasi Synchronous dan asychronous dalam E-learning pada masa pandemic covid-19.

Jurnal Nomosleca, 146-158.

Goni, M. D., & Alamanshur, F. (2012). Metedologi Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Kinanti, S. P. (2017). Pengaruh media sosial instagram @zapcoid terhadap Brand Equty Zap Clinic. Jurnal

Komunikasi, 53-64.

Mubarrak h, K. (2020). Diskriminasi Terhadap Agama Minoritas: studi kasus di Banda Aceh. Seurime Jurnal

Psikologi Unsyiah, 43-60.

Setiaji. (2017). Diskriminasi Sosial Dalam Antologi Puisi Esai Atas Nama Cinta Karya Denny Ja. Dislosia. Retrieved

from http://www.jurnal.unma.ac.id/index.php/dl/article/view/611/579

Suherdiana, D. (2008). Konsep Dasar Semiotik Dalam Komunikasi Massa Menurut Charles Sanders Pierce. Jurnal

Ilmu Dakwah, 4, 12.

Wijaya, M. H. (2020). Konsumsi Media Sosial Bagi Kalangan Pelajar (Studi Pada Hyperrealitas TikTok). Al-Mada:

Jurnal Agama Sosisal dan budaya, 170-191. doi:https://doi.org/10.31538/almada.v3i2.734

##submission.downloads##

Diterbitkan

2023-12-29

Terbitan

Bagian

Program Studi S1 Ilmu Komunikasi