Strategi Komunikasi Terapeutik Antara Dokter Dengan Pasien Rawat Inap Lansia Di Klinik Nadhifa Al-ghiffari Bandung
Abstrak
Membangun hubungan yang dilandasi kepercayaan dan keterbukaan melalui upaya komunikasi terapeutik penting
agar permasalahan yang dialami pasien dapat diketahui dan diatasi oleh tenaga kesehatan. Pasien lanjut usia berbeda
dengan pasien pada umumnya, terdapat faktor fisiologis dan psikologis dalam diri pasien lanjut usia yang dapat
menghambat upaya komunikasi berjalan efektif. Komunikasi yang berjalan tidak efektif dapat meningkatkan
ketidakpastian bagi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi terapeutik yang efektif
antara dokter dengan pasien rawat inap lanjut usia di klinik Nadhifa Al-Ghiffari Bandung. Penelitian ini memanfaatkan
pandangan teoritis dalam Uncertainy Reduction Theory untuk menelaah strategi komunikasi oleh dokter ketika
menangani ketidakpastian dan hambatan komunikasi terapeutik bersama pasien lanjut usia. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif. Informan dalam penelitian ini sebanyak lima orang, pengumpulan data dilakukan
menggunakan metode wawancara mendalam, observasi langsung, dan penelusuran dokumen. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa dokter telah menerapkan tahapan dan teknik-teknik komunikasi terapeutik dengan baik kepada
pasien rawat inap lanjut usia di Klinik Nadhifa Al-Ghiffari Bandung. Selain itu, dokter juga telah melakukan strategi
aktif dan interaktif dalam berkomunikasi. Strategi aktif dilakukan saat berkomunikasi dengan pihak ketiga yaitu
keluarga pasien, sedangkan strategi interaktif dilakukan dokter saat berkomunikasi langsung dengan pasien rawat inap
lanjut usia.
Kata Kunci-hambatan komunikasi, komunikasi dokter, pasien lanjut usia, pengurangan ketidakpastian, terapeutik.
Referensi
Arwani, A. (2002). Komunikasi dalam Keperawatan. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.
Anjaswarni, T. (2016). Komunikasi Dalam Keperawatan. Jakarta: Pusdik SDM Kesehatan.
Baharuddin, I. A., Siokal, B., & Ernasari. (2023). Pengaruh Komunikasi Terapeutik terhadap Kecemasan pada Lansia.
Window of Nursing Journal, 4(1), 9–16. Retrieved from https://doi.org/10.33096/won.v4i1.617
Budyatna, M. (2015). Teori-Teori Mengenai Komunikasi Antar Pribadi. Prenadamedia Group: Jakarta
Junaedi, F., & Sukmono, F. G. (2018). Komunikasi Kesehatan: Sebuah Pengantar Komprehensif. Jakarta:
Prenadamedia Group.
Kurniawati, D. (2021). Komunikasi Terapeutik Tenaga Kesehatan (NAKES) Terhadap Pasien Covid-19 di Medan dan
Pekanbaru. KOMUNIKOLOGI: Jurnal Pengembangan Ilmu Komunikasi dan Sosial, 5(2), 179–189. Retrieved
from http://dx.doi.org/10.30829/komunikologi.v5i2.10145
Liliweri, A. (2007). Dasar-dasar Komunikasi Kesehatan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Machfoedz, M. (2009). Komunikasi Keperawatan: Komunikasi Terapeutik. Jakarta: Ganbika.
Moleong, L. J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Morissan, M. A. (2015). Teori Komunikasi Individu Hingga Massa. Jakarta: Kencana Perdana.
Nasir, A., Muhith, A., Sajidin, M., & Mubarak, W. I. (2009). Komunikasi dalam Keperawatan Teori dan Aplikasi.
Jakarta: Salemba Medika.
Nuryadin, A. A., Yuniastini, Y., Mathar, I., Suyanto, S., Abidin, Z., Hermawan, D., Musyarofah, S., Kusumati, Y.
(2022). Dasar Ilmu Kesehatan. Sukoharjo: Tahta Media Group.
Panitra, T. D., & Tamburian, H. D. (2019). Komunikasi Antarpribadi Dokter Dengan Pasien dalam Membantu
Penyembuhan Pasien di Klinik Cendana. Koneksi, 3(1), 71–76. Retrieved from
https://doi.org/10.24912/kn.v3i1.6147m
Puspita, N. (2020). Komunikasi Interpersonal Pramubakti Dalam Pendampingan Lansia di Balai Panti Tresna Werdha
Budi Luhur. LEKTUR: Jurnal Ilmu Komunikasi, 3(3), 227–237. Retrieved from
https://doi.org/10.21831/lektur.v3i3.16928
Rachmat, D. A., & Ganiem, L. M. (2020). Tahapan Komunikasi Terapeutik Dokter Pada Pasien di Klinik Kecantikan.
JKG: Jurnal Komunikasi Global, 9(1), 61–79. Retrieved from https://doi.org/10.24815/jkg.v9i1.16107
Sari, Y. N., & Wijaya, L. (2022). Komunikasi Terapeutik Perawat Terhadap Pasien di Ruang Rawat Inap. Babul Ilmi:
Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan, 14(2), 130–139. Retrieved from https://doi.org/10.36729/bi.v14i2.956
Setiyoargo, A., Ariyanti, R., & Maxelly, R. O. (2021). Hubungan Kelengkapan Anamnesa Formulir Gawat Darurat
dengan Ketepatan Kode ICD 10 Sebab Eksternal Kasus Kecelakaan di Rumah Sakit Panti Nirmala Malang.
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia, 9(2), 139–144.
Stuart, G. W., & Sundeen, S. J. (2007). Buku Saku Keperawatan Jiwa. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Sugiyono, S. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
West, R., & Turner, L. H. (2008). Pengantar Teori Komunikasi Analisis dan Aplikasi. Jakarta: Salemba Humanika.
Yustiwaningsih, E., & Suhariati, H. I. (2021). Hubungan Tingkat Pendidikan Dengan Kemandirian Lansia Dalam
Memenuhi Kebutuhan Sehari Hari. Hospital Majapahit (Jurnal Ilmiah Kesehatan Politeknik Kesehatan
Majapahit Mojokerto), 13(1), 61–70. Retrieved from https://doi.org/10.5281/zenodo.4558447



