Opini Publik Terkait Sikap Aparat Desa Cibutun Pada Konten Pandawara Group (Analisis Isi Komentar Pada Postingan Instagram @Folkative)
Abstract
Media sosial kini hadir di kalangan masyarakat dan mengubah paradigma komunikasi, menjadi platform untuk
bertukar informasi dan pendapat. Salah satu media sosial yang aktif digunakan adalah Instagram. Dalam penelitian
ini, Pandawara group memposting video tentang kebersihan Pantai Cibutun, menyebutnya sebagai pantai terkotor ke-
4. Konten ini mendapat penolakan dari Aparat Desa yang mengancam akan menuntut Pandawara group. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui sejauh mana opini publik pada sikap Aparat Desa Cibutun Suakbumi terkait konten
pandawara group pada postingan Instagram @folkative dengan judul <Sebut pantai terkotor nomor 4, aparat desa
Cibutun ancam tuntut Pandawara=. Pada penelitian ini menggunakan metode analisis isi kuantitatif, dan menggunakan
paradigma positivisme. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik random sampling. Pada pengujian reliablitas
menggunakan reliabelitas antar coder menggunakan rumus Hostly. Hasil penelitian menunjukkan terdapat opini positif
sebanyak 46 (12,01% komentar), katagori opini negatif mendapatkan hasil frekuensi sebanyak 265 (69,19 komentar)
dan opini netral yang mendapatkan hasil frekuensi sebesar 72 (18,80% komentar). Komentar negatif menjadi paling
dominan dibandingkan dengan dua kategori lainnya, ini menunjukan bahwa mayoritas masyarakat yang memberikan
komentar memiliki pandangan yang kritis dan ketidaksetujuan terhadap tindakan dan sikap dari Aparat Desa Cibutun
terhadap tindakan dari Pandawara Group.
Kata Kunci-Instagram,media sosial, opini publik
References
Asih, D. N., & Rosit, M. (2018). Opini Publik di Media Sosial: Analisis Isi Opini Kandidat Ahok-Djarot dan Anies-
Sandi di Twitter. CoverAge: Journal of Strategic Communication, 8(2), 45–56.
https://doi.org/10.35814/coverage.v8i2.589
BIN MUHAMMAD ALKATIRI, A., NADIAH, Z., & NASUTION, A. N. S. (2020). Opini Publik Terhadap
Penerapan New Normal Di Media Sosial Twitter. CoverAge: Journal of Strategic Communication, 11(1),
–26.
Enterprise, J. (2014). Instagram untuk fotografi digital dan bisnis kreatif. Elex Media Komputindo.
Eriyanto (2011). Analisis isi Pengantar Metodologi Untuk Penelitian Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainnya.
Prenada Media, Jakarta
Kamaruzzaman, K. (2021). Aktivisme Sosial Dan Pemerkasaan Penglibatan Masyarakat Dalam Era Media Baharu.
E-Prosiding Seminar Antarabangsa Islam Dan Sains 2021
September, 18–34.
/14350/1/2.BM. SAIS2021 - Aktivisme Sosial Dan Pemerkasaan Penglibatan Masyarakat Dalam
Era Media Baharu.pdf
Karra Sugianto. (2017). Opini Pemirsa Surabaya Terhadap Blur dalam Program Acara di Televis.Jurnal E-Komunikasi
PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI UNIVERSTIAS KRISTEN PETRA, SURABAYA, 5(1), 1–10.
Qadri, M. (2020). Pengaruh Media Sosial Dalam Membangun Opini Publik. Qaumiyyah: Jurnal Hukum Tata Negara,
(1), 49–63. https://doi.org/10.24239/qaumiyyah.v1i1.4
Ritonga, E. (2018). Teori Agenda Setting dalam Ilmu Komunikasi. JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning
in Communication Study, 4, 32. https://doi.org/10.31289/simbollika.v4i1.1460
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Alfabeta, Bandung.