Studi Kelayakan Investasi Pada Umkm: Studi Kasus Pada Usaha Kecil Dan Menengah Flowerry.Forist Di Bandung

Authors

  • Azkal Raka Bintang Al Ghifari Telkom University
  • Nuslih Jamiat Telkom University

Abstract

Bisnis ini sering kali dijalankan oleh Usaha Kecil Menengah (UKM) yang memiliki potensi besar untuk membantu
meningkatkan perekonomian lokal. Salah satu contoh UMKM yang sudah mulai bergerak dalam bidang aksesoris di
Bandung yaitu Flowerry.forist yang sedang tumbuh dan berkembang. Flowerry.forist merupakan bisnis yang bergerak
dibidang aksesoris manik-manik mulai dari cincin, kalung, dan gelang dengan produknya yang unik dan kreatif.
Namun, di balik potensi pertumbuhan ini, UMKM sering menghadapi tantangan yang kompleks, terutama terkait
dengan keputusan investasi.Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis tentang kelayakan investasi pada UMKM
usaha manik-manik yang berfokus Flowerry.forist sebagai studi kasus. Manik-manik merupakan salah satu bidang
industri fashion aksesoris memiliki keunikan tersendiri. UMKM tersebut sering menghadapi masalah pada keuangan
yang harus diatasi agar usahanya bisa terus bertahan dan berkembang. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan
investasi yang cukup besar. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana manajemen keuangan pada
Flowerry.forist. Investasi merujuk pada kegiatan atau proses penempatan sejumlah sumber daya, seperti uang, waktu,
atau usaha, pada suatu aset atau proyek dengan tujuan memperoleh keuntungan di masa yang akan datang. Tujuan
utama dari investasi yaitu untuk memperoleh imbal hasil atau pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan
jumlah sumber daya yang diinvestasikan. Investasi dapat dilakukan dalam berbagai jenis aset, seperti saham, obligasi,
properti, mata uang, komoditas, perusahaan startup, dan lainnya. Setiap jenis investasi memiliki karakteristik dan
risiko yang berbeda-beda. Untuk menilai kelayakan investasi pada penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode
Payback Period, Average Rate of Return, Net Present Value, Profitability Index dan Internal Rate of Return. Studi
kelayakan investasi menjadi instrumen yang penting dalam membantu UMKM, seperti Flowerry.forist, untuk
membuat keputusan yang tepat terkait investasi mereka. Dengan melibatkan analisis mendalam terhadap aspek
finansial, teknis, organisasional, dan ekonomi, studi kelayakan investasi dapat memberikan wawasan yang kritis bagi
para pemilik usaha dalam merencanakan dan mengelola investasi mereka dan dapat membuat keputusan investasi
yang lebih informasional dan berpotensi meningkatkan peluang kesuksesan serta mengurangi risiko kegagalan usaha.

Kata Kunci : Investasi, UMKM, Keuangan

References

Adisaputra, Gunawan. (1995). Anggaran Perusahaan Jilid Dua, Edisi Pertama, Penerbit BPFE, Yogyakarta.

Agus Sartono (1999). Manajemen Keuangan, Yogyakarta; BPFE.

Arikunto, Suharsimi. (1998). Prosedur Penelitian; Rhineka Cipta, Yogyakarta.

Bambang Supomo dan Nur Indriantoro. (1999). Metodologi Penelitian Bisnis untuk Akuntansi dan Manajemen,

Yogyakarta; Badan Penerbit Fakultas Ekonomi.

Dede Moch. Fathurrohman, (2008). Analisis kelayakan investasi Untuk Rencana Perluasan Jaringan Pada PT. Telkom

(Persero) Cabang Malang, Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, Malang.

Departemen Perdagangan Republik Indonesia (2008), Pengembangan Ekonomi Kreatif Indonesia 2025, Departemen

Perdagangan Republik Indonesia.

Faigiziduhu Bu’lolo (2005). Analysis Sensitivitas pada Program Integer Campuran, Jurnal Sistem Teknik Industri

(Nomor 4 tahun 2005), pp.78-84.

Halim, Abdul. (2005). Analisis Investasi; Salemba Empat, Jakarta.

Ibrahim, Yacob. (1998). Study Kelayakan Bisnis; Rhineka cipta, Yogyakarta

Jogiyanto, H.M. (2005), Analisa dan Desain Sistem Informasi: Pendekatan Terstruktur Teori dan Praktik

Aplikasi Bisnis, ANDI, Yogyakarta

Kadariah, Karlina, Grey. (1999). Pengantar Evaluasi Proyek. Jakarta:FEUI.

Kasmir dan Jakfar, (2007). Studi Kelayakan Binis; Kencana Prenada Media Group, Jakarta, Cetakan keempat.

Kiwe, L. (2018). Karakteristik Perusahaan Startup. Dalam Z. A.U, Jatuh Bangun Bos – Bos Startup (hal. 9-10).

Yogyakarta: Checklist.

Kuswadi (2007). Analisa Keekonomian Proyek; Penerbit Andi, Yogyakarta.

Muhammad Idwenda Dachyar (2012). Analisis Kelayakan Investasi da Risiko Proyek Pembangunan PLTU Indramayu

PT. PLN (Persero), Universitas Indonesia, Jakarta.

Mulyadi (2001). Akuntansi Manajemen: Konsep, Manfaat dan Rekayasa. Yogyakata: STIE YKPN.

Murdifin dan Salim. (2010). Studi Kelayakan Investasi Proyek dan Bisnis; PT. Bumi Aksara, Jakarta

Rofiq Irfani (2011). Analisis Kelayakan Pengembangan Usaha Ransel Laptop di UMKM Yogi Tas Desa Laladon

Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Rosyida, Ifa. (2000). Pemaksimalan Alat-alat Analisis Kelayakan Usaha; Jurnal

Nasional.http://dspace.fe.unibraw.ac.id/dspace/bitstream/Rachmawati+Rah ayu+Manajemen.pdf, 05 Oktober

Sakhowi dan Mahirun. (2011). Manajemen Keuangan; FE UNIKAL, Pekalongan.

Siswanto (2000). Operations Research Jilid 1, Erlangga, Jakarta.

Sumastuti (2006). Keunggulan NPV Sebagai Alat Analisis Uji Kelayakan Investasi dan Penerapannya.

http://jurnal.bl.ac.id/wp-content/uploads/ 2007/01/BEJ-v3-n1-artikel7-agustus2006.pdf.

Published

2025-07-07

Issue

Section

Prodi S1 Administrasi Bisnis