Komunikasi Interpersonal Dalam Proses Keterbukaan Diri Mahasiswa Telkom Univerisity Korban Kekerasan Seksual

Authors

  • Jessica Putri Telkom University
  • Maulana Rezi Ramadhana Telkom University

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengaruh komunikasi interpersonal dalam proses keterbukaan diri
mahasiswa Telkom University yang menjadi korban kekerasan seksual. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan
metode fenomenologi, data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap lima narasumber yang terdiri dari empat
mahasiswi informan kunci dan satu informan ahli dari kalangan akademisi dan psikolog. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal yang empatik, tidak menghakimi, dan memberikan rasa aman berperan
penting dalam mendorong keterbukaan diri korban. Faktor-faktor yang memengaruhi proses ini meliputi tingkat
kepercayaan, respons lingkungan sosial, serta kemampuan korban dalam menghadapi ketidakpastian sosial yang
kompleks. Di sisi lain, hambatan utama meliputi trauma psikologis, ketakutan terhadap stigma sosial, dan kurangnya
dukungan institusi kampus dalam memberikan pendampingan yang memadai. Temuan ini menekankan pentingnya
menciptakan lingkungan kampus yang suportif serta penggunaan pendekatan komunikasi yang sensitif dan berpihak
pada korban untuk mendukung proses pemulihan, penguatan mental, serta pemberdayaan korban kekerasan seksual
dalam jangka panjang dan berkelanjutan di lingkungan pendidikan tinggi.
Kata Kunci: Komunikasi Interpersonal, Kekerasan Seksual, Keterbukaan Diri, Mahasiswa, Trauma, Fenomenologi

References

Awaru, A. O. T., & Ahmad, M. R. S. (2023). Eksplorasi karakteristik kekerasan seksual pada perempuan di perguruan

tinggi negeri Kota Makassar. Jurnal Ilmiah Mandala Education, 9(2).

Cai, L. L., & Shi, W. (2021). Sexual harassment on international branch campuses: An institutional case study of

awareness, perception, and prevention. Journal of Comparative & International Higher Education, 13(5), 36-52.

Dhamayanti, M. (2022). Keprihatinan kekerasan seksual di kampus dan pembentukan Satgas. Membongkar Kekerasan

Seksual di Pendidikan Tinggi: Pemikiran Awal, 281.

Effendi, D. I. (2021). Upaya preventif kekerasan seksual di kampus.

Elindawati, R. (2021). Perspektif feminis dalam kasus perempuan sebagai korban kekerasan seksual di perguruan

tinggi. AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama, 15(2), 181-193.

Fethi, I., Daigneault, I., Bergeron, M., Hébert, M., & Lavoie, F. (2023). Campus sexual violence: A comparison of

international and domestic students. Journal of International Students, 13(1), 1-21.

Mahmudah, U., & Fatimah, S. (2016). Sexual harassment in education institutions: College students' sexually abused

experience and its impact on their lives. Musawa Jurnal Studi Gender dan Islam, 20(1), 97-107.

Maulinda, T. E., Asbari, M., & Selviana, S. (2024). Membangun kampus merdeka: Mencegah dan mengatasi

kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi. Journal of Information Systems and Management (JISMA), 3(1),

-84.

Nikmatullah, N. (2020). Demi nama baik kampus vs perlindungan korban: Kasus kekerasan seksual di kampus.

QAWWAM, 14(2), 37-53.

Noer, K. U., & Kartika, T. (2022). Membongkar kekerasan seksual di pendidikan tinggi: Pemikiran awal. Yayasan

Pustaka Obor Indonesia.

Pinchevsky, G. M., Magnuson, A. B., Augustyn, M. B., & Rennison, C. M. (2020). Sexual victimization and sexual

harassment among college students: A comparative analysis. Journal of Family Violence, 35, 603-618.

Puspytasari, H. H. (2022). Pemahaman mahasiswa terhadap kekerasan seksual di perguruan tinggi. Paradigma: Jurnal

Filsafat, Sains, Teknologi, Dan Sosial Budaya, 28(1), 123-132.

SAJIDA, W. C. N. (2023). Anti kekerasan seksual di kampus.

Soejoeti, A. H., & Susanti, V. (2020). Diskusi keadilan restoratif dalam konteks kekerasan seksual di kampus.

Deviance Jurnal Kriminologi, 4(1), 67-83.

Published

2025-12-19

Issue

Section

Prodi S1 Ilmu Komunikasi