Peran Prambanan Jazz dalam Meningkatkan Citra Yogyakarta Sebagai Kota Budaya
Abstract
rambanan Jazz Festival telah muncul sebagai acara budaya penting yang meningkatkan citra Yogyakarta sebagai
"Kota Budaya" dengan memadukan musik modern dengan tradisi lokal. Studi ini meneliti bagaimana festival ini
memadukan jazz kontemporer dengan unsur-unsur budaya Jawa dan menganalisis perannya dalam mempromosikan
pencitraan kota Yogyakarta. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui
wawancara dengan pemangku kepentingan utama—penyelenggara acara (PT Rajawali Indonesia), pejabat budaya
(Dinas Kebudayaan DIY), dan anggota audiens—bersama dengan dokumentasi dan observasi. Temuan penelitian
mengungkapkan bahwa festival ini secara strategis menggabungkan pertunjukan musik dengan simbol-simbol budaya
(misalnya, kampanye batik, kolaborasi seniman tradisional) dan memanfaatkan situs warisan Candi Prambanan
sebagai latar belakang yang unik. Upaya ini memperkuat identitas budaya Yogyakarta sekaligus menarik wisatawan
domestik dan internasional. Studi ini menyoroti keberhasilan festival dalam mendorong kolaborasi antara pelaku
bisnis, pemerintah, dan masyarakat (model Triple Helix) untuk mendukung diplomasi budaya dan pariwisata.
Rekomendasi yang diberikan meliputi perluasan penelitian akademis menggunakan kerangka kerja Quadruple Helix
dan peningkatan inisiatif pendidikan budaya selama festival berlangsung. Penelitian ini menggarisbawahi potensi
festival musik sebagai alat untuk pencitraan kota dan pelestarian budaya.
Kata Kunci : Prambanan Jazz Festival, city branding, cultural tourism, Yogyakarta, Triple Helix
References
Ardiansyah, D. (2023, June 5). Belajar city branding dari
Jogjakarta. Kumparan. https://kumparan.com/dianardiansyah/belajar-city-branding-dari-jogjakarta20VnaW86Wxj/1
Ardiansyah, R., & Jailani, M. S. (2023). Teknik pengumpulan data dan instrumen penelitian ilmiah pendidikan
pada pendekatan kualitatif dan kuantitatif. IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam, 1(2), 1-
https://doi.org/10.61104/ihsan.v1i2.57
Ardtech. (2022, November 17). Branding adalah: Pengertian dan fungsinya. Universitas
Ciputra. https://www.ciputra.ac.id/branding-adalah-pengertian-dan-fungsinya/
Bawole, A. J., Lumanaw, B., & Wenas, R. S. (2021). Pengaruh city branding dan city image terhadap keputusan
berkunjung wisatawan di Kota Manado. Jurnal EMBA, 9(2), 579-588.
Binti Azni, Z., Wan, W. A., & Pusat, M. (2020). Representasi sosial masyarakat dalam lirik lagu Aman
RA. [Nama Jurnal], 4(3), [halaman]. [URL lengkap]
Christiani, J. (2022). Perspektif bisnis dalam Prambanan Jazz Festival Yogyakarta. PROMUSIKA, 10(2), 113-
https://doi.org/10.24821/promusika.v10i2.7354
Firmansyah, M. (2019). Pemasaran produk dan merek (Planning & Strategy).
Greatnusa. (2022, March 20). Teori brand image: Pengertian, komponen, dan
manfaat. https://greatnusa.com/article/teori-brand-image
Haryono, C. G. (2020). Ragam metode penelitian kualitatif komunikasi.
[Penerbit]. https://books.google.co.id/books?hl=id&lr=&id=7RwREAAAQBAJ
Husnullail, M., Risnita, & Jailani, S. (2024). Teknik pemeriksaan keabsahan data dalam riset ilmiah. Journal
Genta Mulia, 15(2), 70-78.
Li, Y., Hsü, P., Hao, G., Sun, K., & Wang, Y. (2021). City brand image building and its impact on the
psychological capital of new entrepreneurs following cultural construction. Frontiers in Psychology,
https://doi.org/10.3389/fpsyg.2021.717303
Marta, R., & Hasfera, I. P. (2024). City branding berbasis kearifan lokal. [Nama Jurnal], volume,
[halaman]. https://rjfahuinib.org/index.php/almaarif/article/view/733/445
Mualif. (2023, October 16). Tiga metode wawancara: Terstruktur, semi terstruktur, dan bebas. Blog UI An Nur
Lampung. https://an-nur.ac.id/blog/tiga-metode-wawancara-terstruktur-semi-terstruktur-dan-bebas.html
Natalia, M. (2015, [tanggal]). Rebranding Jogja: Berikut makna filosofi logo baru. Espos
Indonesia. https://regional.espos.id/rebranding-jogja-berikut-makna-filosofi-logo-baru-574834
Nerita, S., Ananda, A., & Mukhaiyar, M. (2023). Pemikiran konstruktivisme dan implementasinya dalam
pembelajaran. Jurnal Education and Development, 11(2), 292-297. https://doi.org/10.37081/ed.v11i2.4634
Rita. (2018, March 27). Brand image. Global Business
Marketing. https://bbs.binus.ac.id/gbm/2018/03/27/brand-image/
Rodriguez, D., & Colombo, A. (2019). Cultural diplomacy and arts festivals: The case of the Montreux Jazz
Festival in Switzerland [Master's dissertation]. [Nama
Universitas]. https://openaccess.uoc.edu/bitstream/10609/99568/6/rodriguezvitTFM0619dissertation.pdf
Sholichah, I. M., Putri, D. M., & Setiaji, A. F. (2024). Representasi budaya Banyuwangi dalam Banyuwangi
Ethno Carnival: Pendekatan teori representasi Stuart Hall. [Nama Jurnal], volume,
[halaman]. https://journal.stiestekom.ac.id/index.php/Education/article/view/332/305
Syahdani, M., & Kardanardi, L. (2018). Yogyakarta's philosophical axis: A dynamic interplay among UNESCO's
selection criteria. IKAT: The Indonesian Journal of Southeast Asian Studies, 5(2), 151-
https://journal.ugm.ac.id/ikat/article/view/73326/35745
Tiodora, H. (2020). Mencari kelompok berisiko tinggi terinfeksi virus corona dengan discourse network
analysis. [Nama Jurnal], volume, [halaman].
Tri, T., Ohorella, N., Prihantoro, E., Dyah, S., & Banowo, E. (2023). Ambon City of Music identity based on
local wisdom. Warta ISKI, 6(1), 80-86. https://doi.org/10.25008/wartaiski.v6i1.209



