Presentasi Diri Difabel Pada Program Pelatihan Kerja di Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel
Abstract
Presentasi diri yang efektif tidak hanya penting dalam interaksi sosial, tetapi juga berperan penting dalam membuka
peluang kerja bagi difabel. Difabel sering menghadapi tantangan yaitu anggapan kurang berkompeten dalam dunia
kerja, hal ini membuat difabel sulit mendapatkan pekerjaan dan diskriminasi di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan
untuk memahami presentasi diri yang dilakukan klien difabel dalam program pelatihan kerja di PPSGHD (Pusat
Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel). Penelitian ini menggunakan teori Pengelolaan Kesan dari Erving Goffman.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, paradigma interpretif, dengan
wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, melibatkan 9 informan utama yaitu klien difabel di PPSGHD dan
3 informan pendukung yaitu alumni PPSGHD, pekerja sosial, dan instruktur PPSGHD. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa presentasi diri dilakukan melalui aspek penampilan seperti penggunaan pakaian yang rapi serta penggunaan
aksesoris. Sementara dari aspek sikap, presentasi diri yang dilakukan tampak melalui nada berbicara (atau berbahasa
isyarat), ekspresi wajah positif, gestur tubuh profesional, dan perilaku yang disesuaikan dengan lingkungan sosial.
Pada aspek panggung belakang seperti asrama perilaku yang ditunjukkan yang lebih bebas dan spontan. Penelitian ini
menunjukkan bahwa presentasi diri ini tidak hanya berguna dalam konteks pelatihan kerja, tetapi juga menjadi bagian
dari proses pembentukan jati diri yang adaptif.
Kata Kunci : Presentasi diri, Difabel, Pengelolaan Kesan.
References
Abdussamad, Z. (2021). Instrumen. In Metode Penelitian Kualitatif. CV Syakir Media Press.
Adler, R. B., Rosenfeld, L. B., II, & Proctor, R. F. (2019). Interplay: The Process of Interpersonal Communication.
Oxford University Press.
Anggraini, C., Ritonga, D. H., Kristina, L., Syam, M., & Kustiawan, W. (2022). Komunikasi Interpersonal. Jurnal
Multidisiplin Dehasen (MUDE), 1(3), 337–342.
Apriyani, T., & Rahmiaji, L. R. (2022). Strategi Komunikasi Penanganan Perempuan Difabel Korban Kekerasan
Seksual di SAPDA Yogyakarta. Inklusi, 8(2), 185–202.
Balaka, M. Y. (2022). Metode penelitian Kuantitatif.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research Design Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches
Fifth Edition. Sage Publications.
Girnanfa, F. A., & Susilo, A. (2022). Studi Dramaturgi Pengelolaan Kesan Melalui Twitter Sebagai Sarana Eksistensi
Diri Mahasiswa di Jakarta. Journal of New Media and Communication, 1(1), 58–73.
Goffman, E. (1956). The presentation of self Everyday. Life as Theater: A Dramaturgical Sourcebook, 129–140.
Greene, J. O., & Burleson, B. R. (2003). Handbook of Communication and Social Interaction Skills. LAWRENCE
ERLBAUM ASSOCIATES.
Hasim, H., & Rahayu, W. (2020). Komunikasi Antarpribadi Para Disabilitas Dalam Proses Pementasan Teater Di
Smile Motivator Bandung. Ensains Journal, 3(1),



