PRODUKSI VIDEO DOKUMENTER KEBON MELATI: TERKEPUNG PENCAKAR LANGIT JAKARTA PROGRAM MEGAPOLITAN KOMPAS.COM
Abstract
Pembangunan kota Metropolitan Jakarta yang berlangsung pesat dan masif menimbulkan permasalahan serius pada
perkampungan asli di Jakarta. Salah satu contohnya adalah kawasan Kebon Melati di Tanah Abang, Jakarta Pusat,
yang kini dikepung oleh deretan gedung pencakar langit. Meskipun dikelilingi oleh gedung-gedung tinggi, warga
Kebon Melati tetap bertahan dengan segala keterbatasan ruang, fasilitas, dan tekanan sosial ekonomi yang semakin
kompleks. Perancangan karya akhir Produksi Video Dokumenter “Kebon Melati: Terkepung Pencakar Langit Jakarta”
Program Megapolitan Kompas.com bertujuan untuk menjelaskan proses perancangan dan produksi video tersebut.
Proses produksi dilakukan dengan tiga tahap manajemen produksi yaitu pra-produksi, produksi, dan pasca produksi.
Melalui pendekatan dokumenter partisipatif, film ini memberikan ruang bagi warga untuk turut membentuk narasi,
sehingga memperkuat pesan yang ingin disampaikan pada dokumenter ini. Hasil produksi video dokumenter ini
berhasil memenuhi fungsi dari komunikasi massa yaitu, fungsi pengawasan (surveillance), korelasi (correlation),
sosialisasi (sosialization), dan hiburan (entertainment), yang disampaikan dengan pendekatan visual yang informatif
dan menarik.
Kata Kunci: Video Dokumenter, Manajemen Produksi, Kebon Melati, Kompas.com
References
Aisha, S., Kurdaningsih, D. M., & Mulyadi, U. (2024). Resepsi Film Dokumenter Seaspiracy.
Alfani, M. I., & Muttaqien, M. (2022). Proceedings The 3 rd UMY Grace 2022.
Asha Sabitha, F. (2022). Analysis Of The Effect Of Urbanization Level On The Availability Of Residential Land In
The City Of Surabaya.
Buchy, M. (2008). Insights into Participatory Video: A Handbook for the Field. Development and Change, 39(1),
–196. https://doi.org/10.1111/J.1467-7660.2008.00473_13.X
Creswell, John W (2017). Research Design Pendekatan Metode Kualitatif, Kuantitatif dan Campuran. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar.
Fadairo, O. (2017). Benefits of Conducting Postproject Reviews to Capture Lessons Learned.
https://scholarworks.waldenu.edu/cgi/viewcontent.cgi?article=3224&context=dissertations
Giannakopoulos, K. (2017). Informative vs. Non-informative Short Message Detection in Social Networks.
International Conference on Big Data, 165–171. https://doi.org/10.1109/BIGCOM.2017.55
Ido, D., Hadi, P., Si, M., Wahjudianata, M., Sos, S., Med, M., Kom Inri, I., & Indrayani, S. I. P. (2021). Komunikasi
Massa. www.google.com
Irawanto, B., & Octastefani, T. (2019). Film Dokumenter Sebagai Katalis Perubahan Sosial: Studi Kasus Ambon,
Aceh dan Bali. Jurnal Kawistara, 9(1), 107. https://doi.org/10.22146/kawistara.40986
Izdihar Hasri, F., Fatin, I., & Mokodompit, A. A. A. P. (2023). Manajemen Produksi Pada Film Pendek Gemang.
Jurnal Audiens, 4(2), 278–288. https://doi.org/10.18196/jas.v4i2.28
Jati, R. P. (2021). Film Dokumenter Sebagai Metode Alternatif Penelitian Komunikasi.
https://doi.org/10.36080/ag.v9i2
Kustiawan, W., Siregar, K., Alwiyah, S., Lubis, R. A., Fatma, Z., Gaja, S., & Pakpahan, N. (2022). Komunikasi Massa.
JOURNAL ANALYTICA ISLAMICA, 11(1), 2022. https://www.researchgate.net.ac,id.
Magriyanti, A. A., & Rasminto, H. (2020). Film Dokumenter Sebagai Media Informasi Kompetensi Keahlian SMK
Negeri 11 Semarang. 13(2), 123–132. http://journal.stekom.ac.id/index.php/pixelpage123
Mcquail, Denis (1987). Teori Komunikasi Massa, Sebuah Pengantar. Jakarta: Erlangga



