Semiotika Video Musik “Eat Your Young” Oleh Hozier Dan Representasinya Pada Pola Komunikasi Keluarga (Analisis Semiotika Ferdinand De Saussure)
Abstract
Pola asuh yang diajarkan oleh orang tua kepada anak akan sangat berpengaruh pada kehidupan sang anak. Di era
sekarang, media mempunyai peran besar untuk bisa merepresentasikan apa yang sedang terjadi dalam kehidupan.
Dalam penelitian ini akan dibahas mengenai bagaimana komunikasi keluarga toksik direpresentasikan di media, salah
satunya adalah pada video musik “Eat Your Young” oleh Hozier. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis maknamakna penanda dan petanda dengan semiotika Ferdinand de Saussure yang ada di video musik “Eat Your Young”
yang berkaitan dengan pola komunikasi keluarga serta menganalisis representasi pandangan pola komunikasi keluarga
dalam video musik “Eat Your Young”. Penelitian ini mengkaji semiotika dan menganalisa dengan teori pola
komunikasi keluarga DeVito, sehingga metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian
kualitatif. Sebagai subjek penelitiannya adalah video musik “Eat Your Young”. Sebagai objek penelitiannya adalah
potongan adegan video tersebut. Hasil dari penelitian ini adalah makna petanda dan penanda yang merepresentasikan
bagaimana komunikasi keluarga yang toksik memperburuk hubungan antara orang tua dan anak.
Kata kunci: Pola Komunikasi Keluarga, Semiotika, Ferdinand de Saussure, Video Musik “Eat Your Young”,
Komunikasi Nonverbal.
References
Aufderheide, P. (1986). Music Videos: The Look of the Sound. Journal of Communication, 36(1), 57-78.
https://doi.org/10.1111/j.1460-2466.1986.tb03039.x
Clements-Cortés, A. (2012, FEBRUARY 10). Music Therapy To Sever the Silence of a Childhood Holocaust Music
Therapy To Sever the Silence of a Childhood Holocaust Survivor Survivor. Kavod Journal, 2(10), -.
https://scholars.wlu.ca/cgi/viewcontent.cgi?article=1012&context=musi_faculty
Dekin, S. (2020, August 7). Men and Emotions: The Importance of Becoming Vulnerable. Mission Harbor Behavioral
Health. https://sbtreatment.com/blog/men-and-emotions-the-importance-of-becoming-vulnerable/
DeVito, J. A. (2007). The Interpersonal Communication Book. Pearson/Allyn and Bacon.
Fajari, Y. I. (2024). Pengelolaan Akun Instagram Sebagai Media Informasi Pariwisata & Media Promosi Produk Lokal
Mojokerto. (Studi Pada Pengelola Akun Instagram @Mojokertojalanjalan). UMM.
https://eprints.umm.ac.id/id/eprint/5378/
Fitriyani, L. (2015). Peran Pola Asuh Orang Tua Dalam Mengembangkan Kecerdasan Emosi Anak. Lentera, 18(1),
-110. https://media.neliti.com/media/publications/145690-ID-peran-pola-asuh-orang-tua-dalam-mengemba.pdf
Gani, D. S., & Lestari, S. B. (2018). Komunikasi dan Pola Asuh Anak dalam Membangun Keharmonisan pada
Keluarga Tenaga Kerja Indonesia (Kasus pada Tenaga Kerja Indonesia di Sojomerto, Kendal). Interaksi Online,
(4), 306-410. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/interaksi-online/article/download/21692/20061
Hanifah, H., Marta, R. F., Panggabean, H., & Amanda, M. (2023). Family communication dynamics: equilibrium with
dialectical tension in "Turning Red" film. Jurnal Studi Komunikasi, 7(1), 049-064.
https://doi.org/10.25139/jsk.v7i1.6046
Nikmatus, I. C., & Wijayanti, Q. N. (2024). Peran Komunikasi Keluarga dalam Mengatasi “Toxic Parents” bagi
Kesehatan Mental Anak. Jurnal Media Akademik, 2(1), 50-61. https://doi.org/10.62281/v2i1.37
Narsaria, A. (2019, 10 17). Boy Dolls: Why Dolls Are Considered Misfit For Boys? ScienceABC.
https://www.scienceabc.com/social-science/why-are-boys-not-allowed-to-play-with-dolls.html
Planned Parenthood Federation of America Inc. (n.d.). Gender Identity & Roles | Feminine Traits & Stereotypes.
Planned Parenthood. https://www.plannedparenthood.org/learn/gender-identity/sex-gender-identity/what-aregender-roles-and-stereotypes
Rahardjo, M. (2018). Paradigma Interpretif. Repository UIN Malang. http://repository.uinmalang.ac.id/2437/1/2437.pdf#page=2.00
Rohinah, V. N., & Setiasih, O. (2023). Analisis Pola Asuh Orang Tua pada Kemandirian Anak Usia Dini. Jurnal
Ilmiah Pendidikan Dasar, 8(1), 404-415. https://doi.org/10.23969/jp.v8i1.7595
Rittenour, C. E., Kromka, S. M., Saunders, R. K., Davis, K., Garlitz, K., Opatz, S. N., Sutherland, A., & Thomas, M.
(2018). Socializing the Silent Treatment: Parent and Adult Child Communicated Displeasure, Identification, and
Satisfaction. Journal of Family Communication, 19(1), 77-93. https://doi.org/10.1080/15267431.2018.1543187
Siregar, M. (2019). Kritik Terhadap Teori Dekonstruksi Derrida. Journal of Urban Sociology, 2(1).
http://dx.doi.org/10.30742/jus.v2i1.611
Smith, K. (2022, August 2). The Male Ego: Definition, Causes, Tips, and More. Psych Central.
https://psychcentral.com/health/male-ego
Sobur, A. (2002). Bercengkerama dengan Semotika. MediaTor Jurnal Komunikas, 3(1), 31-50.
https://ejournal.unisba.ac.id/index.php/mediator/article/view/746/414
Sugiyono. (2013). E-Book Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan RD. Alfabeta.
https://repository.uksw.edu/bitstream/123456789/22853/7/T1_362017102_Daftar%20Pustaka.pdf
Suprobo, S. B. (2018). Hubungan Antara Pola Komunikasi Keluarga dengan Perilaku Agresif Siswa Sma Tiga Maret
(Gama) Yogyakarta.
https://eprints.uny.ac.id/61579/1/Tugas%20Akhir%20Skripsi_Sharif%20Bagus%20Suprobo_12104244053.pdf
Taruna, Y., & Rusdi, F. (2022). Analisis Pola Komunikasi Keluarga dan Pola Asuh dalam Tayangan “Yes Day” Serta
Relevansinya Pada Anak di Medan. Kiwari, 1(3), 551-557. http://dx.doi.org/10.24912/ki.v1i3.15852
Wiryany, D., & Pratami, T. V. (2019). Kekuatan Media Baru YouTube dalam Membentuk Budaya Populer. ArtComm
– Jurnal Komunikasi dan Desain, 2(2). https://doi.org/10.37278/artcomm.v2i02.199
Yoanita, D. (2022). Pola Komunikasi Keluarga di Mata Generasi Z. Jurnal SCRIPTURA, 12(1), 3-42.
9744/scriptura.12.1.33-42



