Analisis Resepsi Personal Branding Emily Cooper Sebagai Digital Marketer Dalam Serial Emily In Paris

Penulis

  • Telkom University
  • Telkom University

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis resepsi audiens terhadap personal branding tokoh Emily Cooper sebagai
digital marketer dalam serial Emily in Paris musim pertama. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan
metode analisis resepsi dari Stuart Hall serta konsep personal branding dari Peter Montoya, yang terdiri atas empat
elemen utama: spesialisasi, kepemimpinan, perbedaan, dan kenampakan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam
terhadap sepuluh mahasiswa Public Relations Universitas Telkom yang telah menonton serial tersebut. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa mayoritas informan berada pada posisi decoding dominant dan negotiated, di mana mereka
cenderung menerima makna personal branding Emily sebagai digital marketer, meskipun beberapa menyesuaikannya
dengan pengalaman atau pandangan pribadi. Informan mengapresiasi strategi komunikasi digital Emily, terutama dalam
membangun citra profesional melalui media sosial. Namun, beberapa juga mengkritisi penggambaran yang dianggap
kurang realistis. Temuan ini menunjukkan bahwa representasi personal branding dalam media fiksi dapat diterima dan
ditafsirkan secara beragam oleh penonton, tergantung pada latar belakang dan pengalaman masing-masing. Penelitian ini
memberikan kontribusi terhadap kajian personal branding di media hiburan serta pemahaman resepsi audiens terhadap
representasi profesional dalam serial televisi.
Kata kunci: analisis resepsi, personal branding, emily cooper, digital marketer, stuart hall

Referensi

Raharjo Siswiyanto, F. (2019). The Master Book Of Personal Branding, Seni Membangun Merek Diri Dengan Teknik

Berbicara. Quadrant.

Sanjaya, R. dan J. T. (2009). Creative Digital Marketing. PT Alex Media Komputindo.

Stuart Hall. (1973). Encoding and decoding in the television discourse. CCCS Selected Working Papers, September,

–414. https://doi.org/10.4324/9780203357071-35

Stuart Hall. (2011). Budaya, Media, Bahasa (S. Rahmana (ed.)). JALASUTRA.

Sugiyono. (2016a). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Cetakan ke). Alfabeta. Sugiyono. (2016b).

Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan Kombinasi (mixed Methods). Alfabeta. Sugiyono. (2019). Metode Penelitian

Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.

Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta. Sugiyono. (2023). Metode Penelitian

Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Tresnawati, Yuni., Prasetyo, K. (2028). Pemetaan Konten Promosi Digital Bisnis Kuliner kika’s Catering di Media

Sosial. Jurnal Profesi Humas.

Urban. (2004). Digital Marketing Strategy. Upper Saddle River, N.J. : Pearson Prentice Hall.

Wardhana. (2022). Brand Marketing:The Art of Branding. Media Sains Indonesia.

Williams, C. (2017). Research Methods. Environmental Science and Engineering.

https://doi.org/https://doi.org/10.1007/978-3-319-10906-0_5

Yusmiati, N. (2024). Digital Marketing pada Perusahaan Savoir dalam Film Emily in Paris. Jurnal Komunikasi,

Masyarakat Dan Keamanan, 6(1), 1–12. https://doi.org/10.31599/nbh3nx04

Zeck, S. (2007). Ien Ang, “Watching Dallas” (Book Review). Vol. 10, I, 108.

https://www.proquest.com/openview/bfebebd163e63dea103be91a63da4e82/1?cbl=1819543&pq- origsite=gscholar

hmad Toni, A., & Fajariko, D. (2018). Studi Resepsi Mahasiswa Broadcasting Universitas Mercu Buana Pada Film

Journalism “Kill The Messenger.” Jurnal Komunikasi, https://doi.org/10.24912/jk.v9i2.161

Allya Ega Annisa hutauruk, (2024). Strategi Personal Branding melalui Pemasaran Online di Era Globalisasi. Jurnal

Bisnis Inovatif Dan Digital, 1(3), 52–59. https://doi.org/10.61132/jubid.v1i3.176

Ang, İ. (1985). Watching Dallas Soap Opera and the Melo.

Creswell, J. W. (2014). Penelitian Kualitatif & Desain Riset. Pustaka Pelajar.

Figurska IR. (2016). Personal branding as an element of employees’ professional development. Human Resources

Management & Ergonomics, 10(2), 33–47. http://frcatel.fri.uniza.sk/hrme/files/2016/2016_2_03.pdf

Finaang. (2024). RAHASIA SUKSES PERSONAL BRANDING UNTUK PEMULA DI ERA SOCIETY (Angel (ed.);

Edisi Kesa). Yash Media.

Gandini, A. (2016). Digital work: Self-branding and social capital in the freelance knowledge economy.

https://doi.org/10.1177/1470593115607942

Gorbatov, S., Khapova, S. N., & Lysova, E. I. (2018). Personal branding: Interdisciplinary systematic review and

research agenda. Frontiers in Psychology, 1–17. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2018.02238

H. Tahapari. (2021). Digital Sinematografi dalam Produksi Acara Televisi & Film. Deepublish. Hair, J. (2023).

Essentials of Business Research Methods.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2026-06-03

Terbitan

Bagian

Prodi S1 Hubungan Masyarakat