Keterlibatan Fans Jujutsu Kaisen Dalam Campaign #Tomoroxjujutsukaisen Pada Platform X: Studi Netnografi
Abstract
Penelitian ini mengkaji keterlibatan penggemar anime dalam kampanye kolaborasi antara Tomoro Coffee dan Jujutsu
Kaisen di platform media sosial X. Fenomena co-branding dengan franchise populer semakin marak sebagai strategi
adaptasi brand terhadap preferensi konsumen. Dalam konteks ini, fandom bertindak sebagai partisipan aktif yang
vokal dan kritis. Kampanye #TomoroxJujutsuKaisen dipilih karena memicu respons organik signifikan dari
penggemar, menjadikannya objek studi yang relevan. Pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode netnography
digunakan untuk memahami dinamika keterlibatan penggemar di lingkungan virtual. Proses netnography mengikuti
enam tahapan Kozinets. Teori Budaya Partisipatif Henry Jenkins menjadi kerangka analisis utama untuk
mengidentifikasi bentuk-bentuk partisipasi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi non-partisipan (melacak
hashtag dan interaksi di X), wawancara virtual dengan informan kunci, dan dokumentasi digital. Data diolah
menggunakan model analisis Miles dan Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data naratif dan tematik, serta
penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan empat bentuk budaya partisipatif: Afiliasi (menyebarkan info,
diskusi kolektif), Ekspresi Kreatif Baru (fanart, meme, desain ulang kemasan), Penyelesaian Masalah Secara
Kolaboratif (berbagi tips, evaluasi kampanye), dan Sirkulasi informasi yang memicu interaksi berantai. Partisipasi ini
didorong oleh loyalitas tinggi penggemar, keinginan memamerkan merchandise, penghargaan terhadap brand,
pengaruh tren, dan Fear of Missing Out (FOMO). Disimpulkan bahwa fandom anime adalah partisipan aktif yang
secara organik membentuk narasi dan jangkauan kampanye.
Budaya Partisipatif, Netnografi, Keterlibatan Penggemar, Kolaborasi Merek, Jujutsu Kaisen.
References
Bruns, A. (2016). User-generated content. The international encyclopedia of communication theory and philosophy,
, 9781118766804.
Gogri, S. (2022). Co-branding: A strategic decision in a competitive world. EPRA International Journal of Economics,
Business and Management Studies, 9(11).
Irfansyah, F., & Purnamasari, O. (2025). Kolaborasi Brand Sepatu Lokal Dengan Karakter Anime: Pengaruhnya
Terhadap Keputusan Pembelian (Survei pada Followers Akun Instagram @Johnson_Indonesia). Saber:
Jurnal Teknik Informatika, Sains dan Ilmu Komunikasi, 3(2), 130-150.
Jenkins, H. (1992). Textual poachers: Television fans & participatory culture. Routledge.
Jenkins, H., Clinton, K., Purushotma, R., Robison, A. J., & Weigel, M. (2009). Confronting the challenges of
participatory culture: Media education for the 21st century. The John D. and Catherine T. MacArthur
Foundation.
Kozinets, R. (2019). Netnography: The essential guide to qualitative social media research.
Murthy, D. (2013). Twitter: Social communication in the Twitter age. Polity Press.
Pearson, R. (2010). Fandom in the digital era. Popular Communication, 8(1), 84-95.
Prakoso, C., Nafis, A. R., Al Fajrin, M., & Lasmy. (2025). The Effect of Co Branding Strategy. Journal of Information
Systems Engineering and Management, 10(28s).
Sa'diyah, S. S. (2019). Budaya penggemar di era digital. Jurnal Ilmu Komunikasi, 2(1).
Sagita, A., & Kadewandana, D. (2018). Hubungan parasosial di media sosial (Studi pada fandom Army di Twitter).
CoverAge: Journal of Strategic Communication, 8(1), 45-58.



