Pemaknaan Founder The Room 19 dalam Menciptakan Atmosfer Ruang Publik Baru

Authors

  • Zahra Saphira Telkom University
  • Lusy Mukhlisiana Telkom University

Abstract

Penelitian ini membahas pemaknaan founder The Room 19 dalam menciptakan atmosfer ruang publik baru melalui
perpustakaan independen. The Room 19 dibentuk sebagai respons terhadap minimnya ruang literasi yang inklusif,
serta keinginan untuk menghadirkan perpustakaan yang tidak hanya menyediakan bacaan, tetapi juga menjadi ruang
aman, terbuka, dan partisipatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui latar belakang serta tujuan founder
dalam membentuk ruang baca ini sebagai ruang publik alternatif yang menjawab kebutuhan sosial masyarakat.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi fenomenologi dan paradigma konstruktivisme.
Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
pengalaman masa kecil, refleksi sosial, dan kegelisahan terhadap ruang baca konvensional menjadi motif yang
melatarbelakangi lahirnya inisiatif ini. Sementara itu, tujuan para founder mencerminkan keinginan untuk
menghadirkan ruang publik berbasis literasi yang mendorong partisipasi aktif masyarakat. The Room 19 menjadi
representasi dari ruang publik baru yang tidak hanya mendukung literasi, tetapi juga menjadi wadah bagi terciptanya
ruang interaksi yang ramah, terbuka, dan mendukung kebebasan berekspresi.
Kata kunci: fenomenologi, pemaknaan, perpustakaan independen, ruang publik, The Room 19.

References

Habermas, J. (1989). The Structural Transformation of the Public Sphere: An Inquiry into a Category of Bourgeois

Society. MIT Press.

Keraf, G. (2009). Diksi dan Gaya Bahasa. Gramedia.

Lubis, U. H., & Azhar, A. A. (2023). Trend Library Cafe dalam Mendukung Budaya Minat Baca Generasi Muda.

Journal of Education Research, 732–741.

Prasetyo, A. A. (2022). Disrupsi perpustakaan sebagai ruang publik: Membedah pemikiran Jurgen Habermas dan

ruang publik digital. Jurnal Filsafat Indonesia, 213–218.

Ritzer, G., & Goodman, D. J. (2007). Teori Sosiologi Modern. Kencana Prenada Media Group.

Schutz, A. (1967). The Phenomenology of the Social World. Northwestern University Press.

Sugiyono, P. D. (2013). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D). Alfabeta.

Sutarno, N. S. (2006). Perpustakaan dan Masyarakat. Sagung Seto.

Published

2026-06-03

Issue

Section

Prodi S1 Hubungan Masyarakat