Studi Pengalaman pada Komunitas Baca Terhadap Pergeseran Makna Perpustakaan Independen
Abstract
Penelitian ini membahas bagaimana komunitas baca memaknai pergeseran fungsi perpustakaan melalui pengalaman
mereka dalam ruang komunitas literasi di perpustakaan independen. Perpustakaan yang dulunya dianggap sebagai
ruang kaku dan membosankan kini mulai bertransformasi menjadi ruang sosial yang lebih inklusif dan kolaboratif,
seperti yang terlihat pada The Room 19 dan Nakara Space. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui because of motive
keterlibatan komunitas baca dalam kegiatan komunitas di perpustakaan independen, serta in order to motive mereka
dalam menjadikan ruang tersebut sebagai bagian dari gaya hidup literasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan
kualitatif dengan metode fenomenologi dan paradigma konstruktivisme. Data diperoleh melalui wawancara
mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas baca mengalami pergeseran
persepsi terhadap perpustakaan dari ruang yang bersifat formal menjadi ruang aman (safe space) yang mendukung
ekspresi diri, kreativitas, dan interaksi sosial. Pergeseran makna ini terbentuk dari pengalaman kolektif dan kebutuhan
akan ruang alternatif yang lebih sesuai dengan karakteristik generasi muda. Dengan demikian, perpustakaan
independen tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga ruang bermakna untuk membangun koneksi sosial dan
budaya literasi yang relevan.
Kata kunci: komunitas baca, Nakara Space, pergeseran makna, perpustakaan independen, The Room 19.
References
Daratirta, D. (2024). Motif “Because Of” dan “In Order To” Pemuda Dalam Pengembangan Rumah Spot
Wisata di Kampung Kayutangan Kota Malang . Brawijaya Journal of Social Science , Vol. 4(No. 1).
Hastini, L. Y., Fahmi, R., & Lukito, H. (2020). Apakah Pembelajaran Menggunakan Teknologi
dapat Meningkatkan Literasi Manusia pada Generasi Z di Indonesia? Jurnal Manajemen
Informatika (JAMIKA), Vol.10(No. 1).
Rochmawati, I., Luqman, R. F., Yunus, S., & Cahyadi, A. T. (2025). Implementasi dan Analisis User
Interface pada Website The Room 19 sebagai Perpustakaan Independen di Kota Bandung .
Visualita Jurnal Online Desain Komunikasi Visual, Vol. 13(No. 2).
Subuki, M. (2011). Semantik: Pengantar Ilmu Bahasa. Transpustaka.
Tulaktondok, L., Patintingan, L. M., Paembonan, D., Parinding, A., & Palullungan, T. E. (2024).
Membangun Budaya Literasi Lewat Komunitas Baca: Sebuah Inisiatif Pengabdian Masyarakat.
Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Pendidikan , Vol.4(No.2).
Ucik, W. (2023). Membangun Komunitas Baca dan Literasi melalui Perpustakaan . Jurnal Literasi
Informasi Perpustakaan, Vol.1(No.1).
Ullmann, S. (2009). Pengantar Semantik (diadaptasi Sumarno). Pustaka Belajar.
Wita, G., & Mursal, I. F. (2022). FENOMENOLOGI DALAM KAJIAN SOSIAL SEBUAH STUDI
TENTANG KONSTRUKSI MAKNA . Jurnal Ilmu Humaniora , Vol.06(No. 2).



