Pengaruh Work-Life Balance Terhadap Turnover Intention Karyawan Generasi Z Di Bandung Raya
Abstract
Generasi Z menjadi kelompok dominan di pasar tenaga kerja Bandung Raya dengan karakteristik yang
menuntut keseimbangan antara pekerjaan yang dilakukan dan kehidupan pribadi. Fenomena tingginya turnover
intention di kalangan generasi ini memunculkan tantangan bagi perusahaan dalam mempertahankan talenta muda.
Penelitian ini bertujuan untuk menelaah pengaruh keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi
terhadap turnover intention karyawan dari satu generasi Z di Bandung Raya.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan kausal. Data dikumpulkan
melalui kuesioner daring kepada 100 responden Generasi Z yang bekerja di berbagai sektor industri. Sampling
purposive digunakan untuk pengambilan sampel, dan analisis data dilakukan dengan menggunakan metode regresi
linier sederhana menggunakan program SPSS versi 25.
Hasil penelitian mengindikasikan bahwa work-life balance berpengaruh negatif dan signifikan
terhadap turnover intention. Hal ini berarti, semakin tinggi tingkat keseimbangan kerja–hidup yang dirasakan oleh
karyawan, semakin rendah kecenderungan mereka untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya. Temuan ini
mengindikasikan pentingnya penerapan kebijakan yang mendukung keseimbangan waktu, keterlibatan, dan kepuasan
karyawan guna menekan tingkat turnover intention.
Penelitian ini diharapkan berperan dalam mendukung perusahaan untuk merancang strategi manajemen sumber
daya manusia yang lebih adaptif terhadap kebutuhan Generasi Z, serta menambah referensi akademik terkait perilaku kerja generasi muda di Indonesia.
Kata Kunci: Work-life balance, Turnover intention, Generasi Z, Manajemen SDM
References
asalamah, A., & Sinaga, S. R. (2023). Work-life balance terhadap intensi keluar karyawan pada sektor perbankan
digital. Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis, 10(1), 45–52.
Danish, R. Q., Ramzan, S., & Ahmad, F. (2019). Impact of reward and recognition on job satisfaction and motivation:
An empirical study from Pakistan. International Journal of Business and Management, 5(2), 159–167.
Deloitte. (2018). The Deloitte Millennial Survey 2018: Millennials disappointed in business, unprepared for Industry
Deloitte. (2022). Deloitte Global Gen Z and Millennial Survey 2022. https://www2.deloitte.com
Gerhart, B. (2008). How important are dispositional factors as determinants of job satisfaction? Implications for job
design and other personnel programs. Journal of Applied Psychology, 74(3), 366–373.
Hair, J. F. (2007). Multivariate data analysis (6th ed.). Pearson Prentice Hall.
Hertanto, D. (2017). Validitas instrumen penelitian pendidikan. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 24(2), 121–
Indrawati. (2015). Metode penelitian manajemen dan bisnis: Konvergensi teknologi komunikasi dan informasi. Refika
Aditama.
Prayogi, D., Syaifullah, M., & Huda, N. (2019). Pengaruh work-life balance terhadap turnover intention karyawan di
perusahaan manufaktur. Jurnal Manajemen Indonesia, 19(3), 235–246.
Riyanto, S., & Hermawan, A. (2020). Dasar-dasar metodologi penelitian. Mitra Wacana Media.
Rostandi, M., & Senen, M. H. (2021). The role of reward system on turnover intention: Empirical study on millennial
and Gen Z employees. Jurnal Sains Manajemen dan Bisnis Indonesia, 11(2), 124–134.
Sari, M. D. (2018). Global leadership study 2018: Dynamics of Indonesia’s workforce. Global Talent Reports.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Tambuwun, S. H., & Sahrani, R. (2023). Karakteristik Generasi Z dan implikasinya dalam dunia kerja modern. Jurnal
Ilmu Sosial dan Humaniora, 5(1), 77–83.
Tirto.id. (2022, Mei 5). Faktor yang paling dipertimbangkan Gen Z saat memilih pekerjaan. https://tirto.id
Wijoyo, H., Pratama, R. A., & Lestari, P. (2020). Persepsi generasi Z terhadap lingkungan kerja ideal. Jurnal Psikologi
dan Pendidikan, 11(1), 1–10.
Yu, W., Kwon, H., & Kim, Y. (2022). Work-life balance and turnover intention among young employees: Evidence
from East Asia. Asia Pacific Journal of Human Resources, 60(2), 204–220



