Analisis Representasi Diri Pengguna Bumble Dalam Menjalin Pertemanan
Abstract
Aplikasi Bumble sebagai jejaring sosial menjadi terobosan komunikasi terbaru untuk membangun pertemanan atau hubungan lainnya. Fenomena penggunaan Bumble didasari kesadaran bahwa banyak individu kini membangun pertemanan di media sosial, khususnya aplikasi jejaring sosial, dengan menampilkan citra diri tertentu agar menarik perhatian. Proses representasi diri ini mempengaruhi cara individu membangun komunikasi digital, namun belum banyak dikaji dalam konteks pertemanan di Bumble. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi diri pengguna Bumble dalam membangun pertemanan, dengan fokus pada norma sosial dan norma personal. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif, dengan wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Informan penelitian terdiri dari psikolog pengembangan diri sebagai ahli dan pengguna Bumble sebagai informan kunci. Hasil penelitian menunjukkan pengguna Bumble merepresentasikan diri dengan menampilkan penampilan menarik melalui foto profil, serta memanfaatkan fitur bio untuk mendeskripsikan diri secara singkat dan relevan dengan kehidupan nyata. Upaya ini dilakukan untuk menarik perhatian lawan pengguna dan membangun pertemanan yang nyaman sesuai norma sosial dan norma personal. Kata Kunci: Bumble, Norma Sosial, Norma Personal, Representasi Diri, Pertemanan
References
Aldin, F. F., Yusuf, D., Azzahra, A., Syarifudin, A., & Safitri, W. (2023). Analisis Teori Penetrasi Sosial dalam Aplikasi Dating (Studi pada Aplikasi Tinder). Communicative: Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam, 4(2), 67–75. https://journal.bungabangsacirebon.ac.id/index.php/communicativeAvinda, N. E. (2023). PEMANFAATAN APLIKASI TINDER SEBAGAI MEDIA REPRESENTASI CITRA DIRI POSITIF MAHASISWA TINGKAT AKHIR ASAL KABUPATEN PATI UNTUK MENCARI PASANGAN (Studi Kualitatif New Media).Azizah, F. N. (2023). Representasi Diri “Generasi Z” Melalui Media Sosial Tiktok (Studi Pada Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya Kelas 4a2 Mata Kuliah Metode Penelitian Kualitatif). Prosiding Konferensi Nasional Sosial Dan Politik (KONASPOL), 1, 129. https://doi.org/10.32897/konaspol.2023.1.0.2364Bramanwidyantari, M., & Helmi, A. F. (2024). Pentingnya keterbukaan dan kejujuran dalam presentasi diri: Studi eksplorasi pengguna aplikasi Tinder. Jurnal Psikologi Sosial, 22(2), 87–100. https://doi.org/10.7454/jps.2024.11David, G., & Cambre, C. (2016). Screened Intimacies: Tinder and the Swipe Logic. Social Media and Society, 2(2). https://doi.org/10.1177/2056305116641976Destriana, M., Aisha, D., & Rohayati, N. (2024). Kesiapan Pada Pengguna Aplikasi Kencan Online (Studi Kuantitatif Deskriptif). Jurnal Penelitian Pendidikan, Psikologi Dan Kesehatan (J-P3K), 5(2), 392–399. https://doi.org/10.51849/j-p3k.v5i2.327Fahida, S. N. (2021). Analisis Semiotika Roland Barthes pada Film “ Nanti Kita Cerita Hari Ini ” ( NKCTHI ) Karya Angga Dwimas Sasongko. Cinematology: Journal Anthology of Film and Television Studies, 1(2), 33–42.Fatiny, N. (2017). Penggunaan Aplikasi Kencan Online Sebagai Gejala Hiperrealitas.Hanggini, H. S. D., Muslihudin, & Wulan, T. R. (2023). Representasi Diri dalam Media Sosial TikTok (Studi Panggung Depan dan Panggung Belakang Seleb TikTok Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman). Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(3), 30757–30765.Hong, S., Jahng, M. R., Lee, N., & Wise, K. R. (2020). Do you filter who you are?: Excessive self-presentation, social cues, and user evaluations of Instagram selfies. Computers in Human Behavior, 104. https://doi.org/10.1016/j.chb.2019.106159Maharani, S., & Manalu, S. R. (2017). Analisis faktor pendorong dalam melakukan online dating. Interaksi Online, 5(4), 1–6.Peng, K. (2020). To be attractive or to be authentic? How two competing motivations influence self-presentation in online dating. Internet Research, 30(4), 1143–1165. https://doi.org/10.1108/INTR-03-2019-0095Pramistiyani, A., Oktaviani, F., & Komunikasi, F. I. (2022). Proses Membangun Hubungan Interpersonal the Process of Building Interpersonal Relationships. Jurnal Ilmu Komunikasi UHO:Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi, 7(2), 369–386.Puspitasari, I., & Aprilia, M. P. (2022). Penetrasi Sosial dalam Mencari Pasangan Pada Aplikasi Kencan Online Bumble. MUKASI: Jurnal Ilmu Komunikasi, 1(3), 196–211. https://doi.org/10.54259/mukasi.v1i3.986Ranzini, G., & Lutz, C. (2017). Love at first swipe? Explaining Tinder self-presentation and motives. Mobile Media and Communication, 5(1), 80–101. https://doi.org/10.1177/2050157916664559Riesmeyer, C., Zillich, A. F., & Wunderlich, A. (2022). “ I appear natural . I am unique .” Personal and Social Norms of Visual Self- ” I a ppear natural . I am unique . ” Personal and Social Norms of Visual Self- Presentation on Tinder and Bumble. July.Roshchupkina, O., Kim, O., & Lee, E. J. (2022). Rules of Attraction: Females Perception of Male Self- Representation in a Dating App. Asia Marketing Journal, 24(4), 169–177. https://doi.org/10.53728/2765- 6500.1597Sari, W. P., & Kusuma, R. S. (2018). Presentasi Diri dalam Kencan Online pada Situs dan Aplikasi Setipe dan Tinder. Mediator: Jurnal Komunikasi, 11(2), 155–164. https://doi.org/10.29313/mediator.v11i2.3829Setianty, U. S. (2023). Gambaran dan faktor repesentasi diri pada pengguna media sosial tinder. http://etheses.uin-malang.ac.id/47593/1/18410161.pdfSugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.Tresnawati, Y., Rahayu, M., & Husen, M. (2019). Tinder and Impact on Personal and Social Life. 219(Icpc). https://doi.org/10.2991/icpc-18.2019.19Welta, F. (2013). Perancangan Social Networking. Proceeding PESAT (Psikologi, Ekonomu, Sastra, Arsitektur & Teknik Sipil), 5, 8–9.



