Representasi Nilai Liberal Dalam Film The Truman Show (Analisis Semiotika John Fiske)
Abstract
Penelitian ini membahas representasi nilai liberal dalam film The Truman Show dengan menggunakan metode
semiotika John Fiske. Film menggambarkan perjuangan individu dalam memperoleh hak kebebasan di tengah kontrol
sosial. Metode kualitatif digunakan dengan pendekatan semiotika John Fiske yang terdiri dari tiga level analisis,
realitas (ekspresi, gestur, percakapan, perilaku), representasi (kamera, pencahayaan, musik), dan ideologi. Penelitian
ini bertujuan untuk menjelaskan pemaknaan kode-kode Level Realitas, Level Representasi, dan Level Ideologi nilai
liberal yang terdapat dalam film The Truman Show. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi kajian
komunikasi, khususnya dalam memahami bagaimana film sebagai produk budaya dapat merepresentasikan nilai-nilai
ideologis tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai liberal dalam The Truman Show direpresentasikan
melalui berbagai tanda visual dan naratif yang menggambarkan perjuangan karakter utama dalam memperoleh
kebebasannya. Truman digambarkan sebagai individu yang semakin menyadari konstruksi sosial di sekitarnya,
kemudian memberontak terhadap sistem yang membatasi kebebasannya. Melalui analisis pada tiga level semiotik
John Fiske, ditemukan bahwa dalam level realitas Truman mencerminkan keinginannya untuk bebas; level
representasi memperkuat makna simbolik dari perjalanan Truman; sedangkan pada level ideologi, film ini secara tegas
menyuarakan kebebasan individu sebagai hak dasar yang harus diperjuangkan. Penelitian ini menegaskan bahwa film
The Truman Show mengandung representasi nilai liberalisme melalui elemen-elemen di dalamnya.
Kata Kunci: Liberalisme, Nilai liberal, Semiotika, Film.
References
Aravindhan, P. (2018). The Validity of The Truman Show: Is Our Reality Real?. Questions: Philosophy for Young
People, 18,, 11-12.
Asri, R. (2020). Membaca Film Sebagai Sebuah Teks: Analisis Isi Film. Jurnal Al Azhar Indonesia Seri Ilmu Sosial,
(2), 74-86.
Batubara dkk. (2021). Liberalisme John Locke dan pengaruhnya dalam tatanan kehidupan. Jurnal Education and
Development, 9(4), 9, 485-491.
Effendy, O. U. (2007). ILMU KOMUNIKASI Teori dan Praktek. Bandung: REMAJA ROSDAKARYA.
Fitriyani, N. (2024). Signifikansi Tipografi: Telaah Film Sekuel Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini sebagai Entitas
Keterhubungan Ruang Diegetik dan Non-Diegetik dalam Naratif. Jurnal IMAJI: Film, Fotografi, Televisi,
dan Media Baru Vol. 15 No. 3, 178-190.
Gindler, A. (2021). The theory of the political spectrum. Journal of Libertarian Studies, 24(2), 240-241.
Hamdi, A. N. (2018). PERLINDUNGAN NEGARA TERHADAP HAK KEBEBASAN PRIBADI DALAM
PERSPEKTIF HAK ASASI MANUSIA. As Siyasah, Vol. 3(1), 41-46.
Khairunissa dkk. (2023). Pembentukan Watak Tokoh melalui Representasi Ekspresi Wajah dalam Animasi Isle Of
Dogs (2018). ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia, 9(03), 360-375.
Manzilati, A. (2017). Metodologi penelitian kualitatif: Paradigma, metode, dan aplikasi. . Malang: Universitas
Brawijaya Press.
McQuail, D. (1987). Teori Komunikasi Massa: Suatu Pengantar. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Morissan, A. C. (2013). Teori Komunikasi. Jakarta: Penerbit Ghalia Indonesia.
Mulyana, D. (2016). Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Mustofa dkk. (2022). FUNGSI KOMUNIKASI MASSA DALAM FILM. AT-TAWASUL, 2(1), 2, 1-8.
Nida, F. L. (2014). Persuasi dalam media komunikasi massa. Jurnal Komunikasi Penyiaran Islam “AT-TABSYIR,
(2), 77-95.
Panuju, R. (2019). FILM SEBAGAI GEJALA KOMUNIKASI MASSA. Surabaya: Inteligensia Media.
Pratista, H. (2020). Memahami Film-Edisi 2. Yokyakarta: Montase press.
Puspitalova, A. T. (2025, Februari 10). Deretan Kasus Peretasan Hacker Bjorka, Siapa Saja yang Pernah Diancam
akan Dibobol. Retrieved from www.tempo.co: https://www.tempo.co/digital/deretan-kasus-peretasanhacker-bjorka-siapa-saja-yang-pernah-diancam-akan-dibobol-1204949 (Diakses pada 13 Februari 2025,
:15)
Rayhaniah, S. A. (2022). Semiotika Komunikasi. CV. MEDIA SAINS INDONESIA.
Rumaf, N. &. (2018). Representasi Kebebasan Tokoh Utama Dalam Novel Trilogi Soekram Karya Sapardi Djoko
Damono (Tinjauan Eksistensialisme). KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya,
(2), 192-199.
Tambunan, N. (2018). Pengaruh komunikasi massa terhadap audiens. JURNAL SIMBOLIKA Research and Learning
in Communication Study, 4(1), 24-31.
Taufik, M. (2016). PROBLEMATIKA PRIVASI DALAM MEDIA (KAJIAN PRIVASI SEBAGAI NILAI
MORAL). Refleksi: Jurnal Filsafat dan Pemikiran Islam, 16(1), 139-160.
Vera, N. (2022). Semiotika Dalam riset komunikasi: Edisi Revisi. Depok: PT RajaGrafindo Persada.
Zahara, N. &. (2023). Pengaruh Media Sosial Terhadap Kebebasan Berekspresi Dan Privasi Di Era Digital. Surplus:
Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 2(1), 65-69.



