Wacana Kekerasan Seksual Pada Perempuan Dalam Lingkup Keagamaan (Analisis Wacana Kritis Sara Mills Dalam Film "Tuhan Izinkan Aku Berdosa")
Abstract
Penelitian ini menganalisis wacana kekerasan seksual dalam lingkup keagamaan yang direpresentasikan dalam film Tuhan Izinkan Aku Berdosa menggunakan kerangka analisis wacana kritis Sara Mills. Dengan fokus pada level kata, kalimat, dan wacana, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana bahasa dan representasi visual dalam film membentuk narasi kekerasan seksual yang berakar pada dominasi kekuasaan dan ideologi patriarki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini secara eksplisit menggambarkan kekerasan seksual melalui penggunaan diksi yang merendahkan dan mengobjektifikasi perempuan, seperti "nikah siri," "lonte," "gila," dan "burung merak," yang secara halus memanipulasi dan mengeksploitasi kerentanan korban. Pada level wacana, film ini memperlihatkan perubahan karakter Kiran dari seorang yang idealis menjadi korban yang tertekan secara psikologis akibat kekerasan yang dialaminya. Fragmentasi adegan, fokalisasi yang menempatkan perempuan sebagai objek, dan skemata yang menunjukkan penyalahgunaan otoritas agama, semuanya berkontribusi pada penguatan narasi patriarki. Film ini tidak hanya merefleksikan realitas pahit kekerasan seksual yang sering disamarkan oleh topeng kesalehan, tetapi juga berfungsi sebagai kritik tajam terhadap struktur kekuasaan yang timpang dalam masyarakat. Penelitian ini menegaskan bahwa kekerasan seksual dalam lingkup keagamaan adalah isu kompleks yang melibatkan manipulasi bahasa, relasi kuasa, dan hegemoni budaya patriarki, yang memerlukan dekonstruksi wacana untuk mencapai kesetaraan gender.
Kata Kunci: Kekerasan Seksual, Lingkup Keagamaan, Film Tuhan Izinkan Aku Berdosa, Analisis Wacana Kritis Sara Mills, Patriarki.
References
Al Rahman, N. (2019). Pelecehan Seksual Verbal pada Mahasiswi Berjilbab (Studi Tentang Pemaknaan Pengalaman Pelecehan Seksual Verbal bagi Mahasiswi Berjilbab di Kota Surabaya).
Ayun, P. Q. (2015). Sensualitas dan Tubuh Perempuan dalam Film-film Horor di Indonesia (Kajian Ekonomi Politik Media).
Darmawan, A. (2022). Analisis Wacana Kritis Sosial dalam Teks Surat Kabar Pasca Reformasi. In Journal of Education Research (Vol. 3, Issue 4).
Desipriani, Suprianingsih, & Fahzurrahman, M. (2022). Pelatihan Beauty Shot Photography Dengan Kamera Handphone Pada Murid Tatarias Pengantin.
Dinar, D. K. (2010). Isu Gender Dalam Konteks Pasca Kolonial. Islamia.
Fitri Pebriaisyah, Bz., Wilodati, W., & Komariah, S. (2022). Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan Keagamaan: Relasi Kuasa Kyai Terhadap Santri Perempuan di Pesantren. SOSIETAS, 12(1), 1-14. https://doi.org/10.17509/sosietas.v12i1.48063
Fuadi, M. A. (2011). Dinamika Psikologis Kekerasan Seksual: Sebuah Studi Fenomenologi.
Haryatmoko. (2007). Etika Komunikasi: Manipulasi Media, Kekerasan Dan Pornografi. Kanisius.
Intan, A. C. (2018). Poligami dalam Perspektif Hukum Islam The Polygamy in the Perspectif of Islamic Law.
Irma Sakina, A., & Dessy Hasanah Siti, dan A. (2017). MENYOROTI BUDAYA PATRIARKI DI INDONESIA. Social Work Jurnal, 7, 1-129. http://www.jurnalperempuan.org/blog2/-akar-
Masitoh. (2020). PENDEKATAN DALAM ANALISIS WACANA KRITIS.
Mills, S. (2004). Language And Sexism.
Mulyani, T., Rustim, H., Ki, J., Dewantara, H., Tengah, J., & Pos, K. (2023). ANALISIS WACANA KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP PEREMPUAN DALAM FILM DEMI NAMA BAIK KAMPUS DAN PLEASE BE QUIET. In Rekam: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi (Vol. 19, Issue 2).
Nugraha, R. A. (2022). Kekerasan Seksual dalam Perspektif Dominasi Kuasa. Ijougs: Indonesia Journal of Gender Studies, 3(1).
Prasetya, H., Dinda, D., & Rahman, A. (2020). BENTUK KEKERASAN PADA PEREMPUAN DALAM BERPACARAN DI FILM POSESIF. http://journal.moestopo.ac.id/index.php/pustakom
Retnowulandari, W. (2010). Budaya Hukum Patriarki Yunani Versus Feminis Dalam Penegakan Hukum Persidangan Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan.
Roro, R., Astu, N., Program, K., Komunikasi, S. I., Ilmu, F., Bisnis, A., & Komunikasi, I. (2023). Analisis Resepsi Kekerasan Seksual pada Perempuan dalam Film Penyalin Cahaya. In JURNAL INTERACT (Vol. 12, Issue 2). http://ojs.atmajaya.ac.id/index.php/fiabikom/index
Soraya, L. H. (2020). KEKERASAN SEKSUAL PADA PEREMPUAN DALAM PERSPEKTIF AL-QURAN DAN HADIS.
Sugiyono. (2018). METODE PENELITIAN KUANTITATIF, KUALITATIF DAN R&D. Alfabeta.
Taqwiem, A. (2024). Patriarki dan Perlawanan Perempuan dalam Konteks Bumi Manusia (N. Duniawati, Ed.). CV. Adanu Abimata.
Yohanda, D. M., Baramastira, G. C. R., & Kusumohendrarto, R. H. (2025). ANALISIS SINEMATOGRAFI: PENGGUNAAN WARNA PADA "FILM AADC? 2." https://doi.org/https://doi.org/10.34001/jsuluh.v8i1.7963
You, Y. (2021). Patriarki, Ketidakadilan Gender, dan Kekerasan atas Perempuan: Model Laki-Laki baru Masyarakat Hubula Suku Dani. Nusamedia.
Yusuf, H. (2023). Pembatalan Pernikahan Akibat Penipuan Identitas Poligami.
Zoetmulder, P. J. (1982). Old Javanese-English dictionary: A-O (I). Netherlands: S'Gravenhage - Martinus Nijhoff.



