Pengalaman Fans “Baladewa” Terhadap Strategi Dewa 19 Dalam Menjaga Loyalitas Penggemar

Authors

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi pengalaman emosional para penggemar Dewa 19, yang dikenal sebagai Baladewa, dalam keterlibatan mereka melalui konser, meet and greet, serta aktivitas komunitas. Menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi, penelitian ini bertujuan mengungkap bagaimana pengalaman tersebut dimaknai secara subjektif oleh para penggemar. Teori yang digunakan adalah Customer Experience (Pine & Gilmore, 1998) yang mencakup empat dimensi: entertainment, educational, escapist, dan esthetic. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi saat konser Dewa 19 Featuring All Stars 2.0, serta dokumentasi komunitas Baladewa di Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan penggemar tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga memberi ruang refleksi, pelarian emosional, serta kepuasan estetika yang mendalam. Pengalaman ini membentuk ikatan emosional yang berarti, yang mendorong loyalitas penggemar dalam jangka panjang. Kata kunci: Dewa 19, Baladewa, Customer Experience, Fenomenologi, Pengalaman Fans

References

Jenol, M., & Pazil, N.H.A. (2020). Escapism and Motivation: Understanding K-Pop Fans’ Well-Being and Identity.

GEOGRAFIA Online™ Malaysian Journal of Society and Space.Pine, B.J., & Gilmore, J.H. (1998). Welcome to the Experience Economy. Harvard Business Review, 76(4), 97–105.

Sobur, A., et al. (2018). The Meaning of K-Pop and Self-Concept Transformation of K-Pop Fans in Bandung.

MIMBAR, Jurnal Sosial dan Pembangunan.

Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Wijaya, S.A. (2020). Fenomenologi sebagai Pendekatan Penelitian Sosial. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 9(2), 122–130.

Published

2026-08-01

Issue

Pages

5601 - 5603

Section

Prodi S1 Hubungan Masyarakat