Makna Peran Ayah Dalam Iklan Tv Pepsodent (analisis Semiotika Roland Barthes Pada Iklan Tv Pepsodent Versi “sikat Gigi Pagi Dan Malam 2015â€)
Abstract
Iklan sampai saat ini masih menjadi sarana promosi yang paling banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia.Selain sebagai bentuk promosi, iklan juga mampu memberi gambaran mengenai realitas yang ada salah satunya mengenai peran Ayah dalam keluarga yang digambarkan dalam iklan televisi. Latar belakang penelitian ini berhubungan dengan iklan produk kebutuhan sehari-hari yang didominasi oleh sosok Ibu. Namun, Pepsodent sebagai produk pasta gigi ternama di Indonesia, beberapa kali memunculkan sosok Ayah secara lebih dominan dibandingkan dengan sosok Ibu. Penelitian ini difokuskan pada analisis makna peran Ayah yang terkandung dalam iklan Pepsodent Versi “Sikat Gigi Pagi dan Malam 2015†berdasarkan Semiotika Roland Barthes. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui makna peran seorang Ayah menurut tataran denotasi dan konotasi. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui mitos apa yang muncul dalam iklan Pepsodent ini. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan paradigma konstruktivisme. Berdasarkan hasil penelitian, makna denotasi dari iklan Pepsodent tersebut adalah masih kurangnya tingkat kesadaran masyarakat Indonesia untuk menyikat gigi pagi dan malam terutama para orangtua. Makna konotasinya adalah Ayah sebagai panutan anak-anak sering kali belum memberi contoh yang baik pada anak, dan iklan ini menunjukkan adanya kedekatan yang lebih antara Ayah dengan anak. Mitos yang muncul adalah kedekatan anak perempuan dengan Ayahnya dan mitos laki-laki dewasa yang kurang memperhatikan kesehatan gigi dan mulut. Kata Kunci: Makna, Peran Ayah, Iklan televisi, Semiotika Roland BarthesReferences
Ardianto, Elvinaro dkk. (2007). Komunikasi massa suatu pengantar edisi revisi. Simbiosa Rekatama Media.
Bungin, Burhan. (2008). Konstruksi sosial media massa. Kencana Prenada Media Group.
Bungin, Burhan. (2013). Metodologi penelitian sosial & ekonomi. Kencana Prenada Media Group.
Danesi, Marcel. (2010). Pesan, tanda, dan makna. Jalasutra.
Daryanto. (2011). Ilmu komunikasi i. PT Sarana Tutorial Nurani Sejahtera.
Effendy, Onong Uchjana. (2009). Ilmu komunikasi teori dan praktek. PT Remaja Rosdakarya.
Fachruddin, Andi. (2012). Dasar-dasar produksi televisi. Kencana Prenada Media Group. ISSN : 2355–9357 e-Proceeding of Management : 3(3)December 2016 | Page 3675 Fiske, John. 2011 . Cultural and Communication Studies. Jalasutra.
Ida, Rachmah. (2014). Metode penelitian studi media dan kajian budaya. Prenada Media Group.
Kaufman, Gayle. (1999). The potrayal of men’s family roles in television commercials. Diakses pada www.researchgate.net (28 Oktober 2015, pukul 21.15 WIB).
Lidyasari, Aprilia Tina. (2012). Pola asuh otoritatif sebagai sarana pembentukan karakter anak dalam setting keluarga. Diakses pada www.uny.ac.id (2 Mei 2016, pukul 16.19 WIB).
Millerson, Gerald & Jim Owens. (2009). Television production fourteenth edition. Focal Press.
Morissan. (2010). Periklanan komunikasi pemasaran terpadu. Kencana Prenada Media Group.
Morissan. (2013). Teori komunikasi tentang komunikator, pesan, percakapan, dan hubungan. Ghalia Indonesia.
Purba, Amir dkk. (2006). Pengantar Ilmu komunikasi. Pustaka Bangsa Press.
Wibowo, Ibnu Teguh. (2013). Belajar desain grafis. Buku Pintar.
Wibowo, Indiwan Seto Wahyu. (2013). Semiotika komunikasi aplikasi praktis bagi penelitian dan skripsi komunikasi. Mitra Wacana Media.



