Pengaruh Pendidikan Kewirausahaan Terhadap Niat Berwirausaha Mahasiswa Mbti Angkatan 2013 Telkom University
Abstract
Pendidikan kewirausahaan adalah faktor penting dalam meningkatkan niat berwirausaha pada mahasiswa, karena dengan adanya pendidikan kewirausahan yang diberikan oleh universitas diharapkan dapat menjadi bekal untuk mahasiswa agar dapat berwirausaha dan membuka lapangan pekerjaan yang baru. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh pendidikan kewirausahaan terhadap niat berwirausaha mahasiswa MBTI angkatan 2013 dan seberapa besar pengaruh pendidikan kewirausahaan terhadap niat berwirausaha mahasiswa MBTI angkatan 2013. Penelitian ini menggunakan metode kuantitaif dengan jenis penelitian deskriptif, pengumpulan data dengan menyebarkan kuesioner pada mahasiswa Universitas Telkom prodi MBTI angkatan 2013, total responden adalah 211 responden. Teknik analisis menggunakan regresi linier sederhana dan uji hipotesis menggunakan uji-t. untuk proses pengolahan data menggunakan Microsoft Excel 2013 dan SPSS 20 for windows. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa variabel pendidikan kewirausahaan berpengaruh signifikan terhadap niat berwirausaha mahasiswa. Kata kunci: Pendidikan kewirausahan, niat berwirausaha.References
Ajzen, I. (2005). Attitudes, personality and behavior. Maidenhead, England ; New York: Open University Press. Ajzen, Icek. (2005). Attitudes, Personality and Behavior 2ndEdition. England: Open University Press.
Andyana, A., Igusti, L., Agung, & Made, P. N. (2016). Kewirausahaan, self efficacy dan locus of control pada niat berwirausaha.
Basrowi. (2011). Kewirausahaan untuk perguruan tinggi. Ghalia Indonesia.
Badan pusat statistik. (2016). Data jumlah pengangguran dan jumlah angkatan kerja Indonesia www. bps.go.id/. Diakses pada tanggal 22 juni 2016.
Cnn. (2016). Situs surat kabar online. www.cnnindonesia.com/. Diakses pada tanggal 22 juni 2016.
Darmawan. (2013). Metode penelitian kuantitatif. Remaja Rosdakarya.
Daryanto. (2012). Pendidikan kewirausahaan. Gava Media.
Dewanti, R. (2008). Kewirausahaan. Jakarta. Mitra Wacana Media.
Desai. (2009). Perlunya kebijakan kewirausahaan. Diambil dari pada tanggal 22 juni 2016. http://www.sbm.itb.ac.id/perlunya-kebijakan-kewirausahaan/.Diakses
Fishbein, M., & Ajzen, I. (1975). Belief, attitude, intention and behavior: An introduction to. Theory and Research. MA: Addison-Wesley.
Galloway, L., & Brown, W. (2002). Entrepreneurship education at University: A driver in the creation of high growth firms ? UK. MCB UP Ltd.
Ghozali, I. (2013). Aplikasi analisis multiverate dengan program. Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Rusdiana, H. A. (2014). Kewirausahaan teori dan praktik. CV PUSTAKA SETIA.
Hatammimi, J., & Fauziyah, Y. (2013). Pemahaman terhadap mata kuliah entrepreneurship dan kaitannya dengan keinginan memulai bisnis.
Indrawati. (2015). Metode penelitian manajemen dan bisnis: Konvergensi teknologi komunikasi dan informasi. PT. Refika Aditama.
Asmani, J. M. (2011). Sekolah entrepreneur. Harmoni.
Jabarprov.go.id. (2016). Situs data provinsi jawa barat. Diambil dari pada tanggal 16 desember 2016. http://pusdalisbang.jabarprov.go.id/.diakses
Kasmir. (2006). Kewirausahaan. Jakarta:PT RAJAGRAFINDO PERSADA.
Kuswara, H. (2012). Strategi perguruan tinggi mewujudkan entrepreneurial campus diambil dari: Pada tanggal 27 September 2016. http://www.dikti.go.id/?p=1328&lang=id/.Diakses
Lundvall, B. (1997). Why study national systems and national styles of innovation? Technology analysis and strategic management , 4 (10), 407–420.
Matlay, H. (2005). Researching entrepreneurship and education: Part 1: What is entrepreneurship and does it matter? Education + training , 47 (8/9), 665–677.
Nasution, A. (2011). Miliki spirit entrepreneuer (part 3). Diambil dari Kompasiana pada tanggal 24 september 2016. http://www.kompasiana.com/www.technopreneursociety.com/milikispirit-entrepreneur-part3_550b9a09a3331161192e3a26/.Diakses
Riduwan, & Kuncoro. (2011). Cara menggunakan dan memakai path analysis (analisis jalur). Alfabeta.
Refaldi. (2016). Wirausahawan sangat berperan dalam meningkatkan perekonomian Indonesia. Diambil dari www.bps.go.id/. Diakses pada tanggal 22 juni 2016.
Sarjono, H., & Julianita, W. (2011). SPSS vs lisrel, sebuah pengantar aplikasi untuk riset. Salemba Empat.
Sekaran, U. (2011). Research methods for business edisi i and 2. Salemba Empat.
Shepherd, D. (2004). Educating entrepreneurship students about emotion and learning from failure. Academy of Management Learning and Education , 3 (3), 274–287.
Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sujarweni, V. (2012). Statistika untuk penelitian. Graha Ilmu.
Suryana. (2006). Kewirausahaan, pedoman praktis : Kiat dan proses menuju sukses. Salemba Empat.
Telkom University. (2013). Profil telkom University,. Tersedia: the creation of high growth firms? Education + Training, 44(8/9): 398–405. Telkom University. (2016). Situs kampus Telkom University. Diambil dari. pada tanggal 22 juni 2016. ISSN : 2355–9357 e-Proceeding of Management : 4(3)Desember 2017 | Page 2486. https://bms.telkomuniversity.ac.id/about-us-2/.diakses
Tempo. (2016). Situs surat kabar media online. pada tanggal 15 desember 2016. https://m.tempo.co/read/news/2016/05/23/092773404/menangkan-mea-jokowi-ri-perlu-5-8-jutapengusaha-muda-baru/.diakses
Tubbs, M., & Ekegerg, S. (1991). The role of intentions in work motivation: Implications for goal-setting theory and research. Academy of Management Review , 16, 180–199.
Tung, L. C. (2011). The impact of entrepreneurship education on entrepreneurial intention of engineering students.
Zulfikar, & Budiantara, I. N. (2014). Manajemen riset dengan pendekatan komputasi statistika. Deepublish.



