Produksi Film Dokumenter "Gejolak Daun Emas"

Sinatrian Lintang Raharjo, Reni Nuraeni

Abstract

Indonesia adalah penghasil tembakau dan cengkeh sekaligus. Dari pengolahan dan racikan tembakau dan cengkeh inilah yang melahirkan “rokok cengkehâ€, atau lebih dikenal dengan sebutan kretek. Budaya kretek banyak diceratakan didalam sejarah – sejarah masyarakat Indonesia. Bahan utama yang digunakan untuk membuat kretek adalah tembakau.Tembakau dihasilkan dari berbagai daerah di Indonesia. mulai dari Deli, Lampung, Sumedang, Garut, Temanggung, Wonosobo, Magelang, Kedu, Muntilan, Boyolali, Madura, Kediri, Jember, Bojonegoro, Probolinggo, Besuki, Lombok. Tetapi dalam hal ini Penulis akan mengangkat realita dari petani Tembakau di Temanggung, Jawa Tengah. Temanggung dipilih karena saat era merupakan bagian dari Karisidenan Kedu di era Kolonial. Sejak dulu Kedu dikenal sebagai tempat yang cocok untuk budidaya tembakau. Tembakau dari kawasan Kedu khususnya daerah Temanggung, merajai pasar tembakau yang diserap industri. Ini tak lepas dari status tembakaunya sebagai tembakau lauk. Saat ini nasib petani tembakau mengalami kesulitan ekonomi setelah gagal panen tahun 2016 yang diakibatkan oleh musim hujan sepanjang tahun yang mengganggu perkembanagn tembakau. Lalu munculnya berbagai peraturan untuk mengendalikan Tembakau terutama yang telah dilakukan oleh WHO.World Health Organization (WHO) memang telah mengadopsi Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) dalam Sidang Kesehatan Dunia (World Health Assembly) ke-56 pada 2003. Oleh sebab itu penulis ingin mengangkat kasus tersebut kedalam film dokumenter.

Kata kunci: Dokumenter, Tembakau, Direct Cinema, Temanggung

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :0