Pengaruh Financial Distress, Debt Default, Reputasi Auditor Dan Corporate Social Responsibility Terhadap Penerimaan Opini Audit Modifikasi Going Concern (studi Kasus Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2011-2013)
Abstract
Perusahaan manufaktur memiliki ciri khas yaitu mengelolah bahan bakunya sendiri hingga menjadi barang jadi melalui proses pabrikasi. Industri manufaktur merupakaan sektor yang memiliki sensifitas tinggi terhadap perubahan kondisi ekonomi makro serta memiliki volatilitas return saham yang berbeda. Pada saat terjadi krisis subprime mortagage tahun 2008, industri manufaktur merupakan industri paling pertama yang terkena imbasnya, hal ini dikarenakan industri manufaktur menyumbang dana kepemerintah sebesar 24.5% dan merupakan industri paling besar yang menyumbang dana ke pemerintah. Auditor sebagai pihak yang independen diharapkan dapat menilai kewajaran laporan keuangan perusahaan dan keberlangsungan hidup perusahaan dimasa yang akan dating. Penelitian ini didasari oleh Standard Profesional Akuntan Publik (2011) yang menyatakan bahwa auditor mengevalusi apakah terdapat kesangsian besar mengenai kemampuan entitas mempertahankan kelangsungan hidupnya dalam jangka waktu pantas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh financial distress, debt default, reputasi auditor dan corporate social responsibility terhadap penerimaan opini audit modifikasi going concern. Data yang digunakan merupakan data sekunder. Setelah dilakukan purposive sampling pada perusahan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, terpilih 66 sampel. Teknik yang digunakan untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini adalah analisis regresi logistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa debt default, reputasi auditor dan corporate social responsibility tidak berpengaruh terhadap penerimaan opini audit modifikasi going concern. Sedangkan financial distress berpengaruh negative terhadap penerimaan opini audit modifikasi going concern.
Kata kunci: going concern, financial distress, debt default, reputasi auditor, dan corporate social responsibility
References
Astuti, Irtani Retno. (2012). Pengaruh Faktor Keuangan dan Non Keuangan Terhadap Penerimaan Opini Audit Going Concern. Semarang : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro
Carcello, J.V., dan Neal, T. 2002. Audit Committee Composition and Auditor Reporting.
Chen, K.C.W. and Church. (1992). Default on Debt obligations and Auditor Report. Auditing : A Journal of Practice & Theory. Fall. pp. 30 – 49.
DeAngelo, L.E. 1981. Auditor Size and Auditor Quality. Journal of Accounting and Economics. December. pp 183-199.
Fahmi, Irham. 2013. Manajemen Strategis : Teori dan Implikasi. Bandung : Alfabeta
Geiger, Marshall A, and Dasaratha V.Rama. (2006). Audit Firm Size and Going Concern Reporting Accuracy. Accounting horizons, Vol.20 No.1:1-17.
Hamdani,Dani Ali. (2013). Pengaruh Pertanggungjawaban Perusahaan(Corporate Social Responsibility) Terhadap Keberlanjutan Usaha (Going Concern) Studi Kasus Pada PT. Telkom Indonesia. Bandung: Universitas Pasundan.
Ikatan Akuntan Indonesia. (2011). Standar Profesional Akuntan Publik: Per 31 Maret 2011. Cetakan Pertama. Jakarta: Salemba Empat.
Januarti, Indira dan Mirna Dyah Praptitorini. (2007). Analisis Pengaruh Kualitas Audit, Debt Default dan Opinion Shopping terhadap Penerimaan Opini Going Concern. Simposium Nasional Akuntansi X, Unhas Makassar, 26-28 Juli.
Junaidi dan Jagiyanto, H. (2010). Faktor Non Keuangan Pada Opini Going Concern. Simposium Nasional Akuntansi XIII. Purwokerto
Komalasari, Argianti. 2004. Analisis pengaruh kualitas opini auditor dan proxy going concern terhadap opini auditor. Jurnal Akuntansi dan Keuangan, Vol. 9 No. 2, Juli: 1-14
Mutchler, Jane F., William Hopwood, James M. McKeown. 1997. The Influence of Contrary Information and Mitigating Factors on Audit Opinion Decisions on Bankrupt Companies. Journal of Accounting Research, Vol. 35 No. 2 (Autumn): 295-310
Platt, H., dan M. B. Platt. 2002. Predicting Financial Distress. Journal of Financial Service Professionals, Volume 26, Number 2:184-199.
Praptitorini, Mirna Dyah dan Indira Januarti. 2011. Analisis Pengaruh Kualitas Audit, Debt Default dan Opinion Shopping terhadap Penerimaan Opini Going Concern. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol 8. Juni 2011
Ramadhany, Alexander. (2004). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penerimaan Opini Going Concern Pada Perusahaan Menufaktur Yang Mengalami F inancial Distress Di Bursa Efek Jakarta. www.google.com
Rudito, Bambang dan Melia Famiola. (2013). Corporate Social Responsibility. Bandung : Rekayasa Sains
Untung, Budi Hendrik. (2008). Corporate Social Responsibility. Jakarta : Sinar Grafika
www.finance.detik.com



