Kinerja Keuangan Dan Kapabilitas Perusahaan Sebelum Dan Sesudah Implementasi Enterprise Resource Planning (erp) (studi Pada Perusahaan Manufaktur Pengguna Enterprise Resource Planning Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2008-2016)

Amiennia Rektiani, Sri Rahayu, Siska Priyandani Yudowati

Abstract

Penilaian prestasi atau kinerja suatu perusahaan diukur karena dapat dipakai sebagai dasar pengambilan keputusan baik pihak internal maupun eksternal. Kinerja keuangan perusahaan merupakan suatu gambaran tentang kondisi keuangan suatu perusahaan yang dianalisis dengan alat-alat analisis keuangan, sehingga dapat diketahui baik buruknya keadaan keuangan perusahaan. Kinerja perusahaan tidak bisa dipisahkan dengan kapabilitas perusahaan. Kapabilitas pada dasarnya menggambarkan kemampuan perusahaan dalam menggunakan sumber dayanya untuk mengahasilkan produk berupa barang atau jasa. Dalam memasuki Era Industrialisasi, pencapaiannya sangat ditentukan oleh penguasaan teknologi. Penerapan teknologi informasi dapat berupa penggunaan atau pengimplementasian suatu perangkat lunak atau software. Sistem Enterprise Resource Planning (ERP) adalah program perangkat lunak inti yang digunakan oleh perusahaan untuk mengintegrasikan dan mengkoordinasikan informasi di setiap area bisnis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kinerja keuangan dan kapabilitas perusahaan antara sebelum dan sesudah implementasi ERP. Penelitian ini menggunakan rasio likuiditas, rasio solvabilitas, dan rasio profitabilitas untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan. Sedangkan kapabilitas perusahaan dilihat dengan 3 dimensi: dimensi kapabilitas operasi diukur dengan Operating Profit Margin (OPM) dan Operating Income Return on Investment (OIROI); dimensi kapabilitas pemasaran diukur dengan Sales Growth (SG); dan dimensi kapabilitas keuangan diukur dengan Current Cash Debt Coverage (CCDC).Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan menerapkan Enterprise Resource Planning (ERP), pada periode tahun 2008-2016. Metode analisis yang digunakan adalah paired sample t-test menggunakan aplikasi SPSS.Sesudah implementasi ERP, nilai dari setiap rasio yang dijadikan indikator untuk mengukur kinerja keuangan dan kapabilitas perusahaan mengalami fluktuasi. Namun jika dilihat dari nilai rupiah pada setiap akun perusahaan yang dijadikan dasar menghitung rasio, besarnya nilai rupiah sesudah implementasi ERP cenderung naik dibandingkan sebelum implementasi ERP. Kinerja keuangan perusahaan dilihat dari rasio likuiditas dan rasio solvabilitas tidak terdapat perbedaan yang signifikan, namun dilihat dari rasio profitabilitas terdapat perbedaan yang signifikan. Kapabilitas perusahaan dari dimensi kapabilitas operasi perusahaan yang diukur dengan OPM terdapat perbedaan yang signifikan, namun yang diukur dengan OIROI tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Dari dimensi kapabilitas pemasaran diukur dengan SG terdapat perbedaan yang signifikan. Sedangkan dari dimensi kapabilitas keuangan diukur dengan CCDC tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah implementasi ERP.

Kata kunci: Kinerja Keuangan, Kapabilitas, Enterprise Resource Planning

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :0