Analisis Succession Planning Pada Family Business Berbudaya Tionghoa Di Kota Bandung (Studi Kasus Pada Martabak San Fransisco, Saboga Food, Batagor Abuy, Dan Mie Lezat )

Adly Faushan, Grisna Anggadwita

Abstract

Abstrak Didalam berwirausaha ada beberapa aspek yang menentukan berhasil tidaknya suatu usaha yang dijalankan. Diantaranya ras, umur, jenis kelamin, dan pengalaman kerja Begitu pula dalam family business banyak faktor-faktor yang mempengaruhi dalam proses suksesi kepemimpinan. Hal yang paling bias hingga saat ini adalah masalah gender. Mengenai suksesi dalam perusahaan keluarga, budaya Tionghoa menekankan pada dua aspek penting. Yang pertama adalah jenis kelamin suksesor di bawah hubungan orang tua dan anak. Yang kedua adalah mengenai pengembangan bisnis di industri yang didominasi oleh laki-laki atau perempuan. Saat ini, jenis kelamin suksesor dianggap kurang penting karena perhatian yang diutamakan adalah mengenai kemampuan potensi suksesor, seperti pendidikan dan keterampilan manajerial.Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui proses succession planning pada empat Family Business yaitu Martabak San Fransisco, Saboga Food, Batagor Abuy, dan Mie Lezat. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif prosedur penelitan yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang serta perilaku yang dapat diamati. Penelitian kualitatif lainnya ialah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dll. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling. Dalam teknik pengumpulan data, triangulasi diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada. Berdasarkan hasil analisis succession planning pada family business, terdapat beberapa suksesi kepemimpinan yang dilaksanakan oleh ke empat perusahaan meliputi Succession Antecedent, Succession Process, Succession Activties, Desired Outcomes,

Kata Kunci : Budaya, Succession Planning, Family Business

Abstract In entrepreneurship there are several aspects that determine the success or failure of a business run. Among the races, age, sex, and work experience Similarly, in the family business many factors that influence in the process of leadership succession. The most biased to date is the gender issue. Regarding the succession in the family enterprise, Chinese culture emphasizes on two important aspects. The first is the sex of successors under parent and child relationships. The second is about business development in industries dominated by men or women. Currently, the sex of successors is considered less important because the priority attention is about the potential ability of successors, such as education and managerial skills. The purpose of this research is to know the process of succession planning at four Family Business namely Martabak San Fransisco, Saboga Food, Batagor Abuy, and Mie Delicious.This study uses a qualitative approach to the research procedure that produces descriptive data in the form of written or oral words of the people as well as observable behavior. Another qualitative research is research that intends to understand the phenomenon of what is experienced by research subjects such as behavior, perception, motivation, action, etc. The sampling technique used is purposive sampling. In data collection techniques, triangulation is defined as data collection techniques that combine from various data collection techniques and data sources that already exist.Based on the results of the analysis of succession planning in family business, there are several leadership succession implemented by the four companies including Succession Antecedent, Succession Process, Succession Activity, Desired Outcomes,

Keywords: Culture, Succession Planning, Family Business

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :0