Produksi Film Dokumenter "the Guardians Of The Forest" (film Dokumenter Tentang Komunitas Lindungi Hutan Di Semarang)

Muhammad Irfan Maulana, Diah Agung Esfandari

Abstract

ABSTRAK Kerusakan hutan di Indonesia saat ini cukup memprihatinkan dari tahun ke tahun. Berdasarkan catatan dari Kementrian Kehutanan Republik Indonesia, sekitar 1,1 juta hektar atau 2% dari hutan republik Indonesia menyusut setiap tahunya. Dengan kerusakan hutan tersebut mengakibatkan berbagai macam dampak dan bencana untuk masyarakat seperti: menurunnya kualitas oksigen, banjir, bencana kekeringan, tanah longsor, abrasi pantai dan terganggunya siklus air. Kota Semarang merupakan salahsatu kota yang terkena dampak dari hal tersebut. Kerusakan hutan mangrove di Kota Semarang membuat Kota Semarang terkena banjir rob setiap tahunya. Hal tersebut sangat merugikan bagi masyarakat yang tinggal di pesisir pantai Kota Semarang. Dari berbagai permasalahan mengenai krisis hutan di Indonesia yang merugikan banyak masyarakat, maka terbentuklah komunitas Lindungi Hutan yang mencoba untuk melestarikan dan memperbaiki hutan yang mengalami kerusakan di seluruh Indonesia . Lindungi Hutan merupakan platform penggalangan daya yang berpusat di Semarang untuk menggalang donasi dan mengumpulkan orang-orang di seluruh dunia untuk terlibat dalam aksi bersama dengan penanaman dan pemantauan lingkungan, khususnya pada ekosistem hutan. Oleh karena itu penulis tertarik untuk mengangkat perjuangan komunitas Lindungi Hutan untuk melestarikan kembali hutan di Indonesia menjadi sebuah film dokumenter berurasi 15-20 menit. Kata Kunci: Film Dokumenter, Hutan, Lingkungan, Komunitas, Kota Semarang ABSTRACT The destruction of forests in Indonesia currently got not enough concern from year to year. Based on the records of the Ministry of Forestry of the Republic of Indonesia, about 1.1 million hectares or 2% of the forests of the Republic of Indonesia is shrinking every year With the destruction of forests results in a wide range of impacts and disasters to society such as: decreasing oxygen quality, flood disaster, drought, landslides, coastal abrasion and disruption of the water cycle. Semarang is one of the cities affected from it. The damage of mangrove forests in the city of Semarang makes Semarang city hit by floods rob every passing year. It is so detrimental to people living on the coast of the city of Semarang. Of the various problems concerning the crisis of the forest in Indonesia to the detriment of many societies, resulting creation of Lindungi Hutan, community that are trying to preserve and repair the damaged forests throughout Indonesia. Lindungi Hutan community is a platform based in Semarang focusing to raise donations and gather people around the world to engage in joint actions with the planting and monitoring of the environment, especially on forest ecosystems. Therefore, the authors are interested in documenting how Lindungi Hutan community struggle to preserve forests in Indonesia back into a documentary with a duration of 15-20 minutes. Keywords: Documentary Film, Forest, Environment, Community, Semarang

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :0