Analisis Perbandingan Likuiditas Dan Abnormal Return Antara Sebelum Dan Sesudah Stock Split (studi Kasus Pada Perusahaan Yang Melakukan Stock Split Di Bursa Efek Indonesia Periode 2017)

Nadia Try Wulandari, Andrieta Shintia Dewi

Abstract

Abstrak Pemilihan saham untuk berinvestasi oleh investor semakin marak, tujuannya agar mendapatkan abnormal return. Meningkatnya minat pada produk pasar modal yaitu saham dapat dilihat melalui pertumbuhan jumlah investor di Indonesia yang meningkat setiap tahunnya. Adanya informasi baru pada pasar modal akan mempengaruhi keputusan para investor, salah satu informasi yang tersedia ialah corporate action yaitu stock split. Dengan pemecahan saham, akan berdampak pada harga saham yang menjadi lebih rendah sehingga akan mudah dijangkau investor kecil yang berdampak pada saham yang menjadi lebih likuid. Oleh sebab itu, perlu dilakukan penelitian mengenai terdapat atau tidaknya likuiditas dan abnormal return. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan abnormal return dan trading volume activity sebelum dan sesudah aksi korporasi yaitu stock split. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia (BEI), dan yahoo finance. Pada penelitian dipilih 20 perusahaan yang melakukan stock split pada tahun 2017 yang terdaftar di BEI dan menggunakan pendekatan event study dengan periode pengamatan 5 hari sebelum pengumuman, satu hari saat pengumuman dan 5 hari sesudah pengumuman stock split. Kemudian, penelitian ini menggunakan cara paired ttest sampling. Hasil pengujian data menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan rata-rata likuiditas saham dan abnormal return sebelum dan sesudah stock split, hal ini mengindikasikan bahwa pasar bereaksi negatif atas stock split. Dengan demikian, sebaiknya investor memperhatikan kebijakan-kebijakan yang akan dikeluarkan oleh perusahaan seperti stock split, karena terdapat kemungkinan akan muncul likuiditas dan abnormal return yang signifikan. Kata Kunci: Stock Split, Trading Volume Activity, Abnormal Return Abstract The selection of shared to invest by investors is increasingly widespread, the goal it to get abnormal return. Increased interset in capital market products, namely stocks can be seen through the growth in the number of investors in Inondesia which increases every year. The existence of new information on the capital market will influence the decisions of investors, one of the available information is corporate action, namely a stock split. With the stock split, it will have an impact on the lower share price so that it will be easily accessible to small investors which have an impact on stocks that become more liquid. Therefore, it is necessaty to do research on the presence or absence of liquidity and abnomal returns. This study was conducted to determine whether there are differences in abnormal return and trading volume activity before and after corporate actions, namely stock split. The data used is secondary data obtained from Indonesia Stock Exchange (IDX) and Yahoo Finance. In the study, 20 companies that conducted a stock split in 2017 were listed on the IDX and used the event study approach with the observation period 5 days before, one day during and 5 days after the announcement of the stock split. Then, this study uses a paired t-test sampling method. The results of testing the data showed no significant difference in the average stock liquidty and there’s a signifikan difference abnormal returns before and after the stock split, this indicates that the market reacted negatively to the stock split. Thus, investors should pay attention to the policies that will be issued by the company such as the stock split, because there is a possibility that significant liquidity and abnormal returns will emerge. Keywords: Stock Split, Trading Volume Activity, Abnormal Return

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :0