Pengaruh Publisitas Negatif Terhadap Minat Beli Produk H&m Di Indonesia

Ade Amalia, Citra Kusuma Dewi

Abstract

Abstrak Publisitas merupakan bagian dari komunikasi massa dimana publisitas digunakan untuk menyebarkan suatu informasi yang disebarluaskan kepada masyarakat melalui media massa, cetak, online dan publisitas dapat bernilai negatif atau positif yang dipersepsikan dan diterima oleh masing-masing individu dari sumber yang resmi dan terpercaya. Publisitasyang dilakukan secara intens dapat mempengaruhi persepsi khalayak, tentunya yang diharapkan adalah timbulnya persepsi yang baik dan positif. Jika semua hal tersebut dapat dikelola dengan baik, tentunya yang diharapkan selanjutnya adalah terciptanya minat beli konsumen yang tinggi terhadap produk yang ditawarkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh publisitas negatif terhadap minat beli pada produk H&M di Indonesia.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan teknik analisis data yaitu analisis deskriptif dan analisis regresi linear sederhana.Pada penelitian ini yang menjadi populasi adalah masyarakat Indonesia yang mengetahui publisitas negatif H&M terkait kasus rasis dan pemboikotan yang dilakukan oleh seniman.Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria masyarakat Indonesia yang mengetahui berita negatif mengenai perusahaan H&M. Sampel pada penelitian ini berjumlah 100 responden dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa tanggapan responden terhadap variabel publisitas negatif memiliki persentase sebesar 71,7% yang termasuk dalam kategori “tinggi†dan variabel minat beli memperoleh nilai sebesar 72,2% yang berada dalam kategori “tinggiâ€. Kesimpulan penelitian ini adalah publisitas negatif berpengaruh signifikan terhadap minat beli pada produk H&M, dibuktikan dari nilai t hitung sebesar 4,632 > dari t tabel 1,660 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0.05 dan presentase sebesar 18%. Hasil tersebut dapat diartikan bahwabagi masyarakat Indonesia dengan adanya publisitas negatif yang beredar mengenai perusahaan H&M ternyata tidak berdampak buruk dan tidak menurunkan minat beli masyarakat terhadap produk H&M. Melainkan dengan adanya publisitas negatif yang beredar menjadikan perusahaan H&M viral dan semakin terkenal yang berdampak pada meningkatnya minat beli masyarakat yang berlandaskan atau berawal dari rasa keingintahuan masyarakat untuk mengunjungi store H&M hingga pada akhirnya mencoba produk sampai memutuskan untuk membeli produk dari merek H&M karena tergiur dengan strategi H&M yang memberikan diskon kepada konsumen setelah berita negatif mengenai H&M tersebartidak menurunkan minat beli pada produk H&M. Kata kunci : Publisitas Negatif, Minat Beli Abstract Publicity is part of mass communication where publicity is used to discuss information that is disseminated to the public through mass media, print, online and can be negative or badly perceived and accepted by individuals from official and trusted sources. Publicity carried out can affect the perception of the public, which is expected to also lead to good and positive perceptions. If all of these things can be resolved properly, then it must be expected that the next is the creation of high consumer purchase intention in the products offered. This study aims to determine the magnitude of the effect of negative publicity on purchase intention in H & M products in Indonesia. This study uses a quantitative approach using analytical techniques namely descriptive analysis and simple linear regression analysis. In this study, the population is Indonesian people who know about H & M's negative publicity related to racist cases and boycotts by artists. The sampling technique used a purposive sampling method with the criteria of Indonesian people who knew negative news about the H & M company. The sample in this study amounted to 100 respondents with data collection techniques using a questionnaire. Based on the results of the study, it can be concluded that the respondent's response to the negative publicity variable has a percentage of 71.7% which is included in the "high" category and the buying interest variable is 72.2% which is in the "high" category. The conclusion of this study is that negative publicity has a ISSN : 2355-9357 e-Proceeding of Management : Vol.6, No.2 Agustus 2019 | Page 4467 2 significant effect on purchase intention in H & M products, as evidenced by the value of t count of 4.632> from t table 1,660 with a significance value of 0,000 <0.05 and a percentage of 18%. These results can be interpreted that for the people of Indonesia with the existence of negative publicity circulating about the H & M company it turned out that it did not have a negative impact and did not reduce people's buying interest in H & M products. But with the existence of negative publicity circulating, H & M viral companies are becoming increasingly wellknown which has an impact on increasing public buying interest based on a sense of curiosity from the public to visit H & M stores until they finally try the product to decide to buy products from the H & M brand because they are tempted H & M, which provides discounts to consumers after negative news about H & M spread, does not reduce buying interest in H & M products. Key Words : negative publicity, purchase intention

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :0