Analisis Siklus Hidup Bisnis Industri Sepatu Pada Sentra Bisnis Sepatu Cibaduyut

Dhimas Abiamja, Grisna Anggadwita

Abstract

Abstrak Penerapan kebijakan pemerintah tentang, menerapkan kebijakan dengan memberlakukan persetujuan pedagang bebas ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA). Sehingga banyak produk luar yang masuk ke Indonesia, salah satunya sepatu sehingga menjadi ancaman bagi industri sepatu di Indonesia. Melalui penelitian ini maka akan mengetahui posisi siklus hidup bisnis pada IKM (Industri Kecil Menengah) di Sentra Bisnis Sepatu Cibaduyut berdasarkan lima tahapan siklus hidup bisnis. Metode pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner secara langsung kepada 70 responden yang telah dipilih sesuai kriteria yang telah ditentukan dan wawancara ke 3 responden yaitu para pelaku usaha di Sentra Bisnis Sepatu Cibaduyut. Berdasarkan hasil analisis deskriptif menunjukan bahwa fase kematangan dan fase kebangkitan merupakan posisi yang dirasakan pada Sentra Bisnis Sepatu Cibaduyut sekarang berdasarkan skor tertinggi 77%. Lalu dilakukan wawancara kepada 3 responden dan mendapatkan hasil penyebab terjadinya penurunan yaitu, daya beli masyarakat menurun, harga bahan baku yang selalu mengalami kenaikan, dan kebijakan pemerintah khususnya ACFTA. Berdasarkan hasil penelitian, maka untuk mengatasi fase kematangan yang cenderung menurun. Maka dapat dilakukan seperti menciptakan keselarasan antar bengkel sepatu, merek terkenal, dan Pemerintah agar tersedianya lapangan kerja, persaingan yang sehat, rasa cinta pada produk dalam negeri dan memperkuat Citra Cibaduyut sebagai Kawasan wisata kerajinan sepatu dan Sentra Sepatu Kulit di Jawa Barat. Lalu memberikan pelatihan kepada pengerajin agar lebih inovatif dalam pengembangan produk untuk memenuhi kebutuhan pasar, memberikan pinjaman modal, dan mengkaji ulang kebijkan ACFTA. Kata Kunci : Business Life Cycle; IKM; & UMKM Abstract Implementation of government policy about, applying policies to impose a merchant agreement ASEANChina Free Trade Agreement (ACFTA). So many foreign products entering Indonesia, one of the shoe so that it becomes a threat to the shoe industry in Indonesia. Through this study, it will determine the position of the business life cycle in the SMEs (Small and Medium Industries) in the Central Business Shoes Cibaduyut based on the five stages of business life cycles. Methods of data collection is done through questionnaires circulated to the 70 respondents who have been selected according to predetermined criteria and interview all three respondents are businesses in the Central Business Shoes Cibaduyut. Based on the results of descriptive analysis shows that the maturity phase and revival phase are a perceived position in the Cibaduyut Shoe Business Center now based on the highest score of 77%. Then conducted interviews to the three respondents and get the cause of the decline is, decreased purchasing power, raw material prices are always increased, and government policies, especially ACFTA. Based on the results of the study, then to overcome the maturity phase that tends to decline. It can be done such as creating harmony between workshops shoes, famous brand, and government to full employment, fair competition, a love of domestic products and strengthen Cibaduyut image as a tourist area and Sentra craft shoes Leather Shoes in West Java. And then provides training to craftsmen to be more innovative in product development to meet market needs, provide capital loans, and review of development policy ACFTA. Keywords: Business Life Cycle; SMIs; & SMEs

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :0