Pemaknaan Ibu Merawat Anak Penderita Talasemia Di Kota Bandung (studi Fenomenologi Komunikasi Intapersonal Ibu Yang Mempunyai Anak Penderita Talasemia)

Authors

Abstract

Talasemia merupakan salah satu penyakit kronis sehingga membutuhkan perawatan khusus. Talasemia merupakan penyakit genetik sehingga hal ini menyerang balita dan anak-anak. Talasemia merupakan Penyakit kelainan darah yang menyebabkan sel darah (hemoglobin) merah cepat hancur sehingga usia sel-sel darah menjadi lebih pendek dan tubuh kekurangan darah. Ada tiga pengobatan yang paling sering digunakan oleh dokter. Ketiganya itu antara lain transfusi darah, terapi iron chelation, dan supleman asam folat. Selama menjalani masa perawatannya, penderita talasemia seringkali didampingi oleh orangtua dan yang paling sering adalah ibu. Dalam penelitian ini, peneliti tertarik untuk meneliti tentang pemaknaan Ibu terhadap penyakit talasemia, dan Bagaimana sikap ibu terhadap penyakit talasemia yang diderita oleh anaknya berdasarkan komunikasi intrapersonal. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian menunjukan bahwa talasemia merupakan cobaan/ujian dari Allah. Penyikapan terhadap anaknya yang menderita talasemia didasarkan secara positif dan negatif. Kata kunci: talasemia, penyakit genetik, penyakit kronis, fenomenologi

References

Ahmadi, Abu. (2003). Psikologi Umum. Jakarta: PT. Rineka Cipta

Ardianto, Elvinaro , dan Bambang Q-Ariess. (2009). Filsafat Ilmu Komunikasi. Bandung: PT.Remaja Rosdakarya

Bungin, Burhan. (2010). Penelitian Kualitatif. Jakarta: Kencana Prenada Media Group

Creswell, John W. (2014). Penelitian Kualitatif dan Desain Riset. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Djumhana, Hanna. (2013). Islam untuk Disiplin Ilmu Psikologi. Jakarta:Departemen Agama RI

Damaiyanti, Mukhripah. (2010). Komunikasi Terapeutik dalam Praktik Keperawatan. Bandung: PT. Refika Aditama

Effendy, Onong Uchjana. (2003). Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi. Bandung: PT.Citra Aditya Bakti

Ekman, Paul. (2011). Membaca Emosi Orang. Jogjakarta: Think Jogjakarta

Hall, Calvin S., dan Gardner Lindzey. (1993). Psikologi Kepribadian 2: Teori-teori Holistik (Organismik-Fenomenologis). Yogyakarta: Kanisius

Kuswarno, Engkus. (2009). Metodelogi Penelitian Komunikasi, Fenomenologi, Konsepsi Pedoman dan Contoh Penelitian. Bandung:Widya Padjadjaran

Moleong, Lexy J. (2014). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : PT.Remaja Rosdakarya.

Mulyana, Deddy. (2010). Ilmu Komunikasi. Bandung: PT.Remaja Rosdakarya.

Mumpuni, Yekti ,dan Ari Wulandari. (2010). Cara Jitu Mengatasi Stress. Yogyakarta: CV. Andi

Mutmainah, Nina, dkk. (2002). Psikologi Komunikasi. Jakarta: Universitas Terbuka.

Nazir, Muhammad. (2005) Metode Penelitian. Bogor Selatan: Ghalia Indonesia

Rakhmat, Jalaluddin. (2007). Psikologi Komunikasi. Bandung : PT.Remaja Rosdakarya.

Rakhmat, Jalaluddin. (2008). Psikologi Komunikasi. Bandung : PT.Remaja Rosdakarya.

Sembiring, Samuel Pola Karta. (2010) Thalasemia. Medan: Morposhlab Ebook

Smet, Bart. (1994). Psikologi Kesehatan. Jakarta: PT.Grasindo.

Sugiyono (2012). Metode Pnelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2014). MemahamiPenelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Suryanto. (2015). Pengantar Ilmu Komunikasi. Bandung:CV Pustaka Setia

Downloads

Published

2016-08-01

Issue

Pages

2468-2474

Section

Program Studi S1 Ilmu Komunikasi