Pengaruh Konten Instagram Emotion Releasing Process Pada Akun @jiemiardian Terhadap Kesejahteraan Psikologis Pengikutnya
Abstract
Penyebaran informasi mengenai kesehatan mental dan regulasi emosi yang dilakukan yang disebarkan melalui media sosial Instagram memungkinkan informasi yang dibagikan menyebar dengan cepat dan luas serta menjangkau audiens yang jauh lebih besar. Maka dari itu, penting untuk memahami bagaimana penyajian konten agar dapat memengaruhi kesadaran individu terhadap kesejahteraan psikologis audiens sebagai konsumen konten tersebut. Emotion Releasing Process yang dikemukakan oleh @jiemiardian menjadi salah satu konten yang berguna dalam penyebaran mengenai regulasi emosi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konten media sosial Emotion Releasing Process terhadap kesejahteraan psikologis pengikutnya. Metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan survei dengan kuesioner. Pengambilan sampel menggunakan metode non-probobility sampling dengan purposive sampling sebanyak 160 yang merupakan followers akun @jiiemiardian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada analisis dimensi clear, concise, correct, concrete, coherent, complete dan courteous memiliki pengaruh signifikan terhadap kesejahteraan psikologis pengikut akun Instagram @jiemiardian. Berdasarkan hasil penelitian pada uji hipotesis secara parsial (uji t) penelitian ini terdapat pengaruh konten media sosial terhadap kesejahteraan psikologis pengikut @jiemiardian di Instagram dengan nilai sebesar 16%. Sedangkan sisanya 84% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak ada pada penelitian ini. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami dinamika antara strategi komunikasi digital dan kesejahteraan psikologis.
Kata Kunci: Instagram, Kesejahteraan Psikologis, Konten Media Sosial.
References
Ardian, J. (2022). Merawat Luka Batin. Gramedia Pustaka Utama.
Cahya, M. N., Ningsih, W., & Lestari, A. (2023). Dampak Media Sosial terhadap Kesejahteraan Psikologis Remaja: Tinjauan Pengaruh Penggunaan Media Sosial pada Kecemasan dan Depresi Remaja. Jurnal Sosial Teknologi, 3(8), –706. https://doi.org/10.59188/jurnalsostech.v3i8.917
Hurlock, E. B. (1972). Child Development: Fifth Edition. USA: McGraw-Hill Book Company.
Nasrullah, R. (2015). Media Sosial: Prosedur, Tren, dan Etika (N. S. Nurbaya, Ed.). Simbiosa Rekatama Media.
Ryff, C. S. (1996). Psychological well-being: Meaning, measurement, and implications for psychotherapy research. Psychotherapy and Psychosomatics, 14-23.
Ryff, C. D., & Keyes, C. L. M. (1995). The Structure of Psychological Well-Being Revisited. Journal of Personality and Social Psychology, 69(4), 719–727.
Solis, B. (2010). Engage!: The Complete Guide for brands and businesses to build, cultivate, and measure success in the new web. Wiley.
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Syasdanta, S. E. (2022). Pengaruh Akun Instagra, @gedeanandaputra Terhadap Minat Belajar Editing Video (Survei
Explanatif Pada Followers Akun Instagram @gedeanandaputra).
https://repository.uksw.edu/handle/123456789/24986
Veronika, R., & Aulia, S. (2022). Pengaruh Daya Tarik Konten Media Sosial @akutahu terhadap Minat Baca Generasi
Milenial. KONEKSI.



