Peran Media Online (detik.com) Dalam Upaya Penguatan Kpk Terkait Revisi Uu-ri Oleh Lembaga Dpr
Abstract
Saat ini di pemberitaan dalam negeri melalui beberapa penyedia berita sangat ramai di perbincangkan yaitu kasus tentang pelemahan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) oleh lembaga DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) di sebutkan bahwa lembaga DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) ingin merevisi Undang – Undang terkait kinerja KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) hal ini tentu mengundang perhatian banyak pihak karena melalui Revisi Undang – Undang yang berisi 7 poin yang di ajukan oleh DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) sangat banyak yang nantinya di sebutkan akan melemahkan fungsi KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi ) Detik.com sebagai media Online penyedia artikel berita terus menerus mengabarkan perkembangan pemberitaan tentang pelemahan KPK (Komisi Pemberantasaan Korupsi) yang di indikasikan di lakukan oleh (DPR) Dewan Perwakilan Rakyat melalui revisi Undang – Undang yang nantinya dikatakan akan sangat melemahkan fungsi KPK (Komisi Pemberantasn Korupsi), melalui hal ini penulis melakukan analisis pembingkaian berita yang ada pada Detik.com terkait pemberitaan tentang pelemahan KPK oleh DPR periode 08 Oktober 2015 – 1 Maret 2016, dan melalui sepuluh buah berita penulis menganalisis peran serta isi berita Detik.com menggunakan teori dan perangkat Zhondang Pan and Gerald M. Kosicki Berdasarkan hasil penelitian penulis menyimpulkan bahwa peran Media Online Detik.com terhadap pemberitaaannya tentang pelemahan KPK oleh lembaga DPR melalui revisi Undang – Undang KPK ialah Detik.com berperan sebagai penyedia artikel berita yang hampir selalu membuat berita yang terkesan positif untuk KPK dan isi berita dari Detik.com juga hampir semuanya menggambarkan bahwa Masyarakat sangat tidak setuju dengan keputusan DPR melakukan Revisi Undang - Undang terkait kinerja KPK. Kata kunci : Pelemahan KPK, analisis Framing model Pan & Kosicki, Media Online Detik.comReferences
Ardianto, Elvinaro, Lukiati, Karlinah. (2007). Komunikasi massa suatu pengantar. Simbiosa Rekatama Media.
Afifuddin dan Saebani, Beni Ahmad. (2012). Metodologi penelitian kualitatif. Pustaka Setia.
Budha, Kishore. (2003). Content and communitiy: Online news in Asia dalam news media and new media: The Asia pacific internet handbook. Eastern Universities Press.
Budianto, Heri. (2011). Media dan komunikasi politik. Puskombis.
Eriyanto. (2002). Analisis framing: Konstruksi, ideologi, dan politik media. PT LkiS Pelangi Aksara. _________(2005). Analisis Framing. PT LKiS pelangi Aksara. _________(2011). Analisis Isi : Pengantar Metodologi Untuk Penelitian. PT LKiS pelangi Aksara. _________(2012). Analisis Wacana Pengantar Analisis Teks Media. PTLKis Printing Cemerlang.
Gross, Peter and Karol Jakubowicz. (2013). Media transformations in the post-communist world. Plymouth : Lexington Books.
Haryanto, Rudi. (2009). Cerdas jelajah internet. Kriya Pustaka.
Dedy N, Hidayat. (2003). Paradigma dan metodologi penelitian sosial empirik klasik. Departemen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Indonesia. vi.
Lister, Martin dkk. (2009). New media a critical introduction. Routledge.
Kriyantono, Rakhmat. (2006). Teknik praktis riset komunikasi. Kencana Prenada Media Group.
Romli, Asep Syamsul M. (2012). Jurnalstik online. Nuansa Cendekia.
Sobur, Alex. (2004). Analsisis teks media. PT. Remaja Rosda Karya __________(2009). Analisis Teks Media Suatu Pengantar untuk Analisis Wacana, Analisis Semiotik, dan Analisis Framing. PT Remaja Rosdakarya.
Sugiyono. (2009). Metode penelitian kuantitaif, kualitatif dan R&D. Alfabeta. ________(2012). Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Alfabeta.
Sumadiria, AS Haris. (2008). Jurnalistik Indonesia: Menulis berita dan feature. Simbiosa Rekatama Media.
Supriyanto dan Yusuf. (2007). Jurnal komunikasi. Airlangga University press.
Ward, Mike. (2002). Journalism online. Focal Press. vii Jurnal : Pan, Zhongdang dan Gerald M. Kosicki, “Framing Analysis: An Approach to.
Bbc.com. http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/10/151007_indonesia_ruu_
Rappler.com. http://www.rappler.com/indonesia/108449-dpr-revisi-undang-undang-kpkdi
Maxmanroe.com. https://www.maxmanroe.com/budiona-darsono-pendiri-detik-com-media-onlineterbesar-di-indonesia.htmldi
Ngehh.id. http://www.ngehh.id/2016/03/situs-berita-online-indonesia-terpopuler.htmldi
Beritaseharian.com. http://www.beritaseharian.com/2014/05/inilah-11-situs-berita-tanah-airyang_13.htmldi
Search.detik.com. http://search.detik.com/search?query=kpk+vs+dpr&source=dcnav&siteid=2di
Kbbi.web.id. http://kbbi.web.id/revisiuuddi
Kpk.go.id. http://www.kpk.go.id/splash/di
Referensimakalah.com. http://www.referensimakalah.com/2012/09/pengertian-unit-analisis-dalampenelitian.htmldi



