Analisis Semiotika Pemaknaan Lelucon Satire The Joker Pada Buku Novel Grafis Batman: The Killing Joke

Authors

Abstract

Fenomena yang terjadi pada Batman: The Killing Joke karya Alan Moore merupakan sebuah novel grafis Amerika yang mengisahkan tentang The Joker yang menceritakan kepada Batman sebuah lelucon yang secara tidak langsung menyinggung tawaran Batman untuk membantu merehabilitasi The Joker. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna denotasi, konotasi, dan mitos yang terdapat pada lelucon yang dimaksud. Dengan itu, metode yang digunakan adalah metode analisis semiotika Roland Barthes. Hasil dari penelitian menunjukan, lelucon yang dimaksud menjelaskan bahwa rehabilitasi tidak akan bisa menyembuhkan The Joker, karena dari awal The Joker tidak pernah mengidap sakit jiwa, dengan itu usaha Batman adalah suatu hal yang percuma. The Joker hanyalah orang biasa yang memiliki pandangan hidup yang berbeda dari yang lainnya, yaitu dia adalah seorang penganut, sekaligus aktivis dari paham absurdisme. Kata kunci: lelucon satire, Semiotika Barthes, novel grafis, absurdisme, kegilaan

References

Salim, A. (2001). , Teori dan paradigma penelitian sosial: Buku sumber untuk penelitian kualitatif (edisi kedua, agustus 2006), tiara.

Prastowo, A. (2010). Menguasai teknik-teknik koleksi data penelitian kualitatif. Jogjakarta: DIVA Press.

Roland, B. (2006). Mitologi, Indonesia: Kreasi wacana.

Roland, B. (2012). Elemen-elemen semiologi, Indonesia: Jalasutra.

Marcel, B. (1998). Les bandes dessinees indonesiennes atau komik Indonesia, terjemahan rahayu s. Hidayat, Jakarta: KPG.

Narbuko, C., & Achmadi, A. (2003). Metodologi penelitian. Bumi Aksara.

Marcel, D. (2010). Pesan, tanda, dan makna: Buku teks dasar mengenai semiotika dan teori komunikasi, Indonesia: Jalasutra.

Hikmat, D. (2012). How to make comics – menurut para master komik dunia, new york: Plot point.

Littlejohn, F. (2009). Teori komunikasi, jakarta: Salemba humanika.

Yanuar, I. (2012). Metode penelitian sosial kualitatif, bandung: Pt. Refika Aditama.

Adi, K. (2007). Pengantar desain komunikasi visual, yogyakarta: Andi offset.

LittleJohn, S. W. (1996). Theories of human communication – fifth edition. Terjemahan edisi Indonesia 1 (Chapter 1–9), dan edisi Indonesia 2 (Chapter 10–16), Jakarta: Salemba Humanika.

Maharsi, I. (2011). Komik: Dunia kreatif tanpa batas, yogyakarta: Kata buku.

Scot, M. (2001). Understanding comics atau memahami komik, terjemahan s. Kinanti, Jakarta: KPG.

Alan, M. (2008). Batman: The killing joke: The deluxe edition, canada: Dc comics.

Deddy, M. (2007). Ilmu komunikasi: Suatu pengantar, bandung: Remaja rosdakarya.

Christopher, N. (2005). Batman begins, warner bros. Pictures.

Christopher, N. (2008). The dark knight, warner bros. Pictures.

Alex, S. (2001). Analisis teks media : Suatu pengantar untuk analisis wacana, analisis semiotik, dan analisis framing, bandung : Pt. Remaja Rosda Karya. ISSN : 2355–9357 e-Proceeding of Management : 4(3)Desember 2017 | Page 3181 18.

Alex, S. (2013). Semiotika komunikasi, bandung: Remaja rosdakarya.

Sugiono. (2014). Memahami penelitian kualitatif, bandung: Alfabeta.

Jakob, S. (2007). Catatan kecil tentang menulis cerpen, yogyakarta: Pustaka pelajar.

Andi, S. (2015). Ada MITOS DALAM d. K.V (Desain Komunikasi Visual), Jakarta: Batavia Imaji.

Tommy, S. (2009). Pengantar teori dan manajemen komunikasi, yogyakarta : Media pressindo.

Surakhmad. (1998). Metode penelitian sosial, bandung: Pt. Remadja Rosdakarya.

Noerhadi, T. H. (1989). Kartun dan karikatur sebagai wahana kritik sosial, majalah Ilmu-Ilmu sosial, XVI, no. 2.

Toda, D. N. (2005). Apakah sastra?, Magelang: Indonesiatera.

Muhammad, Z. (2009). Filsafat komunikasi; pengantar ontologis epistemologis, aksiologis, yogyakarta: Graha Ilmu.

Downloads

Published

2017-12-01

Issue

Pages

3165-3184

Section

Program Studi S1 Ilmu Komunikasi