Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce Pada Karya Video Klip "baby Shark" Dalam Mempromosikan Citra Pejabat Daerah Bima Arya Sugiarto Di Kota Bogor
Abstract
Video merupakan sebuah media perantara yang digunakan oleh masyarakat dalam mengekspresikan diri mereka. Namun, pada generasi millennial saat ini tanpa membuat video dan mengunggah nya ke media sosial untuk tujuan hiburan maupun informasi sepertinya bukan hal baru lagi saat ini. Bima Arya Sugiarto adalah salah satu pengguna media sosial instagram yang memiliki cukup banyak pengikut dalam akun instagram pribadinya. Dalam beberapa bulan yang lalu, Bima Arya Sugiarto mengejutkan masyarakat dengan aksinya membuat video baby shark challenge yang belakangan ini sempat viral di Indonesia. Video baby shark challenge yang dibuatnya bersama Satpol PP kota Bogor tersebut cukup mendapatkan banyak tanggapan jika dilihat dari jumlah views dan komentar. Pasal nya Bima Arya Sugiarto adalah seorang Walikota Bogor, cukup terbilang unik satu-satu nya pejabat daerah yang mau melakukan aksi menarikan tarian baby shark challenge. Video tersebut berdurasi selama satu menit, yang di unggahnya di akun instargram pribadinya. Hal ini memunculkan pertanyaan, bagaimana citra yang ingin dibangun oleh Bima Arya melalui video challenge tersebut. Dalam meneliti promosi citra dari Bima Arya Sugiarto, penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivis dan menggunakan metode analisis semiotika Charles Sanders Peirce. Pemaknaan dilakukan dengan Teori Segitiga Makna Peirce yakni Tanda, Objek, dan Interpretant (penafsir). Tanda dilihat dari unsur dalam video yaitu tanda visual, kemudian dianalisis dengan melihat objek dari aspek ikon, indeks, dan simbol. Proses analisis menghasilkan makna yang didapat dari sudut pandang interpretant (peneliti). Hasil dari penelitian ini menunjukan citra positif yang ada didalam video baby shark challenge tersebut terdapat dalam tokoh utamanya yakni Bima Arya Sugiarto. Bima Arya Sugiarto merupakan seorang pemimpin daerah yang ingin tetap terlihat sangat tegas namun juga memiliki kesan humanis. Citra diri yang positif terlihat jelas dalam video baby shark challenge Bima Arya Sugiarto.References
Agus M.
Hardjana. (2003). Komunikasi intrapersonal & komunikasi interpersonal. Kanisius.
Bimo, W. (2010). Pengantar psikolog umum. C.V Andi Offset.
Bungin, B. (2007). Penelitian kualitatif. Kencana.
Danesi, M. (2010). Pesan, tanda, dan makna: Buku teks dasar mengenai semiotika dan teori komunikasi. Jalasutra.
Darmaprawira. (2002). Warna: Teori dan kreativitas penggunaannya. ITB.
Ibrahim. (2015). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.
Krisyantono, R. (2006). Teknik praktis riset komunikasi. Kencana Lexy J.
Moleong. (2009). Metodologi penelitian kualitatif, edisi revisi. Remaja.
McQuail, D. (1989). Teori komunikasi massa suatu pengantar. Erlangga.
Mulyana, D. (2008). Ilmu komunikasi: Suatu pengantar. PT. Remaja Rosdakarya.
Nawiroh, V. (2016). Komunikasi massa. Ghalia Indonesia.
Nurudin. (2007). Pengantar komunikasi massa. PT. Rajagrafindo Persada.
Pawito. (2007). Penelitian komunikasi kualitatif. PT. Lkis.
Rakhmat, J. (2007). Psikologi komunikasi. PT. Remaja Yosdakarya.
Rusmana, D. (2014). Filsafat komunikasi. Pustaka Setia.
Sobur, A. (2006). Semiotika komunikasi. PT. Remaja Yosdakarya.
Sudjiman, P., & Zoest, A. V. (1996). Serba-serbi semiotika. Gramedia ISSN : 2355–9357 e-Proceeding of Management : 5(1)Maret 2018 | Page 1249.
Suryanto. (2015). Pengantar Ilmu komunikasi. Pustaka Setia.
Wood, J. T. (2013). Komunikasi interpersonal: Interaksi keseharian, jakarta: Salemba human.



