Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Pendapatan Perkapita, Dan Tingkat Pendidikan Terhadap Tingkat Kemiskinan (studi Empiris Pada Kota Di Provinsi Jawa Barat Tahun 2011-2015)
Abstrak
Kemiskinan menjadi salah satu masalah fundamental dari suatu daerah yang didalamnya terdapat berbagai faktor yang selalu muncul dalam kehidupan masyarakat. Menurut World Bank[17], kemiskinan didefinisikan sebagai kekurangan dalam kesejahteraan, dan terdiri dari banyak dimensi lainnya. Seperti rendahnya tingkat kesehatan, pendidikan, akses terhadap air bersih dan sanitasi, keamanan fisik yang tidak memadai serta kesempatan untuk hidup yang lebih baik. Upaya untuk mengurangi tingkat kemiskinan tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus menyangkut berbagai aspek yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Pendapatan Perkapita, dan Tingkat Pendidikan terhadap Tingkat Kemiskinan pada Kota di Provinsi Jawa Barat Tahun 2011-2015. Data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan data yang diambil dari website resmi BPS yang bersumber dari Laporan Realisasi Anggaran masing-masing kota di Provinsi Jawa Barat tahun 2011 sampai tahun 2015. Penelitian ini menggunakan teknik pemilihan sampel sensus dan populasi yang digunakan adalah Kota di Provinsi Jawa Barat yang diperoleh dari sembilan kota dengan tahun penelitian 2011-2015. Metode analisis data dalam penelitian ini adalah analisis regresi data panel dengan menggunakan software Eviews versi 8. Berdasarkan hasil pengujian menunjukkan, secara simultan Pendapatan Asli Daerah, Pendapatan Perkapita, dan Tingkat Pendidikan memiliki pengaruh signifikan terhadap Tingkat Kemiskinan. Sedangkan secara parsial, variabel Pendapatan Asli Daerah dan Pendapatan Perkapita tidak berpengaruh terhadap Tingkat Kemiskinan. Sedangkan variabel Tingkat Pendidikan yang proksikan dengan Rata-rata Lama Sekolah berpengaruh dengan arah negatif terhadap Tingkat Kemiskinan. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, diperolehan kesimpulan bahwa hasil penelitian secara simultan menunjukkan Pendapatan Asli Daerah, Pendapatan Perkapita, dan Tingkat Pendidikan secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap Tingkat Kemiskinan pada setiap Kota di Provinsi Jawa Barat tahun 2011-2015. Secara parsial Pendapatan Asli Daerah dan Pendapatan Perkapita tidak berpengaruh terhadap Tingkat Kemiskinan pada setiap Kota di Provinsi Jawa Barat tahun 2011-2015. Ini berarti bahwa dengan semakin tingginya Pendapatan Asli Daerah dan PDRB Perkapita belum mampu menurunkan Tingkat Kemiskinan. Sedangkan Rata-rata Lama Sekolah secara parsial berpengaruh dengan arah negatif terhadap Tingkat Kemiskinan pada setiap Kota di Provinsi Jawa Barat tahun 2011-2015. Ini berarti bahwa semakin tinggi Rata-rata Lama Sekolah dapat berdampak pada berkurangnya Tingkat Kemiskinan. Kata Kunci : Pendapatan Asli Daerah, Pendapatan Perkapita, Tingkat Pendidikan dan Tingkat Kemiskinan.
Referensi
Anderson, C. L. (2012). Opening doors: Preventing youth homelessness through housing and education collaboration. 11(2). Seattle Journal for Social Justice.
Arini, & Mustika, M. D. S. (2015). Pengaruh pendapatan asli daerah dan belanja tidak langsung terhadap kemiskinan melalui pertumbuhan ekonomi di provinsi bali tahun 2007–2013. 4 (9). ISSN: 2303–0178. 1140–1163. E-Jurnal Ekonomi Pembangunan Univeritas Udayana.
Badan Pusat Statistik. (2016). Www. bps.go.id.
Iswara, I. M. A., & Indrajaya, I. G. B. (2014). Pengaruh pendapatan asli daerah, pendapatan PER kapita, dan tingkat pendidikan terhadap tingkat kemiskinan di provinsi bali tahun 2006–2011. 3(11). ISSN: 2303–0178. 429–501. E-Jurnal Ekonomi Pembangunan Univeritas Udayana.
Iswara, I. M. A., & Indrajaya, I. G. B. (2014). Pengaruh pendapatan asli daerah, pendapatan PER kapita, dan tingkat pendidikan terhadap tingkat kemiskinan di provinsi bali tahun 2006–2011. 3(11). ISSN: 2303–0178. 429–501. E-Jurnal Ekonomi Pembangunan Univeritas Udayana.
Prawoto, N. (2009). Memahami kemiskinan dan strategi penanggulangannya. Jurnal Ekonomi dan Studi Pembangunan. Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Volume 9. Nomor 1, April 2009: 56–68.
Indonesia, R. (2003). Undang-undang no. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Indonesia, R. (2004). Undang-undang no. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah.
Indonesia, R. (2004). Undang-undang no. 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.
Riduwan. (2012). Skala pengukuran variabel- variabel penelitian. Cetakan Keempat, Bandung: Alfabeta.
Santosa, B. (2013). Pengaruh pendapatan asli daerah dan dana perimbangan daerah terhadap pertumbuhan, pengangguran dan kemiskinan 33 provinsi di Indonesia. 5(2). Jurnal Keuangan dan Bisnis.
Sukirno, S. (2004). Teori pengantar makro ekonomi. PT.Raja Grafindo Persada. Norton, Seth. (2002). Economic Growth And Poverty: In Search of Trickle-Down, 22(2), 263–275. Cato Journal. ISSN : 2355–9357 e-Proceeding of Management : 4(2)Agustus 2017 | Page 1674.
Sudiharta, P. S. P., & Sutrisna, K. (2014). Pengaruh PDRB PER kapita, pendidikan, dan produktivitas tenaga kerja terhadap kemiskinan di provinsi bali. 3(10). ISSN: 2303–0178. 431–439. EJurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana.
Suryowati, E. (2016, 4 Januari). Jawa barat tempati provinsi dengan penduduk miskin terbanyak. Kompas . Tersedia : www.kompas.com [24 September 2016].
Wiguna, V. I. (2013). Analisis pengaruh PDRB, pendidikan dan pengangguran terhadap kemiskinan di provinsi jawa tengah tahun 2005–2010. Jurnal Ilmu Ekonomi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Malang.
Wirawan, I. M. T., & Arka, S. (2015). Analisis pengaruh pendidikan, PDRB PER kapita, dan tingkat pengangguran terhadap jumlah penduduk miskin provinsi bali. 4(5). ISSN: 2303–0178. 546–560. E-Jurnal Ekonomi Pembangunan Univeritas Udayana.
World Bank. (2010). World development report 2010 (overview): Building institutions for markets. http://dx.doi.org/. https://doi.org/10.1596/0-8213-5016-1



