Pengaruh Opini Audit, Ukuran Kap, Pergantian Manajemen, Dan Financial Distress Terhadap Auditor Switching

Penulis

Abstrak

ABSTRAK Auditor switching merupakan pergantian auditor atau Kantor Akuntan Publik yang dilakukan oleh perusahaan klien. Pergantian auditor bisa terjadi secara mandatory karena peraturan yang mewajibkan dan bisa terjadi secara voluntary (sukarela). Berbagai pertanyaan akan muncul ketika perusahaan melakukan pergantian auditor secara voluntary karena terjadi diluar peraturan yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perusahaan yang mengalami auditor switching melalui beberapa faktor yaitu, opini audit, ukuran KAP, pergantian manajemen, dan financial distress. Populasi penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2008-2012. Sebanyak 20 sampel diperoleh dengan menggunakan metode purposive sampling. Dalam menganalisis pengaruh antara variabel independen dan dependen digunakan analisis regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan variabel opini audit, ukuran KAP, pergantian manajemen, dan financial distress, berpengaruh signifikan terhadap auditor switching. Secara parsial variabel pergantian manajemen berpengaruh signifikan terhadap auditor switching. Sedangkan opini audit, ukuran KAP, dan financial distress tidak berpengaruh signifikan. Keywords: Auditor switching, Opini Audit, Ukuran KAP, Pergantian Manajemen, dan Financial Distress. ABSTRACT Auditor switching is a condition when the client company decide to change the auditor or the audit firm. Auditor switching could happen in mandatory or voluntary. A lot of question will appear when the company decide to change the auditor or the auditor firm in voluntary manner, because it is not happen because of the rule. This study aims to analize the auditor switching which can be performed by several factors, that is audit opinion, audit firm size, management change, and financial distress. The populations in this study were companies in manufacture sector which listed in Indonesia Stock Exchange during 2008- 2012. Total of 20 samples were obtained using a purposive sampling method. We use logistic regression analysis model to identify the influence of independent variables on dependent variable.The result of the analysis showed that variable audit opinion, audit firm size, management change, and financial distress simultaneously have significant effect on auditor switching. But individually, management change has significant effect on the auditor switching, while the audit opinion, audit firm size, and financial distress has no significant effect. 1 ISSN : 2355-9357 e-Proceeding of Management : Vol.1, No.3 Desember 2014 | Page 388 2 2 Keywords: auditor switching, audit opinion, audit firm size, management change, and financial distress.

Referensi

Hudaib, M. dan T.E.

Cooke. (2005). The impact of managing director changes and financial distress on audit qualification and auditor switching. Journal of Business Finance & Accounting, 32(9)/10, pp. 1703–39.

Ikatan Akuntan Indonesia. (2011). Standar profesional Akuntan publik: PER 31 maret 2011. Cetakan Pertama. Salemba Empat.

Jensen, M. C., & Meckling, W. H. (1976). Theory of the firm: Managerial behavior, agency costs and ownership structure. Journal of Financial Economics Vol.3 No.4 pp 305–360.

Manurung, A. H. (2012). Teori keuangan perusahaan. Adler Manurung Press.

Mardiyah, A. (2002). Pengaruh faktor klien dan faktor auditor terhadap auditor changes: Sebuah pendekatan dengan model kontinjensi RPA (recursive model algorithm). Media Riset Akuntansi, Auditing dan Informasi, Vol 3, No. 2, pp. 133–154.

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 17/PMK.01/2008 tentang Jasa Akuntan Publik. (2008). Menteri keuangan republik Indonesia.

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 359/KMK.06/2003 tentang Jasa Akuntan Publik. (2003). Menteri keuangan republik Indonesia.

Prastiwi, A., & Widayuarti, F. (2009). Faktor – faktor yang mempengaruhi pergantian auditor: Studi empiris perusahaan publikdi Indonesia. Jurnal Dinamika Akuntansi Vol. 1 No. 1, pp 62–75.

Pratini, I G A Asti, & I. B. Putra Astika. (2013). , Fenomena pergantian auditor di bursa efek Indonesia. ISSN: 2302–8556. E-Journal Akuntansi Universitas Udayana 5.2: 470–482.

Schwartz, K., & Soo, B. (1995). , An analysis of form 8-k disclosures of auditor changes by firms approaching bankruptcy, auditing: A journal of practice & theory, 14(1), spring 1995, 125–135.

Sinarwati, N. (2010). Mengapa perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI melakukan pergantian kantor Akuntan publik? Simposium Nasional Akuntansi XIII, Purwokerto.

Susan, T. E. (2011). Faktor-faktor yang mempengaruhi perusahaan melakukan auditor switch. Jurnal Bisnis dan Akuntansi. Vol. 13 no.2.

Susanto, Y. (2009). Faktor – faktor yang mempengaruhi penerimaan opini audit going concern pada perusahaan publik sektor manufaktur. Jurnal Akuntansi dan Bisnis. 11(3), Hlm. 155–173.

Wibowo, A., & Hilda, R. (2009). Faktor – faktor determinasi kualitas audit-suatu studi dengan pendekatan earning surprise benchmark. Simposium Nasional Akuntansi XIII, Palembang, hal. 1–34.

Wijaya, R. M. A. (2011). Faktor – faktor yang mempengaruhi pergantian audtor oleh klien. Skripsi. Universitas Brawijaya.

Wijayani, D. E. (2011). Analisi faktor-faktor yang memengaruhi perushaan di Indonesia melakukan auditor switching. Skripsi. Universitas Diponegoro.

Yamin, S., & Kurniawan, H. (2009). SPSS complete teknik analisis statistik terlengkap dengan software SPSS. Salemba Infotek.

Diterbitkan

2014-12-01

Terbitan

Halaman

388 - 400

Bagian

Program Studi S1 Akuntansi