Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan E-money Pada Generasi Millenials (studi Kasus Pada Mahasiswa S1 Ipb)

Penulis

Abstrak

Abstrak Saat ini uang tidak hanya berbentuk fisik (uang tunai) saja, melainkan sudah ada teknologi yang membuat uang menjadi sebuah benda yang takberwujud (non tunai) seperti e-money atau uang elektronik. E-money adalah alat pembayaran yang dilakukan secara elektronik. E-money akan menyimpan sejumlah nominal uang yang disimpan ke dalam perangkat elekronik lebih praktis. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk merekam respon mahasiswa program S1 IPB yang merupakan generasi milenial terhadap penggunaan e-money yang mulai dipopulerkan sebagai alat transaksi dalam kehidupan sehari-hari, baik di kampus maupun di masyarakat. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah metode kuantitatif. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner secara terbuka melalui sosial media googledocs. Dalam dua hari jumlah mahasiswa yang mengisi kuesioner mencapai jumlah 390 orang, dimana sebanyak 226 orang menjawab sedang menggunakan emoney sebagai salah satu alat transaksi. Dari seluruh responden yang menggunakan e-money (226 orang) tersebut, 71,7% (162 orang) adalah mahasiswi, atau rasio antara mahasiswi terhadap mahasiswa mencapai 2,5 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mahasiswa S1 IPB dari berbagai tingkatan kuliah dan semester bersikap positif terhadap penggunaan e-money dalam kehidupan sehari-hari, karena e-money dapat memudahkan transaksi sekaligus melindungi pengguna dari pencurian informasi pribadi dan transfer dana yang tidak syah. Kesimpulan penelitian adalah variabel culture dan effort expectancy tidak memiliki pengaruh terhadap intention to use electronic payment system pada e-money; sedangkan variabel perceived security, performance expectancy dan social influence berpengaruh terhadap intention to use electronic payment system pada e-money. Kata kunci: e-money, generasi milenial, transaksi elektronik Abstract Today, money is not only in form of cash (physically) but some technologies have been developed as a transaction tool called e-money or electronic money. E-money is a payment through an electronic devices and program. E-money will keep amount (nominal) of money which deposited on a practical card. The research is generally aimed to observe the reponse of undergraduate student of Bogor Agricultural University (IPB) whom called as a millenium generation on the utilizing e-money either at campus or in public area. The method used on the research was a quantitative method. Data was collected through distribution of a questioner via googledocs. In two days, 390 questioners have been uploaeded by the respondens, 55.6% (226 student) of them use e-money for some of their transactions. As many as 162 student out of 226 student e-money users, are female (71,7%), its mean that the ratio of female student e-money user is 2.5 times compare to male student. The research indicated that most of student {whom come from different years of studies, age, their allowance (pocket money), etc.} gave positive response to the utilization of e-money on their daily live, either at campus or in public area. Their opinion mention that e-money could ease transactions along with its protection system concerning their private information and illegal tranactions. The conclusion of research is the variable of culture and effort expectancy have no influenced to the intention to use electronic payment system on emoney; while the variable of perceived security, performance expectancy and social influence have influenced to. Keywords: electronic transactions, e-money, milenial generation, student of S1,

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Bank Indonesia, 2009. Peraturan Bank Indonesia mengenai Electronic Money nomor 11/12/PBI/2009 . Bank Indonesia [20 Juli 2018]

Bank Indonesia. (2009). Surat Edaran Bank Indonesia mengenai Electronic Money nomor 11/11/DASP/2009. Bank Indonesia [20 Juli 2018]

Bank Indonesia. (2014). Gerai Info Edisi 50 - 2014. Diambil kembali dari Publikasi Bank Indonesia: http://www.bi.go.id/id/publikasi/geraiinfo/Documents/GeraiInfoBI_5014.pdf [20 Juli 2018].

Bank Indonesia. (2015). Daftar Istilah Sistem Pembayaran , Edisi Tahun 2015 . Diambil kembali dari Publikasi Bank Indonesia: http://www.bi.go.id/id/publikasi/sistempembayaran/perkembangan/Documents/Daftar%20Istilah%20Sisite m%20 Pembayaran%202015.pdf [20 Juli 2018].

Bank Indonesia. (2015). Statistik Perbankan Indonesia. Diambil kembali dari Statistik Bank Indonesia: http://www.bi.go.id/id/statistik/perbankan/indonesia/Default.aspx [20 Juli 2018].

Bank Indonesia. (2015). Statistik Sistem Pembayaran . Diambil kembali dari Statistik Bank Indonesia: http://www.bi.go.id/id/statistik/sistempembayaran/uangelektronik/contents/jumlah%20uang%20elektronik.aspx [20 Juli 2018].

Bank Indonesia. (2016). Informasi Perizin an Penyelenggara dan Pendukung Jasa Sistem Pembayaran. Diambil kembali dari Sistem Pembayaran Bank Indonesia: https://www.bi.go.id/id/sistem - pembayaran/informasi-perizinan/uang-elektronik/penyelenggara-berizin/Pages/default.aspx [20 Juli 2018].

Chen, ChauShen. ( 2013). Perceived risk, usage frequency of mobile banking services. Managing Service Quality: An International Journal, Vol. 23 Iss 5 pp. 410 – 436.

Candraditya, H I. 2013. Analisis Penggunaan Uang Elektronik (Studi Kasus Pada Mahasiswa Pengguna Produk Flazz BCA di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro). (Online, http://ejournals1.undip.ac.id) [20 Juli 2018]

Ghozali, Imam dan Latan, Hengky. (2014). Partial Least Squares: Konsep, Teknik dan Aplikasi WarpPLS 4.0. Semarang: BP UNDIP.

Hair, Joseph F., et.al. 2010. Multivariate Data Analysis, 7th Edition. New York: Prentice Hall International, Inc. et al (2010:693)

Indrawati. (2015). Metode Penelitian Manajemen dan Bisnis. Bandung: PT Refika Aditama

Indrawati dan Gusti Ayu Made Mas Marhaeni. (2015). Predicting Instant Messenger Application Adoption Using a Unified Theory of Acceptance and Use of technology 2. Full Paper Proceeding GTAR-2014, Vol. 1, 259–268.

Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia. (2015). Profil Daerah Kemendagri [online]. Tersedia: http://www.kemendagri.go.id/pages/profil-daerah [20 Juli 2018].

Khatimah, Husnil dan Fairol Halim. (2014). Consumers’ Intention to Use eMoney in Indonesia Based on Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT). School of Business Management , Universiti Utara Malaysia, Sintok, 06010, Kedah, Malaysia.

Kim, Hyun Joo, Soo Jong Lee dan In Chul Shin. (2013). Design and Implementation of In-House Electronic Money Using Java Cards. International Journal of Smart Home Vol.7, No.5 (2013), pp.103-114.

Kresno Anora. 2017. Faktor-faktor yang mempengaruhi Minat Konsumen untuk Menggunakan E -Money di Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang, Bekasi, dan Bandung (Studi Kasus pada Telkomsel Cash)”.

Marhaeni, Gusti Ayu Made Mas. (2014). Analisis Perilaku Penggunaan Aplikasi Pesan Instan dengan Menggunakan Model Unified Theory of Acceptance and Use of Technology 2 di Kota Bandung.

MARS Indonesia. (2014). e-Money Baru Dikenal 23% Masyarakat di Indonesia. Didapat dari: http://www.marsindonesia.com/ne wsletter/e-money-barudikenal-23-masyarakat-di-indonesia [20 Juli 2018]

Oye Oye, N. D., N. A.Iahad dan N. Ab.Rahim. (2014). The history of UTAUT model and its impact on ICT acceptance and usage by academicians. Educ Inf Technol (2014) 19:251 –270 DOI 10.1007/s10639-012-9189-9. Pratama, Andika Dzulhaji dan Refi Rifaldi Windya Giri. (2016). Trust, internet skill, prior experience, website quality dalam Model UTAUT Modified untuk Adopsi Layanan internet banking di Indonesia.

Parastiti, DE, I Mukhlis, A Haryono; 2015. Analisis Penggunaan Uang Elektronik Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang (Studi Kasus: Uang Elektronik Brizzi). JESP-Vol. 7, No 1 Maret 2015.

Republik Indonesia. Undang-Undang No. 23 Tahun 1999 Tentang Bank Indonesia. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999, Nomor 66. Sekretariat Negara. Jakarta

Rodríguez, T. Escobar dan E. Carvajal Trujillo. (2014). Online purchasing tickets for low cost carriers: An application of the unified theory of acceptance and use of technology (UTAUT) model. Tourism Management 43 (2014) 70e88.

Rogers, Everett M. (2003). Diffusion of Innovations. Third Edition. Collier Macmillan Canada, Inc.

Sekaran, Uma dan Roger Bougie. (2009). Reseacrh Methods for Business. United Kingdom: Wiley.

Sharing Vision. (2015). E-Chanel Terus Tumbuh di 2015 [Online]. Tersedia: https://sharingvision.com/2015/07/e-channel-terus-tumbuh-di-2015 [20 Agustus 2018]

Sugiyono (2013:131). Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). (cetakan ke-2).ALFABETA, cv.

Sukestiano. (2014). Statistika Dasar. Yogyakarta: Penerbit Andi

Venkatesh, Viswanath, Michael G. Morris, Gordon B. Davis dan Fred D. Davis. (2003). User Acceptance of Information Technology: Toward a Unified View. MIS Quarterly, Vol. 27, No. 3 (Sep., 2003), pp. 425-478.

Venkatesh, Viswanath, James Y.L. Thong dan Xin Xu. (2012). Consumer Acceptance and Use of Information Technology: Extending The Unified Theory of Acceptance and Use of Technology. MIS Quarterly Vol. 36 No. 1 pp. 157-178/March 2012.

Winarko, Bambang dan Lufina Mahadewi. (2013). Tinjauan Beberapa Model Teori Dasar Adopsi Teknologi Baru. (hal.24-34). Jakarta, Indonesia: Sampoerna School of Business.

Zhang, L., Liu, Q., Zhu, J. (2012). A meta-analysis of mobile commerce adoption and the moderating effect of culture. Computers in Human Behavior 28 (2012) 1902–1911.

Diterbitkan

2018-12-01

Terbitan

Halaman

3104-3111

Bagian

Program Studi S1 Manajemen (Manajemen Bisnis Telekomunikasi & Informatika)

Cara Mengutip

Suwandi, M. A., & Azis, E. (2018). Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan E-money Pada Generasi Millenials (studi Kasus Pada Mahasiswa S1 Ipb). eProceedings of Management, 5(3), 3104-3111. https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/management/article/view/7771