Analisis Faktor Tourism Experience Kota Bandung
Abstrak
Bandung adalah salah satu kota yang paling sering dikunjungi oleh wisatawan terutama dari ibukota. Para wisatawan menghabiskan masa libur untuk mengunjungi tempat wisata di Kota Bandung. Banyak obyek wisata yang dapat menjadi rekomendasi bagi para wisatawan seperti wisata sejarah, wisata fashion, wisata kuliner, ataupun rekreasi. Selalu ada hal menarik yang dapat ditemukan di Kota Bandung ini. Pengalaman adalah sesuatu tunggal yang terjadi pada individu dan yang peneliti tidak bisa langsung akses. Wisatawan akan mendapatkan pengalaman setelah berwisasata di Kota Bandung. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi terbentuknya pengalaman wisata terhadap para wisatawan di Kota Bandung.Penulis melakukan penelitian ini dengan menggunakan metode kuantitatif dan mengharapkan hasil yang menentukan faktor yang mempengaruhi terhadap pengalaman wisatawan terutama di Kota Bandung. Hasil analisis Faktor menunjukan bahwa dari hasil reduksi terbentuk 3 faktor baru yang menjadi faktor pembentuk Tourism Experience yaitu Conditional Experience (49,77%), Relational Experience (6,74%), Historical Experience (6,50%). Kata Kunci: Pariwisata, Pengalaman, Pengalaman wisatawanReferensi
Anonim. (2012). Potensi Pariwisata Kota Bandung Belum Optimal. [Online].http://jabar.tribunnews.com/2012/09/25/potensipariwisata-kotabandung-belum-optimal. [1 Januari 2016, 20.02]
RIPPDA (2006). Tipologi Potensi Daya Tarik wisata Kota Bandung. [Online]. http://digilib.itb.ac.id/files/disk1/673/jbptitbpp-gdl-aditioadin-33604-4-2009ta-3.pdf.[19 November 2015, 20. 58]
Galamedia. (2011). PAD dari Pariwisata Rp 176 Miliar. [Online]. http://dprdbandungkota.go.id/beranda/berita-pemkot/157-pad-dari-pariwisata-rp-176-miliar.html. [30 Desember 2015, 05.24]
Pemerintah, Kota Bandung. (2015). SELAYANG PANDANG KOTA BANDUNG. [Online]. http://jabarprov.go.id/index.php/pages/id/1060. [20 Oktober 2015, 00.21]
Poerwanto,Endy.(2015, 26 September).Pariwisata Bandung Belum Digarap Optimal. Berwisata [Online]. http://bisniswisata.co.id/?s=Pariwisata+Bandung+Belum+Digarap++Optimal.+Berwisata. [1 Januari 2016, 21.19]
Hermantoro. (2011). Creative-based tourism: Dari wisata rekreatif menuju wisata kreatif. Depok: Penerbit Aditri.
Ismayanti. (2010). Pengantar pariwisata. Bandung: PT. Grasindo.
Rageh et al. (2013). Using netnography research method to reveal the underlying dimensions of the customer/tourist experience. An International Journal, Vol. 16 Iss 2 pp. 126 – 149
Sheng Chieh-Wen Dan Ming-Chia Chen. (2014), Tourist experience expectattions: questionnaire development and text narrative analysis. International Journal of Culture, Tourism and Hospitality Research, Vol. 7 Iss 1 pp. 93 – 104
Indrawati. (2015). Metode Penelitian Manajemen dan Bisnis ( Konvergensi Teknologi Komunikasi dan Informasi). Bandung: PT Refika Aditama.
Rangkuti, Freddy. (2010). Dongkrak Penjualan Melalui Marketing Strategy & Competitive Positioning. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Santoso, Singgih. (2015). Menguasai Statistik Multivariat (Konsep Dasar dan Aplikasi dengan SPSS.Jakarta: PT Elex Media Komputindo.



