Efektivitas Komunikasi Interpersonal Pada Kegiatan Komunikasi Dokter Pasien Di Konsultasi Gratis Rs Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta
Abstrak
Penelitian dilakukan pada kegiatan Konsultasi Gratis diselenggarakan secara rutin oleh Rumah Sakit Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta. Kegiatan CSR ini dilakukan untuk memfasilitasi masyarakat dalam berkonsultasi dan mendapat informasi terkait permasalahan kesehatannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa tinggi efektivitas komunikasi dokter-pasien pada kegiatan Konsultasi Gratis, yang diukur berdasarkan lima kategori efektivitas komunikasi antarpribadi (DeVito, 2010): keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan. Selain teori komunikasi antarpribadi DeVito yang difokuskan pada efektivitas komunikasi antarpribadi, digunakan juga teori komunikasi kesehatan (Liliweri, 2013) yang difokuskan pada komunikasi dokter-pasien (Soetjiningsih, 2008). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan data kuantitatif yang menggunakan 97 responden. Masing-masing sub variabel pada penelitian diberikan predikat untuk menentukan efektivitas dari komunikasi dokter-pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ratarata persentase keterbukaan 86,30%, empati 85,00%, sikap mendukung 87,79%, sikap positif 88,41%, dan kesetaraan 80,66%, yang seluruhnya mendapatkan predikat tinggi, sehingga efektivitasnya berada pada predikat sangat tinggi. Dari hasil tersebut, bisa disimpulkan bahwa efektivitas komunikasi antarpribadi dokter-pasien di kegiatan Konsultasi Gratis Rumah Sakit Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso adalah efektif. Kata Kunci: Efektivitas Komunikasi Antarpribadi, Komunikasi Kesehatan, Komunikasi Dokter-Pasien, Konsultasi Gratis Rumah Sakit Ortopedi SurakartaReferensi
Cheng, S.-h., Yang, M.-C., & Chiang, T.-l. (2003). Patient Satisfaction with and Recomendation of a Hospital: Effect of Interpersonal and Technical Aspects of Hospital Care. The International Journal for Quality in Health Care, 345-355.
DeVito, J. A. (2010). Komunikasi Antarmanusia Edisi Kelima. Tangerang: Karisma Publishing Group.
Erlandia, D. R., & Gemiharto, I. (2014). Evaluasi Model Komunikasi Bidan Desa Sebagai Ujung Tombak Upaya Penurunan Angka Kematian Ibu Bersalin di Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat. Jurnal Kajian Komunikasi, 286-299.
Liliweri, A. (2013). Dasar-dasar Komunikasi Kesehatan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Mulyana, D. (2005). Human Communication Konteks-konteks Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya. [6] . (2010). Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
(2010). Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Siregar, S. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif Dilengkapi Perbandingan Perhitungan Manual dan SPSS. Jakarta: Kencana Predana Media Group.
Soetjiningsih. (2008). Model Komunikasi Pasien-Dokter Suatu Pendekatan Holistik. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Sugiyono. (2014). Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.



