Analisis Value Proposition Canvas untuk Mengidentifikasi Kebutuhan Konsumen dan Strategi Nilai Startup Rentalemon
Abstrak
Pertumbuhan Perkembangan ekonomi kreatif di Kota Bandung mendorong meningkatnya kebutuhan akan peralatan filmmaking di kalangan fotografer dan filmmaker, khususnya dari komunitas mahasiswa dan pelaku kreatif independen yang memiliki keterbatasan modal. Kondisi tersebut membuka peluang bagi bisnis penyewaan peralatan filmmaking, salah satunya adalah startup Rentalemon yang beroperasi di Antapani, Bandung. Namun, tingginya persaingan dan beragamnya kebutuhan konsumen menuntut Rentalemon untuk memiliki proposisi nilai yang benarbenar selaras dengan kebutuhan, hambatan, dan harapan pelanggan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan konsumen melalui customer profile, mengevaluasi kesesuaian proposisi nilai melalui value map, serta merumuskan implikasi strategis bagi pengembangan strategi nilai Rentalemon dengan menggunakan kerangka Value Proposition Canvas (VPC). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, dengan pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur kepada tujuh konsumen terpilih dan pemilik usaha, serta didukung oleh observasi, dokumentasi, dan kuesioner eksploratif terbuka. Analisis data dilakukan menggunakan tahapan Miles dan Huberman yang dipadukan dengan pemetaan VPC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rentalemon telah memiliki kesesuaian nilai yang tinggi pada aspek produk dan pain relievers, namun masih terdapat kesenjangan pada gain creators, khususnya terkait layanan logistik, informasi stok daring, edukasi penggunaan alat, dan penguatan komunitas. Temuan ini menjadi dasar rekomendasi strategis bagi pengembangan layanan dan peningkatan daya saing Rentalemon
Kata Kunci: Value Proposition Canvas, strategi nilai, startup, peralatan rental film, Rentalemon
Referensi
Adelekan, A. M. (2021). Firm Level strategy and value creation in small business. Gadjah Mada International Journal of Business , 23
Arwani, M. &. (2011). The influence of satisfation and relationship marketing on loyalty with individual characteristics as a moderator. A case study on Islamic banking customers in East Java. Journal of Indonesian Economy and Business, 341-358.
Aziz, F., Setyorini, R., & Hasanah, Y. (2021). Analisis Halal Supply Chain pada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Makanan di Kota Bandung. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 293-301.
Dharmmesta, B. S. (1999). Sebuah kajian konseptual sebagai panduan bagi peneliti. Journal of Indonesian Economy and Business, 73-88.
Fajalunah, C., & Hendayani, R. (2024). Pengaruh FOMO (Fear of Missing Out) by Tiktok Influencer terhadap Minat Beli PRoduk Scarlett. Economic Reviews Journal, 1096-1110.
Hasanah, Y. N., & Aziz, F. (2021). The analysis of green marketing and brand image on repeat purchase on consumers of coffee shop in Bandung. ASEAN Marketing Journal , 44-58.
Kuratko, D. F. (2016). Entrepreneurship: Theory Process and Practice (10th ed.). Boston: Cengage Learning.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An Expanded sourcebook (2nd ed.). Sage.
Osterwalder, A., & Pigneur, Y. (2010). Business Model Generation: A Handbook for Visionaries, Game Changers, and Challengers,. Hoboken: John Wiley & Sons.
Osterwalder, A., Y., P., Bernarda, G., & A., S. (2014). Value Proposition Design: How to Create Products and services Customers Want. Hoboken: John Wiley & Sons.
Pangarso, A., Sisilia, K., Setyorini, R., & Peranginangin, Y. A. (2022). The long path to achieving green economy performance for micro small medium enterprise. Journal of Innovation and Entrepreneurship 11(1), 16.
Setyorini, R., & Rizky, P. (2016). The Effect of trust towards online repurchase intention with perceived usefulness as an intervening variable. The Asian Journal of Technology management. 9 (1), 1-7.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.



